Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Menang Juara Google dengan Dukungan Guru Disabilitas

BANDUNG – Keterbatasan fisik seorang pendidik bisa menjadi titik tolak bagi inovasi yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan hadirnya TRIDO, sebuah papan tulis digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diciptakan oleh dua siswa dari SMA Kartika XIX-1 di Bandung. Inovasi ini baru-baru ini membawa Ardellio Satria Anindito dan Muhammad Azhar Ayyatullah Al Farizi meraih posisi kedua di kategori utama dalam The Gemma 4 Good Hackathon, yang diselenggarakan oleh Google melalui platform Kaggle.

Inovasi yang Memudahkan Proses Pembelajaran

TRIDO dirancang untuk memberikan kemudahan bagi guru dalam mengoperasikan papan tulis digital melalui perintah suara. Dengan teknologi ini, pendidik tidak perlu lagi bergantung pada mouse, keyboard, atau layar sentuh untuk menjalankan berbagai fungsi selama proses mengajar.

Keunikan proyek ini terletak pada keterlibatan langsung dari pengguna yang menjadi sasaran teknologi tersebut. Ardellio dan Azhar berkolaborasi dengan Dadan Mochammad Ramdhan, yang akrab dipanggil Pak Damar, seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 20 Bandung, yang juga merupakan penyandang disabilitas.

Peran Aktif Pak Damar dalam Pengembangan TRIDO

Pak Damar tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi pengembang, tetapi juga berperan aktif dalam menguji purwarupa dan memberikan masukan berharga. Ia membantu kedua siswa dalam menentukan fitur-fitur yang benar-benar dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Melalui kolaborasi ini, muncul ide untuk menciptakan papan tulis yang dapat dikendalikan hanya dengan suara. Dengan sistem ini, guru cukup memberikan instruksi, dan teknologi akan menerjemahkan perintah tersebut menjadi tindakan yang terjadi di kanvas digital.

Fitur Unggulan dari TRIDO

Perintah seperti “buatkan mind map tentang angkatan sastra puisi” dapat diproses dan diubah menjadi diagram yang informatif. TRIDO juga memiliki fitur untuk membuat kuis, merangkum materi pembelajaran, serta mengatur penghitung waktu pembelajaran, yang sangat berguna dalam kegiatan belajar mengajar.

  • Pembuatan mind map secara otomatis
  • Fasilitas kuis untuk evaluasi pembelajaran
  • Penyusunan rangkuman materi
  • Pengaturan waktu untuk aktivitas belajar
  • Interaksi real-time antara guru dan siswa

Aplikasi ini mengadopsi pendekatan voice-first dengan dukungan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan animasi kursor AI yang memungkinkan siswa untuk melihat perubahan yang terjadi pada papan tulis secara langsung.

Interaksi Real-time antara Guru dan Siswa

Materi pembelajaran yang disiapkan oleh guru dapat dibagikan secara langsung ke perangkat siswa melalui peramban tanpa memerlukan mereka untuk masuk menggunakan akun. Hal ini mempermudah aksesibilitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Makna di Balik Nama TRIDO

Nama TRIDO merupakan akronim dari Teacher, Student, Technology, and Do. Bagi para pengembangnya, nama ini merepresentasikan tujuan dari teknologi yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Transformasi Ide Menjadi Solusi Nyata

Ide untuk menciptakan TRIDO berawal ketika Ardellio dan Azhar ingin meningkatkan kesadaran mengenai aksesibilitas. Namun, mereka kemudian memutuskan untuk mengubah pendekatan dan fokus pada pembuatan teknologi yang dapat digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang dapat diimplementasikan, bukan hanya sekadar dibicarakan,” ungkap mereka mengenai gagasan yang menjadi dasar pengembangan proyek ini.

Menangani Hambatan dalam Penggunaan Teknologi

Diskusi dengan Pak Damar mengungkap bahwa tantangan dalam penggunaan teknologi pembelajaran tidak hanya terkait dengan kondisi fisik. Ketersediaan perangkat, akses internet, serta desain aplikasi yang kurang memperhatikan aksesibilitas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

  • Ketergantungan pada perangkat tertentu
  • Akses internet yang tidak merata
  • Desain aplikasi yang tidak ramah pengguna
  • Kurangnya pelatihan untuk guru
  • Faktor biaya yang menghambat akses

“Proyek ini lahir dari kepedulian terhadap keterbatasan yang dialami oleh guru kami. Kami juga menyadari bahwa masih banyak individu lain dengan keterbatasan fisik atau kebutuhan khusus. Dengan demikian, proyek ini sebenarnya berakar dari kecintaan kami kepada guru kami,” jelas Ardellio mengenai inspirasi di balik TRIDO.

Integrasi Masukan Pak Damar dalam Fitur TRIDO

Masukan dari Pak Damar kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai fungsi dalam TRIDO, termasuk analisis puisi, pembuatan kuis, dan pengaturan waktu pembelajaran. Semua fitur ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar, menjadikan proses pendidikan lebih inklusif dan efektif.

Dengan demikian, TRIDO tidak hanya menjadi alat bantu mengajar, tetapi juga simbol dari keberanian dan inovasi yang lahir dari kolaborasi antara siswa dan pendidik. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik untuk semua, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan.

Inovasi seperti TRIDO menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pendidikan, membuka peluang baru bagi semua pihak yang terlibat dalam proses belajar mengajar. Dengan dukungan yang tepat, kita dapat menciptakan dunia pendidikan yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi semua orang.

➡️ Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026: Jadwal Pencairan dan Rincian Komponen Terkini yang Penting

➡️ Baca Juga: DPRD Kabupaten Cirebon Sampaikan Catatan Penting untuk Disbudpar dalam Video Resmi

Related Articles

Back to top button