Kemenpar Dukung Rehabilitasi Desa Adat Sade Lombok Setelah Kebakaran

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah mengambil langkah proaktif untuk mendukung rehabilitasi Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah mengalami kebakaran yang merusak. Proses pemulihan ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada revitalisasi sosial dan budaya masyarakat setempat yang sangat bergantung pada keberlangsungan desa adat ini.
Proses Rehabilitasi yang Berkelanjutan
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi Desa Adat Sade diukur bukan hanya dari seberapa banyak bangunan yang berhasil dibangun kembali, tetapi juga dari seberapa cepat masyarakat dapat berdaya, budaya tetap terjaga, ekonomi bergerak, dan wisatawan dapat mengunjungi lokasi dengan aman. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kementerian untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Pada kunjungan ke lokasi pada tanggal 11 Oktober, Widiyanti menginformasikan bahwa rekonstruksi Desa Adat Sade telah dimulai sejak 3 September 2026. Acara tersebut ditandai dengan pelaksanaan ritual adat Nyemulak (Tanjak Teken), yang berfungsi sebagai simbol peletakan batu pertama untuk pembangunan kembali kawasan tersebut bersama mitra-mitra terkait.
Prioritas Pemulihan Fasilitas Esensial
Dalam tahap awal rehabilitasi, perhatian utama diberikan pada pemulihan fasilitas yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Beberapa fasilitas yang menjadi prioritas meliputi:
- Pembangunan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah.
- Sekenam yang berfungsi sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat.
- Museum semipermanen untuk melestarikan sejarah dan budaya lokal.
- Fasilitas kamar mandi dan toilet yang layak untuk meningkatkan sanitasi.
Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat sehari-hari dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga Desa Adat Sade.
Melestarikan Budaya dan Keamanan
Proses rekonstruksi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga berupaya mempertahankan karakteristik arsitektur rumah adat serta tata ruang tradisional yang menjadi ciri khas Desa Adat Sade. Upaya ini penting untuk memastikan bahwa budaya dan identitas masyarakat Sasak tetap terjaga meskipun dalam proses pembangunan.
Demi menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan, pembangunan kembali desa tersebut akan dilengkapi dengan sistem perlindungan terhadap risiko kebakaran dan kesiapsiagaan keadaan darurat. Dengan kata lain, pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya berorientasi pada aspek budaya, tetapi juga mempertimbangkan faktor keamanan yang sangat penting.
Aspek Keselamatan yang Diterapkan
Beberapa aspek keselamatan yang akan diterapkan dalam proses rehabilitasi meliputi:
- Penyediaan sistem proteksi kebakaran yang memadai.
- Pembuatan jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses.
- Ketersediaan pasokan air dan alat pemadam kebakaran.
- Perbaikan sanitasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
- Pembangunan infrastruktur yang mendukung penanganan keadaan darurat.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Desa Adat Sade tidak hanya kembali menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga menjadi lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.
Peran Kementerian Pariwisata dalam Pemulihan Ekonomi
Di samping pemulihan infrastruktur, Kementerian Pariwisata juga telah menyalurkan bantuan modal usaha dan peralatan kerja dengan nilai total mencapai Rp817,5 juta. Bantuan ini meliputi:
- 15 unit alat tenun gedogan untuk mendukung kerajinan lokal.
- Modal kerja bagi 69 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- 70 paket bahan baku tenun untuk produksi.
- 43 paket peralatan kerajinan non-tenun.
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan stimulus bagi para pengrajin dan pelaku UMKM untuk kembali beraktivitas dan menghasilkan produk berkualitas.
Program Pelatihan untuk Masyarakat Lokal
Sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang, Kementerian Pariwisata juga merancang berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat lokal dalam mengelola kegiatan pariwisata serta usaha kreatif berbasis budaya. Program-program ini mencakup:
- Peningkatan kompetensi pemandu wisata lokal.
- Penerapan standar keselamatan dan pelayanan wisata yang lebih baik.
- Pembaruan katalog produk kerajinan untuk menarik minat wisatawan.
- Penguatan identitas dan citra produk melalui branding yang tepat.
- Pemanfaatan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat lokal dapat beradaptasi dan berinovasi dalam mengelola potensi pariwisata di Desa Adat Sade.
Persiapan Peluncuran Kembali Desa Adat Sade
Peluncuran kembali Desa Adat Sade sebagai destinasi wisata budaya juga sedang dalam tahap persiapan. Kementerian Pariwisata memastikan bahwa masyarakat, fasilitas pendukung, dan standar keselamatan telah siap agar wisatawan dapat kembali berkunjung dengan aman dan nyaman.
Dukungan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat adat Sade, khususnya para pengrajin dan pengusaha UMKM, untuk kembali berproduksi, memasarkan hasil kerajinan mereka, dan memperoleh penghasilan harian tanpa harus menunggu seluruh proses pembangunan fisik selesai.
Menjaga Keterampilan Tradisional
Langkah-langkah tersebut juga merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan keterampilan tradisional masyarakat Sasak, termasuk dalam produksi kerajinan tenun. Kerajinan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan segala langkah dan program yang diterapkan, Kementerian Pariwisata berharap Desa Adat Sade dapat bangkit kembali sebagai pusat budaya yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, rehabilitasi Desa Adat Sade bukan hanya sekadar membangun kembali fisik yang hilang, melainkan juga menghidupkan kembali semangat dan jati diri masyarakat yang telah ada sejak lama.
➡️ Baca Juga: Tampil Menawan Seharian dengan 4 Pilihan Warna Softlens untuk Halbi Lebaran
➡️ Baca Juga: Rupiah Hari Ini Tertekan, Dampak Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar Keuangan




