5 Film dan Drama Korea Unggulan yang Menggambarkan Perjuangan Demokrasi dan Keadilan

Sinema Korea Selatan tidak hanya dikenal karena hiburannya yang menarik, tetapi juga karena kemampuannya merefleksikan sejarah dan perjuangan masyarakatnya. Dalam perjalanan menuju demokrasi dan keadilan, banyak film dan drama Korea yang menggambarkan kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan melawan penindasan dan pencarian keadilan. Melalui karya-karya ini, penonton diajak untuk memahami betapa berharganya kebebasan dan hak asasi manusia. Dalam artikel ini, kami akan mengulas lima film dan drama Korea unggulan yang mewakili tema demokrasi dan keadilan.
1. 1987: When the Day Comes (2017)
Film yang disutradarai oleh Jang Joon-hwan ini dirilis pada 27 Desember 2017 dan memiliki durasi 129 menit. Diperankan oleh aktor-aktor ternama seperti Kim Yoon-seok, Ha Jung-woo, dan Kim Tae-ri, film ini dapat disaksikan di Prime Video. Mengisahkan peristiwa di Seoul pada Januari 1987, film ini berfokus pada tragedi kematian mahasiswa aktivis Park Jong-chul yang tewas akibat penyiksaan selama interogasi oleh aparat rezim otoriter. Penolakan pihak jaksa untuk mengkremasi jenazah tanpa otopsi menggerakkan hati para jurnalis, sipir penjara, dan mahasiswa untuk mengungkap kebenaran. Tindakan berani ini menjadi pemicu bagi Gerakan Demokrasi Juni 1987 yang bersejarah.
2. A Taxi Driver (2017)
Film yang dirilis pada 2 Agustus 2017 ini merupakan karya sutradara Jang Hoon. Diperankan oleh Song Kang-ho, Thomas Kretschmann, dan Ryu Jun-yeol, film ini tersedia di platform Netflix dan Prime Video. Mengisahkan tentang Gwangju pada Mei 1980, cerita ini mengikuti Kim Sa-bok, seorang sopir taksi dari Seoul yang membantu jurnalis Jerman Jürgen Hinzpeter untuk mendapatkan informasi tentang pembantaian yang dilakukan oleh militer. Meskipun awalnya apatis terhadap politik, Sa-bok akhirnya berjuang untuk menyelamatkan nyawa dan mengungkapkan kebenaran tentang peristiwa kelam tersebut.
3. The Attorney (2013)
Film ini disutradarai oleh Yang Woo-suk dan tayang perdana pada 18 Desember 2013. Dikenal luas di kalangan penonton, film ini dibintangi oleh Song Kang-ho, Im Si-wan, dan Kim Young-ae. Berlatar belakang tahun 1981 di Busan, film ini mengangkat Kasus Burim yang menjadi titik tolak transformasi Roh Moo-hyun, mantan Presiden Korea Selatan, dari pengacara pajak menjadi pembela hak asasi manusia. Keputusan Roh untuk membela sekelompok mahasiswa yang ditangkap secara sewenang-wenang dan disiksa oleh rezim Chun Doo-hwan membuka jalan bagi perjuangan hukum yang lebih luas di negara itu.
4. Youth of May (2021)
Drama ini ditayangkan di KBS2 pada 3 Mei 2021 dan disutradarai oleh Song Min-yeob. Terdiri dari 12 episode, drama ini dibintangi oleh Lee Do-hyun, Go Min-si, dan Lee Sang-yi, serta dapat ditonton di Viu, Netflix, dan Prime Video. Mengambil latar di Gwangju pada Mei 1980, ‘Youth of May’ mengeksplorasi kisah cinta antara Hwang Hee-tae, seorang mahasiswa kedokteran, dan Kim Myung-hee, seorang perawat yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dalam konteks pergerakan sosial dan kekerasan militer, mereka harus mengesampingkan impian pribadi demi membantu para korban di garis depan.
5. 12:12: The Day (2023)
Sebuah film aksi sejarah yang disutradarai oleh Kim Sung-su, ’12:12: The Day’ dirilis pada 22 November 2023 dengan bintang Hwang Jung-min dan Jung Woo-sung. Film ini menggambarkan peristiwa kudeta militer yang terjadi di Seoul pada 12 Desember 1979, setelah pembunuhan Presiden Park Chung-hee. Dalam sembilan jam yang menegangkan, Komandan Lee Tae-shin dan pasukannya berjuang untuk melindungi konstitusi negara dari ancaman kekuasaan otoriter yang baru. Penonton akan disuguhkan dengan konflik dan ketegangan yang mencerminkan realitas sosial saat itu.
Film dan drama Korea ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan yang dihadapi masyarakat dalam mencapai demokrasi dan keadilan. Setiap karya memiliki cara unik untuk menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan menolak penindasan. Dengan menyaksikan kisah-kisah ini, kita dapat belajar dari sejarah dan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan di dunia saat ini.
➡️ Baca Juga: Korlantas Polri Luncurkan Layanan Buka Blokir ETLE Melalui Samsat Secara Resmi
➡️ Baca Juga: Cek Status Desil Bansos 2026 Secara Online Menggunakan NIK KTP dengan Mudah




