Usman & The Blackstones Luncurkan “Woman”, Mengingat Kembali yang Terlupakan

Jakarta – Pada tanggal 21 Agustus 2026, grup musik yang berasal dari Jakarta, Usman and The Blackstones (UATB), memperkenalkan lagu terbaru mereka berjudul “Woman”. Melalui genre pop-rock yang diusung dengan lirik yang kuat dan mendalam, lagu ini tidak hanya sekadar sebuah rilisan musik, tetapi juga merupakan penghormatan yang tulus kepada para perempuan yang menjadi korban kekerasan, yang sering kali kisah mereka terlupakan oleh sejarah. Dengan latar belakang yang penuh emosi, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan kembali tentang isu-isu yang sering diabaikan.
Inspirasi di Balik “Woman”
“Woman” terinspirasi dari kisah nyata Ita Martadinata Haryono, seorang siswi SMA yang berani memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendampingi para korban kekerasan selama tragedi Mei 1998. Ita, yang merupakan anggota Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK), mengorbankan hidupnya dalam upaya untuk memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan. Tragisnya, ia tewas secara misterius di rumahnya menjelang keberangkatannya untuk bersaksi di hadapan PBB, sebuah kehilangan yang menyentuh hati banyak orang.
Melalui lagu ini, UATB tidak hanya mengenang Ita tetapi juga mengingatkan kita akan tragedi Mei 1998 yang menyisakan luka mendalam, serta kekerasan yang masih terjadi hingga kerusuhan Agustus 2025. “Woman” berfungsi sebagai pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan atas pengakuan dan penyelesaian kasus kekerasan seksual yang terjadi pada tahun 1998 belum sepenuhnya tuntas.
Produksi dan Aransemen “Woman”
Di balik proses produksi “Woman”, Kelana Halim berperan sebagai aranger, menciptakan nuansa baru yang menonjolkan karakter musik UATB. Kehadiran alat musik cello yang diaransemen oleh Setyawan, serta vokal yang kuat dari Louise Mercy, yang juga berperan sebagai co-producer, memberikan nuansa emosional yang mendalam. Lagu ini dirilis di bawah label Alarm Records dan menampilkan sampul album yang dirancang oleh Denny Setiawan, menambahkan elemen visual yang mendukung tema lagu.
Profil Usman and The Blackstones
Usman and The Blackstones dibentuk pada awal tahun 2023 di Jakarta, ketika Usman Hamid dan Kelana Halim bertemu di Mekel Music Studio. Sejarah grup ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 1994, ketika Usman mendirikan The Blackstones bersama Denny Setiawan dan Kis Winarko. Setelah sempat menanggalkan karir musiknya untuk fokus pada isu-isu hak asasi manusia, Usman kembali ke panggung musik dengan semangat baru, mengubah arah musiknya dari punk rock menuju raw rock ‘n’ roll.
Saat ini, UATB beranggotakan Kelana Halim, Dwi Yudha, Kis Winarko, dan Fiky Risky, dan terus berkarya dengan berbagai lagu yang mencerminkan perjalanan musik mereka. Sejumlah karya yang telah dirilis sebelumnya, seperti lagu debut “Sa Kong Sa” dan kolaborasi dengan Once Mekel dalam “Munir”, menunjukkan komitmen mereka dalam membahas isu-isu sosial melalui musik. Lagu “Woman” menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan musik mereka, menggarisbawahi dedikasi mereka untuk mengangkat kisah yang sering terabaikan.
Platform Digital dan Aksesibilitas
Saat ini, “Woman” sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital seperti Spotify, memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses dan merasakan pesan yang terkandung dalam lagu tersebut. Dengan rilis ini, Usman and The Blackstones menegaskan bahwa musik mereka bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk menyuarakan isu-isu penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Makna yang Terkandung dalam Lirik “Woman”
Lirik lagu “Woman” menggambarkan rasa sakit dan perjuangan yang dialami oleh perempuan yang menjadi korban kekerasan. Melalui rangkaian kata yang menyentuh, lagu ini mengajak pendengar untuk merasakan empati terhadap mereka yang terpinggirkan. Beberapa tema yang muncul dalam lirik meliputi:
- Trauma dan penderitaan yang dialami oleh perempuan.
- Perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan pengakuan.
- Solidaritas antar perempuan dalam menghadapi kekerasan.
- Pentingnya mengingat sejarah untuk mencegah terulangnya tragedi.
- Keberanian untuk bersuara meskipun dalam situasi sulit.
Refleksi Sosial Melalui Musik
“Woman” bukan hanya sebuah lagu; ia merupakan pernyataan sosial yang mengajak kita untuk lebih peka terhadap isu-isu kekerasan yang terjadi di sekitar kita. Dalam banyak kasus, suara perempuan sering kali teredam, dan melalui musik, Usman and The Blackstones berusaha untuk mengangkat suara-suara tersebut. Dengan menggabungkan elemen musik yang kuat dan lirik yang menggugah, mereka berharap dapat menciptakan kesadaran dan mengajak pendengar untuk berpikir kritis tentang isu-isu yang ada.
Menjadi Suara untuk yang Terpinggirkan
Usman and The Blackstones berkomitmen untuk menggunakan platform musik mereka sebagai sarana untuk mengadvokasi hak asasi manusia dan keadilan sosial. Dengan lagu “Woman”, mereka menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat yang ampuh untuk menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan. Lagu ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan melawan segala bentuk kekerasan.
Penerimaan dan Respons Publik
Sejak dirilis, “Woman” telah mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Banyak pendengar yang mengapresiasi keberanian UATB dalam mengangkat isu berat ini melalui medium musik. Lagu ini telah menjadi bahan diskusi di media sosial, di mana banyak orang berbagi pengalaman dan refleksi pribadi mereka terkait dengan tema yang diangkat.
Dengan semakin banyaknya dukungan, diharapkan lagu ini dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mencapai keadilan bagi korban kekerasan. Melalui karya-karya mereka, Usman and The Blackstones memperkuat posisi mereka sebagai band yang peduli terhadap isu-isu sosial dan berkomitmen untuk membuat perubahan.
Akhir Kata
Karya “Woman” oleh Usman and The Blackstones bukan hanya sekadar lagu, tetapi sebuah panggilan untuk bertindak. Dengan melibatkan pendengar dalam kisah-kisah yang sering kali terabaikan, mereka mengajak kita semua untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial yang ada di sekitar kita. Melalui musik, kita diajak untuk bersama-sama berjuang demi keadilan dan pengakuan bagi mereka yang telah menderita. Usman and The Blackstones, dengan lagu ini, menegaskan bahwa suara perempuan itu penting dan layak untuk didengar.
➡️ Baca Juga: Agnez Mo Mengenang Vidi Aldiano: Fakta Menarik di Balik Pertemanan Kami yang Jarang Diketahui
➡️ Baca Juga: PT KAI Mengamankan 115 Barang Pelanggan Usai Kecelakaan KRL di Bekasi



