Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

— Paragraf 1 —

SORONG – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya sedang menyusun konsep penerapan pembelajaran Bahasa Moi di sekolah sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.

— Paragraf 2 —

Wali Kota Sorong Septinus Lobat di Sorong, Senin (17/8), mengatakan rencana tersebut disiapkan agar generasi muda, khususnya anak-anak yang lahir dan tumbuh di perkotaan, tetap mengenal dan memahami bahasa daerah.

— Paragraf 3 —

“Bahasa Moi ini kita belum menerapkan di sekolah-sekolah. Tapi kita sedang menyusun itu untuk bisa paling tidak ada sekolah-sekolah, dari SD saja atau SMP, ada sekolah-sekolah khusus yang memang diajarkan bahasa lokal kepada anak-anak kita,” kata Septinus usai merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Wali Kota Sorong.

— Paragraf 4 —

Menurut dia, penerapan pembelajaran Bahasa Moi dapat dimulai pada sejumlah sekolah, baik tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, sebelum dikembangkan lebih lanjut.

— Paragraf 5 —

Ia mengatakan pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, bersama masyarakat.

— Paragraf 6 —

“Upaya tersebut penting agar budaya lokal tidak hilang akibat perkembangan zaman,” ujarnya.

— Paragraf 7 —

Ia menilai perkembangan era digital membuat sebagian generasi muda semakin jauh dari budaya dan bahasa daerah.

— Paragraf 8 —

Oleh karena itu, kata dia, peran keluarga juga diperlukan dengan membiasakan anak-anak menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

— Paragraf 9 —

“Anak-anak kita sekarang belum banyak yang mengerti bahasa lokal karena mereka lahir di kota. Lahir langsung mereka berdiskusi ataupun berbahasa Indonesia,” ujarnya.

— Paragraf 10 —

Selain penyusunan konsep pembelajaran Bahasa Moi, Septinus menyatakan Pemkot Sorong siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat apabila pembentukan Dinas Kebudayaan menjadi program prioritas.

— Paragraf 11 —

“Kalau itu menjadi program prioritas pemerintah pusat, tentunya kita di daerah juga harus melaksanakan itu dan menjadi kewajiban bagi semua pemerintah di Indonesia,” katanya.

— Paragraf 12 —

Ia berharap, penguatan sektor kebudayaan dapat terus dilakukan sehingga Bahasa Moi dan budaya lokal lainnya tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

➡️ Baca Juga: Panduan Efektif Membersihkan File Sampah di Android untuk Performa Optimal dan Responsif

➡️ Baca Juga: Katalog Promo Superindo 2–8 April 2026: Diskon Besar untuk Daging, Telur, Buah, dan Nugget

Related Articles

Back to top button