Waspadai Lonjakan Harga, DPR Mendorong Pemerintah Tingkatkan Ketersediaan Pasar Murah

Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, muncul keprihatinan mengenai potensi lonjakan harga bahan pangan. Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengingatkan pemerintah untuk memperbanyak program pasar murah sebagai langkah strategis untuk menekan kenaikan harga. Ia menilai bahwa ketersediaan pangan nasional, terutama untuk sembilan komoditas utama, dalam kondisi yang aman hingga setelah Lebaran. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan permintaan yang diprediksi meningkat.
Perhatian Terhadap Lonjakan Harga Pangan
Rajiv menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah terhadap potensi lonjakan harga yang dapat terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan bahwa pada hari Minggu (15/3), harga daging sapi kualitas I di pedagang eceran telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) dan mencapai Rp146.600 per kilogram. Ini menjadi sinyal awal bahwa pasar mungkin akan mengalami ketidakstabilan menjelang hari besar.
Harga Acuan Penjualan yang Harus Diperhatikan
Menurut penjelasan Rajiv, Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 menetapkan harga acuan penjualan untuk daging sapi segar. HAP ditetapkan sebesar Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang. Ketika harga di tingkat pedagang eceran melewati angka tersebut, ini menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dalam ekosistem distribusi pangan.
- Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp146.600 per kilogram.
- HAP untuk paha depan ditetapkan Rp130.000 per kilogram.
- HAP untuk paha belakang ditetapkan Rp140.000 per kilogram.
- Peningkatan harga dapat disebabkan oleh permintaan yang meningkat.
- Disparitas pasokan antar daerah juga berkontribusi pada lonjakan harga.
Penyebab Lonjakan Harga yang Harus Diwaspadai
Rajiv menegaskan bahwa kenaikan harga daging yang melampaui acuan HAP perlu ditanggapi dengan serius. Hal ini bisa menjadi pertanda adanya peningkatan permintaan, masalah dalam distribusi, disparitas pasokan antar daerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi. Mengabaikan fenomena ini bisa berakibat fatal bagi kestabilan ekonomi masyarakat.
“Lonjakan harga yang melewati batas acuan Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram harus dilihat sebagai sinyal penting,” ujarnya. Dalam pandangannya, pemerintah tidak seharusnya menganggap kenaikan harga ini sebagai hal yang wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat biasanya meningkat tajam.
Strategi Pasar Murah sebagai Solusi
Untuk mengatasi potensi lonjakan harga, Rajiv mendorong pemerintah untuk memperbanyak program pasar murah. Inisiatif ini dianggap sebagai solusi cepat dan efektif untuk menstabilkan harga menjelang Lebaran. Dengan adanya pasar murah, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
- Program pasar murah dapat membantu menstabilkan harga.
- Pasar murah menyediakan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
- Pemerintah perlu meningkatkan frekuensi pasar murah menjelang perayaan besar.
- Partisipasi masyarakat dalam program ini sangat penting.
- Pasar murah bisa menjadi sarana edukasi tentang harga pangan yang wajar.
Ketersediaan Pangan Nasional yang Masih Aman
Di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga, Rajiv ingin meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan pangan nasional masih dalam kondisi yang baik. Ia menegaskan bahwa cadangan pangan pemerintah cukup melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. “Cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini, neraca pangan sembilan komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia tetap mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan. Ini menjadi penting agar masyarakat tidak menghadapi beban harga yang lebih tinggi setelah Lebaran. Ketersediaan pangan yang cukup belum tentu menjamin harga yang stabil tanpa adanya langkah-langkah preventif dari pemerintah.
Peran Komisi IV dalam Kebijakan Pangan
Rajiv menambahkan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus mengawasi dan mendorong kebijakan pangan nasional. Fokus utama mereka adalah memastikan stabilitas pasokan dan harga tidak hanya terlihat dalam neraca nasional, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
- Komisi IV berkomitmen untuk mengawasi kebijakan pangan nasional.
- Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.
- Monitoring distribusi pangan akan dilakukan secara berkala.
- Transparansi informasi harga pangan menjadi prioritas.
- Dukungan terhadap pasar tradisional sebagai bagian dari kebijakan pangan.
Kesimpulan
Dalam menghadapi potensi lonjakan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah diharapkan untuk meningkatkan ketersediaan pasar murah. Ini adalah langkah strategis yang dapat membantu menjaga kestabilan harga dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ketersediaan pangan nasional dapat terjaga dan harga tetap stabil, sehingga semua pihak dapat merayakan hari besar dengan tenang.
➡️ Baca Juga: Intip Teknologi “Otak” Kapal Perang Terbaru dari Len, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
➡️ Baca Juga: BMKG Proyeksikan Cuaca Hujan di Jakarta Siang Ini: Analisis Terkini


