Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Anjal dan Pengemis Mengganggu Peziarah di Wisata Religi Ampel Surabaya

Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel menjadi salah satu destinasi favorit bagi para peziarah. Namun, keindahan dan ketenangan tempat ini sering kali ternodai oleh kehadiran anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta uang kepada pengunjung. Fenomena ini telah memicu keluhan dari banyak peziarah, yang merasa terganggu dan tidak nyaman saat beribadah.
Permasalahan di Wisata Religi Ampel Surabaya
Pengunjung yang datang untuk berziarah di kawasan Makam Sunan Ampel kerap menghadapi gangguan dari anjal dan pengemis yang beroperasi di sekitar area tersebut. Berbagai modus operandi digunakan oleh mereka untuk menarik perhatian peziarah, mulai dari berpura-pura membantu menyeberangkan jalan hingga meminta uang dengan cara yang terkesan memaksa. Beberapa dari mereka bahkan mengikuti peziarah sampai mereka memberikan uang, membuat situasi semakin tidak nyaman.
Respons Pemerintah Kota Surabaya
Menanggapi berbagai keluhan yang masuk melalui hotline Lapor Cak Eri, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai masalah ini. Ia menjelaskan bahwa Satpol PP Surabaya telah dikerahkan untuk melakukan penertiban di kawasan Ampel. “Ada laporan di hotline terkait anak jalanan yang mengganggu peziarah di kawasan Makam Sunan Ampel,” ungkap Wali Kota Eri.
Menurutnya, pengawasan di kawasan tersebut sebenarnya dilakukan setiap hari. Namun, tantangan muncul karena anjal yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, membuat keberadaan mereka sulit diprediksi. “Keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada, sehingga petugas di lapangan harus ekstra waspada,” tambahnya.
Usaha Penertiban dan Tantangannya
Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya melakukan penertiban terhadap anjal dan pengamen di kawasan Ampel berkali-kali. Sayangnya, para pelanggar ini seringkali kembali setelah petugas meninggalkan lokasi, seperti permainan kucing-kucingan. “Saya minta maaf kepada para peziarah. Kami sudah berulang kali menertibkan, tetapi mereka tetap kembali,” tutur Wali Kota Eri.
Peningkatan Pengawasan dan Koordinasi
Wali Kota Eri menyatakan pentingnya peningkatan pengawasan di kawasan Ampel agar tempat ini tetap menjadi lokasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya bagi para peziarah. Ia berencana untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli di area tersebut. “Insyaallah, pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” tegasnya.
Sanksi Sosial untuk Anjal dan Pengamen
Tidak hanya melakukan penertiban di lapangan, Pemkot Surabaya juga memberikan sanksi sosial kepada sejumlah anjal dan pengamen yang tertangkap oleh Satpol PP. Para pelanggar ini ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya untuk menjalani sanksi sosial selama tiga hari. Bentuk sanksi tersebut meliputi membersihkan area Liponsos Keputih dan membantu memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Tujuan Pengetatan Pengawasan
Dari semua langkah yang diambil, Wali Kota Eri menegaskan bahwa tujuan pengetatan pengawasan adalah untuk menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman di kawasan wisata religi Sunan Ampel. “Kami berharap para peziarah dapat merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal,” ungkapnya. Ia juga optimis bahwa langkah-langkah ini akan mencegah gangguan lebih lanjut terhadap peziarah dan menjaga kenyamanan kawasan religi tersebut.
Pentingnya Kenyamanan bagi Peziarah
Dengan meningkatnya jumlah peziarah yang datang ke Makam Sunan Ampel, penting bagi pemerintah untuk mempertahankan kenyamanan dan ketenteraman di kawasan ini. Melalui pengawasan yang ketat dan tindakan tegas terhadap pelanggar, diharapkan pengalaman berziarah di tempat suci ini dapat berlangsung tanpa gangguan.
Harapan untuk Masa Depan
Wali Kota Eri berharap bahwa dengan langkah-langkah yang diambil, para peziarah akan terus merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Ampel. “Semoga pengawasan yang lebih ketat dapat memberikan rasa aman bagi semua peziarah yang datang,” pungkasnya.
Masalah yang dihadapi di kawasan wisata religi Ampel Surabaya bukan hanya tantangan bagi pemerintah, tetapi juga menjadi perhatian bagi semua pihak yang peduli dengan kenyamanan dan keamanan tempat ibadah. Diharapkan, dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan peziarah, kawasan ini dapat tetap menjadi tempat yang suci dan nyaman bagi semua orang.
➡️ Baca Juga: Guru Seni Budaya Cirebon Viral Setelah Melatih Paduan Suara dalam Video Menarik
➡️ Baca Juga: Pemkot Mataram Siap Tingkatkan Anggaran untuk Penanganan Sampah Secara Efektif




