Menteri PU Tegaskan Jalan Trans Flores Akan Berfungsi Kembali Setelah Gempa NTT

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan Jalan Trans Flores akan dilakukan dengan cepat setelah terjadinya gempa berkekuatan 7,7 di wilayah Flores, NTT. Dalam upaya mempercepat proses rehabilitasi, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk segera memberikan data terkait titik-titik kerusakan yang belum teridentifikasi.
Pentingnya Data Kerusakan untuk Pemulihan Cepat
Data yang akurat sangat penting agar tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi-lokasi yang terkena dampak. Dody menekankan bahwa respons cepat terhadap bencana adalah prioritas, sesuai dengan arahan Presiden untuk tidak berlama-lama dalam berduka dan segera bangkit kembali.
“Kami hadir pada setiap bencana, dan kami perlu data lengkap mengenai lokasi-lokasi yang terdampak. Dengan informasi ini, kami bisa mengirimkan tim untuk berkoordinasi dengan kepala dinas setempat dan melakukan pengecekan serta perbaikan,” jelas Dody dalam keterangannya.
Kerusakan yang Teridentifikasi
Tercatat ada sembilan ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat gempa, yang mencakup:
- Puluhan titik longsoran
- Patahan pada badan jalan
- Kerusakan pada beberapa jembatan
- Kerusakan pada plat duiker
Informasi mengenai kerusakan ini akan menjadi dasar bagi Kementerian untuk melakukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
Progres Pemulihan Jalan Trans Flores
Hingga 16 Agustus 2026, Dody menginformasikan bahwa sembilan ruas jalan yang terdampak telah berfungsi kembali. Delapan ruas yang merupakan bagian dari Jalan Trans Flores, mulai dari Labuan Bajo hingga Ende dan Maumere, kini sudah dapat dilalui. Ruas Ruteng hingga Reo dan Kedindi juga telah kembali operasional.
Dalam penanganan sementara, tim telah berhasil menangani 40 titik longsoran yang sebelumnya mengganggu akses jalan, dan empat titik patahan pada badan jalan juga telah diperbaiki. Kerusakan pada lima jembatan serta plat duiker saat ini masih dalam proses pemulihan dengan harapan dapat segera berfungsi kembali, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Mobilisasi Alat Berat untuk Perbaikan
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengerahkan tujuh unit excavator dan empat unit loader ke berbagai lokasi yang terdampak. Alat berat ini digunakan untuk membersihkan material longsoran dan memperbaiki kerusakan pada badan jalan, sehingga akses ke wilayah yang terisolasi tetap terbuka.
Pentingnya Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Dody juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah sangat penting dalam proses pemulihan. Ia telah berkomunikasi dengan Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, dan Wakil Bupati, Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan dari BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas untuk mempercepat pendataan dan penanganan infrastruktur yang terdampak.
Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis serta mengatasi permasalahan infrastruktur, sedangkan pemerintah daerah akan membantu dalam menentukan lokasi prioritas untuk penanganan lebih lanjut.
Prioritas Penanganan Infrastruktur
Dody menekankan bahwa penentuan prioritas penanganan akan diserahkan kepada Bupati setempat. “Kewajiban kami dari pusat adalah membantu, dan Bupati akan menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dahulu,” ujarnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi masalah pascabencana.
Dampak Gempa terhadap Infrastruktur Jalan
Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sebelumnya berdampak besar terhadap infrastruktur jalan dan jembatan. Kementerian Pekerjaan Umum, melalui BPJN NTT, segera mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terhambat oleh longsor dan kerusakan jalan.
Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan Jalan Trans Flores dapat segera berfungsi normal kembali, mendukung mobilitas masyarakat, dan mempercepat proses pemulihan ekonomi di daerah tersebut.
Keselamatan Masyarakat sebagai Prioritas Utama
Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Keselamatan masyarakat dan kelancaran akses adalah prioritas utama dalam pemulihan pascagempa ini. Dengan upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Jalan Trans Flores dapat segera kembali menjadi jalur vital bagi masyarakat dan perekonomian lokal.
➡️ Baca Juga: Raffi Ahmad Kunjungi Lokasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Bersama Sufmi Dasco
➡️ Baca Juga: Bos Sony Mengungkap Ketidakpastian Tanggal Rilis PlayStation 6 di Masa Depan



