Pemkot Mataram Siap Tingkatkan Anggaran untuk Penanganan Sampah Secara Efektif

Pemerintah Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah mempertimbangkan untuk menambah anggaran penanganan sampah dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diperlukan untuk pengoperasian armada pengangkut sampah, yang sangat berpengaruh terhadap biaya operasional.
Penyesuaian Anggaran untuk Memastikan Kualitas Pelayanan
Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, 25 April, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan bahwa efisiensi yang telah diterapkan saat ini mungkin belum cukup untuk menutupi beban operasional yang semakin berat. Oleh karena itu, ada kemungkinan untuk menambah anggaran dalam APBD perubahan guna memastikan pengelolaan sampah tetap optimal.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, yang terpenting adalah ritase dan intensitas pengangkutan sampah harus memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti komitmen Pemkot Mataram untuk menjamin bahwa layanan pengangkutan sampah tidak terganggu meskipun terdapat kenaikan biaya yang signifikan.
Faktor Penyebab Kenaikan Biaya Operasional
Kenaikan harga BBM jenis dexlite, yang sebelumnya berada di angka Rp14.200 per liter, kini telah melonjak menjadi Rp23.600 per liter, sehingga terjadi pertambahan biaya sebesar Rp9.400 per liter. Ini merupakan bahan bakar utama bagi armada dump truck yang digunakan untuk mengangkut sampah di kota ini. Dengan kondisi ini, Wali Kota Mataram mengisyaratkan perlunya penyesuaian anggaran operasional agar pelayanan tetap berjalan tanpa gangguan.
- Kenaikan harga BBM dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.
- Penyesuaian anggaran operasional untuk armada pengangkut sampah.
- Komitmen untuk menjaga standar pelayanan kepada masyarakat.
- Efisiensi yang telah dilakukan belum mencukupi kebutuhan biaya.
- Pentingnya ritase pengangkutan yang berkelanjutan.
Wali kota menegaskan bahwa untuk mencegah penumpukan sampah di berbagai lokasi, penambahan alokasi anggaran menjadi suatu keharusan. “Dengan situasi ini, kami harus meningkatkan alokasi anggaran agar tidak terjadi penumpukan sampah di mana-mana,” tambahnya.
Pentingnya Alokasi Anggaran yang Cukup
Dalam diskusinya mengenai anggaran, Wali Kota Mataram juga menekankan bahwa pelayanan akan tetap dioptimalkan meskipun harga BBM mengalami kenaikan. Sebelumnya, Pemkot Mataram sudah melakukan berbagai upaya efisiensi untuk mengurangi pengeluaran. Namun, dengan adanya kenaikan harga, penyesuaian alokasi anggaran menjadi langkah yang tidak terhindarkan.
Alokasi anggaran untuk BBM pengangkut sampah yang saat ini disiapkan hanya cukup untuk bertahan hingga pertengahan bulan November 2026. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menyebutkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk BBM pada tahun 2026 hanya sebesar Rp8 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp12 miliar, akibat adanya langkah efisiensi yang diterapkan.
Anggaran yang Tidak Memadai
Nizar juga menegaskan bahwa meskipun anggaran yang ada sudah dipersiapkan untuk menutupi kebutuhan hingga akhir tahun, kenaikan harga BBM yang mendadak memerlukan adanya penambahan alokasi anggaran. “Kami tidak bisa menghemat anggaran operasional pengangkutan sampah, karena jika itu dilakukan, akan mengakibatkan penumpukan sampah yang serius di berbagai tempat,” katanya.
Pentingnya perencanaan anggaran yang matang dalam penanganan sampah menjadi semakin krusial di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Dengan kesadaran akan pentingnya layanan pengangkutan sampah yang efisien dan efektif, Pemkot Mataram harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini.
Strategi Penanganan Sampah yang Berkelanjutan
Menghadapi tantangan dalam penanganan sampah, Pemkot Mataram perlu merumuskan strategi yang berkelanjutan. Hal ini bukan hanya tentang menambah anggaran, tetapi juga bagaimana mengelola sumber daya yang ada secara lebih efektif. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
- Melakukan kolaborasi dengan pihak swasta untuk pengelolaan sampah.
- Memperkenalkan program daur ulang untuk mengurangi volume sampah.
- Investasi dalam teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
- Monitoring dan evaluasi rutin terhadap sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Pemkot Mataram dapat mengatasi permasalahan sampah secara lebih efektif dan efisien, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama, dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
Kesimpulan
Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk meningkatkan anggaran penanganan sampah guna memastikan pelayanan tetap optimal di tengah tantangan yang ada. Penyesuaian anggaran ini diharapkan dapat mendukung operasional armada pengangkut sampah, serta menjaga kualitas layanan bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang berkelanjutan, Mataram dapat menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.
➡️ Baca Juga: Gaya Hidup Sehat untuk Meningkatkan Energi Positif dalam Aktivitas Sehari-hari




