Queens of the Stone Age Luncurkan Album Kesembilan Berjudul Perfecth pada Bulan Oktober

Jakarta – Queens of the Stone Age bersiap untuk mengambil langkah baru dalam karier musik mereka dengan peluncuran album studio kesembilan yang bertajuk Perfecth. Album ini dijadwalkan rilis pada 30 Oktober 2026 melalui Matador Records. Menyusul pengumuman tersebut, band rock asal Amerika ini juga memperkenalkan single terbaru mereka, “Insignificant Other”, yang dianggap sebagai salah satu elemen emosional utama dalam album ini. Proses perekaman lagu ini dilakukan dalam dua pengambilan, di mana versi akhir mampu menangkap dinamika permainan dari kelima anggota band dalam suasana yang lebih santai, menciptakan ruang bagi masing-masing untuk berkontribusi secara maksimal.
Vokalis Joshua Homme menjelaskan makna di balik lagu ini, “Ini adalah lagu tentang jarak. Tentang bagaimana seseorang dapat menjadi seluruh duniamu, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja. Rasanya sangat aneh, seperti kehilangan keseimbangan ketika kita berada di sisi yang ditinggalkan.” Dengan tema yang mendalam, Perfecth menggali isu cinta, kehilangan, serta proses penyembuhan dari sesuatu yang telah retak. Konsep ini terinspirasi oleh kintsugi, seni tradisional Jepang yang mengajarkan bahwa sesuatu yang hancur dapat menjadi lebih indah setelah diperbaiki dengan mengisi retakan menggunakan emas.
Proses Kreatif di Balik Perfecth
Dalam penciptaan Perfecth, semua anggota band—Homme, Troy Van Leeuwen, Michael Shuman, Dean Fertita, dan Jon Theodore—mengalami pertumbuhan sebagai kolektif. Mereka menjalin kerjasama yang lebih erat, menghasilkan kejernihan dalam proses kreatif yang panjang. Album ini terdiri dari sembilan lagu yang menggambarkan berbagai bentuk cinta, dari hubungan dengan keluarga hingga teman, serta orang-orang yang dianggap penting atau tidak terlalu berarti.
Melalui Perfecth, Queens of the Stone Age tidak hanya menyentuh tema cinta yang bisa menghancurkan, tetapi juga cinta yang memiliki kekuatan untuk mengangkat seseorang dari keterpurukan. Materi album ini direkam di berbagai lokasi, mulai dari New Orleans hingga Los Angeles, memberikan nuansa yang bervariasi dan kaya. Musik yang dihasilkan mencakup suasana muram, mengancam, lembut, hingga eksentrik, menciptakan sebuah kesatuan yang kompleks dan menarik.
Keberagaman Suara dalam Album
Homme menggambarkan setiap lagu dalam album ini memiliki karakteristik yang unik, “Setiap lagu terdengar seperti berasal dari dunia yang berbeda.” Pendekatan ini memang disengaja, karena album Perfecth berusaha untuk menjahit berbagai emosi yang berkaitan dengan cinta, hasrat, kebodohan, dan kebijaksanaan yang diperoleh dari berbagai pengalaman hidup.
- Kesedihan dan kehilangan dalam cinta
- Proses pemulihan emosional
- Kerumitan hubungan antar manusia
- Persepsi tentang cinta yang mengangkat dan menghancurkan
- Pengalaman individual yang membentuk perspektif kolektif
Makna di Balik Judul Perfecth
Judul Perfecth sendiri merupakan hasil dari pemikiran mendalam Homme tentang konsep kesempurnaan. Ia merasa bahwa kesempurnaan sejati itu tidak ada, sehingga ia memilih untuk memodifikasi kata tersebut menjadi “perfecth”, sebuah ejaan baru yang lebih mencerminkan ketidakpastian yang ada. “Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi segala sesuatu tampaknya ‘perfecth’,” ungkap Homme. “Judul ini mungkin terdengar lucu ketika ada dalam kelompok, tetapi tidak terlalu lucu saat kita sendirian.”
Album ini akan tersedia dalam beberapa format, termasuk CD dan vinyl hitam standar. Versi vinyl bening akan dijual di toko musik independen, sementara edisi deluxe terbatas akan hadir dalam kemasan gatefold LP yang disertai lirik tulisan tangan, alat tulis, “stamps” dalam amplop khusus, serta karya seni yang disimpan dalam kantong khusus.
Inovasi dalam Interaksi dengan Penggemar
Menjelang perilisan Perfecth, Queens of the Stone Age juga meluncurkan Complaint Hotline resmi di nomor +1 (760) 437-1966. Melalui hotline ini, para penggemar dapat menyampaikan keluhan, keresahan, atau penilaian mereka terhadap band. Ini merupakan langkah inovatif untuk terhubung lebih dekat dengan penggemar, memberikan mereka ruang untuk berinteraksi dan berbagi pikiran.
Hotline tersebut diperkenalkan setelah band ini merilis “Easy Street (feat. Nikki Lane)”, yang sebelumnya telah diperkenalkan secara langsung dalam tur Catacombs pada tahun 2025. Lagu tersebut menjadi karya baru pertama mereka sejak rilis album In Times New Roman pada tahun 2023.
Kegiatan Lain di Luar Queens of the Stone Age
Sementara itu, Homme juga terlibat dalam berbagai kolaborasi di luar aktivitas bersama Queens of the Stone Age. Ia baru-baru ini bekerja sama dengan Shania Twain dalam single “Faded Blue Jeans” dan memberikan vokal tamu untuk lagu Mastodon berjudul “Snakes for Dinner”. Setelah menyelesaikan tur di Amerika Utara bersama Foo Fighters, Queens of the Stone Age dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Singapura sebagai bagian dari tur utama musim gugur.
Rencananya, pertunjukan utama untuk tahun 2027 juga akan diumumkan dalam waktu dekat, menandai komitmen mereka untuk terus berkarya dan menyuguhkan musik berkualitas kepada penggemar di seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Pengganti Cucurella dari Rayo Vallecano untuk Perkuat Tim
➡️ Baca Juga: ONIC Esports Tak Tertandingi, Kalahkan Team Liquid ID dan Kuasai Puncak Klasemen



