Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan dengan Benar dan Tepat

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi isu krusial di berbagai daerah di Indonesia, terlebih saat cuaca panas dan kering melanda. Memasuki awal September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kondisi tersebut. Sekitar 80 persen dari total wilayah telah memasuki musim kemarau. Pada periode 25-27 Agustus 2026, terdapat setidaknya 15 laporan mengenai kejadian karhutla di delapan provinsi. Dengan meningkatnya suhu dan kekeringan, risiko kebakaran semakin tinggi. Dalam situasi ini, banyak masyarakat yang memilih melaksanakan salat istisqa sebagai upaya spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun. Pada Selasa, 1 September 2026, sekitar 350 umat Muslim di Singkawang, Kalimantan Barat, melaksanakan salat istisqa di tengah kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut. Salat ini dilakukan sebagai bentuk permohonan bersama agar hujan segera turun. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan salat istisqa, dan bagaimana niat serta tata caranya?
Pengenalan Salat Istisqa
Salat istisqa adalah salat sunnah yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama saat suatu daerah mengalami kekeringan berkepanjangan. Dalam keadaan seperti itu, salat istisqa menjadi salah satu bentuk usaha spiritual dari umat Islam untuk meminta hujan yang membawa berkah. Pelaksanaan salat ini biasanya dilakukan secara berjamaah di area terbuka. Selain salat, terdapat pula rangkaian kegiatan lain yang menyertainya, seperti khutbah dan doa untuk memohon ampunan serta turunnya hujan.
Niat Salat Istisqa
Salat istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Berikut adalah niat yang bisa dibaca saat akan melaksanakan salat ini:
أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat salat sunnah istisqa dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.” Sesuaikan lafaz niat ini dengan posisi Anda, apakah sebagai imam atau makmum.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Istisqa
Secara umum, pelaksanaan salat istisqa terdiri dari dua rakaat dengan langkah-langkah yang harus diikuti, yaitu:
- Melaksanakan Secara Berjamaah: Salat istisqa sebaiknya dilakukan bersama-sama di lapangan terbuka. Sebelum memulai, umat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
- Tanpa Azan dan Iqamah: Berbeda dengan salat wajib, salat istisqa tidak diawali dengan azan atau iqamah.
- Membaca Niat: Sebelum memulai salat, jamaah harus membaca niat salat istisqa dua rakaat dengan penuh kesungguhan.
- Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram, imam mengucapkan tujuh kali takbir tambahan. Setelah itu, diikuti dengan membaca Al-Fatihah dan surah dari Al-Qur’an, serta melanjutkan gerakan salat hingga rakaat pertama selesai.
- Rakaat Kedua: Pada rakaat kedua, dilakukan lima kali takbir tambahan. Kemudian, bacaan dan gerakan salat dilanjutkan hingga selesai dan diakhiri dengan salam.
Setelah salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah. Dalam khutbah ini, jamaah diingatkan untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, serta berdoa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
Doa Memohon Hujan
Di antara doa yang bisa dipanjatkan saat meminta hujan adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.” Doa ini mencerminkan harapan agar hujan yang turun tidak hanya mengatasi kekeringan, tetapi juga memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif.
Pelaksanaan Salat Istisqa di Tengah Karhutla
Di Singkawang, selain pelaksanaan salat istisqa, masyarakat di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, juga diundang untuk melakukan salat istisqa dalam menghadapi kabut asap akibat karhutla dan kondisi kemarau yang berkepanjangan. Salat ini menjadi bentuk ikhtiar kolektif untuk memohon hujan dan keberkahan. Di Mempawah, masyarakat juga menggelar salat istisqa pada 1 September 2026 dalam suasana kemarau yang menyertai kabut asap. Fenomena ini menunjukkan bagaimana masyarakat menggabungkan usaha spiritual dengan langkah-langkah menghadapi tantangan lingkungan yang sulit.
Namun, penting untuk diingat bahwa salat istisqa bukanlah satu-satunya langkah yang diambil untuk menangani karhutla. Penanganan kebakaran hutan dan lahan memerlukan tindakan nyata, seperti pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, pengelolaan lahan yang aman, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap. Dengan demikian, salat istisqa dapat dianggap sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga keseimbangan alam dan mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Film Superman: Man of Tomorrow Resmi Memulai Proses Syuting di Lokasi Terpilih
➡️ Baca Juga: Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online Menggunakan NIK KTP dengan Mudah




