Hindia Jabat Eksekutif Produser Film Adaptasi Album Menari Dengan Bayangan

Jakarta – Vokalis grup musik alternatif rock .Feast, Baskara Putra, yang lebih dikenal dengan nama Hindia, kini bersiap untuk merambah dunia perfilman. Dalam langkah barunya, ia akan mengambil peran sebagai eksekutif produser dalam film yang diadaptasi dari album debut solonya, “Menari Dengan Bayangan” (2019). Proyek ini akan dikerjakan bersama Palari Films, dengan Edwin sebagai sutradara dan naskah yang dikembangkan oleh Winnie Benjamin dan Widya Arifianti. Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy akan mengisi posisi produser, dan pengumuman mengenai proyek ini disampaikan pada acara perayaan ulang tahun ke-10 Palari Films serta pengumuman slate untuk tahun 2026 yang berlangsung di AKR Tower, Jakarta Barat, pada hari Kamis, 2 April 2026.
Antusiasme Hindia dalam Dunia Perfilman
Dalam kesempatan tersebut, Hindia mengungkapkan rasa antusiasmenya untuk menjalani peran barunya sebagai eksekutif produser. “Ini adalah pengalaman pertama saya dalam posisi eksekutif produser, jadi saya merasa tegang namun juga sangat bersemangat. Dengan dukungan dari teman-teman di Palari Films, termasuk Mas Eddy dan Mas Edwin, saya yakin proyek ini akan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Hindia juga menambahkan bahwa adaptasi album musiknya menjadi film merupakan salah satu impian yang telah ia miliki sejak lama. Menurutnya, mengubah karya musik menjadi bentuk lain adalah peluang menarik untuk memperluas makna cerita yang telah ia bangun. “Saya dari dulu ingin semua album saya bertransformasi, dan kebetulan album pertama saya, ‘Menari Dengan Bayangan’, mendapat kesempatan untuk menjadi film bersama Bung Edwin,” tuturnya dengan penuh harapan.
Detail Cerita yang Masih Dirahasiakan
Meskipun demikian, Hindia belum bersedia mengungkapkan dengan detail mengenai cerita film ini. Ia hanya memastikan bahwa film ini akan mengangkat tema coming-of-age dengan pendekatan yang orisinal, terinspirasi dari tema-tema dalam albumnya. “Untuk sinopsis, saya masih belum bisa berbagi banyak, karena sepertinya belum boleh diumumkan. Yang jelas, ini adalah cerita coming-of-age tentang anak-anak SMA,” tambahnya.
Hindia juga menjelaskan bahwa seluruh materi dari album “Menari Dengan Bayangan” akan berpotensi menjadi elemen musikal dalam film tersebut, meskipun detailnya masih dalam tahap pengembangan. “Saya rasa keseluruhan album ini bisa menjadi soundtrack film. Namun, saya belum bisa memastikan lagu mana yang akan dipakai. Yang pasti, seluruh album adalah soundtracknya,” ungkapnya.
Kekaguman Terhadap Gaya Penyutradaraan Edwin
Hindia juga mengakui kekagumannya terhadap gaya penyutradaraan Edwin, yang dinilai mampu menghadirkan nuansa emosional yang kuat dalam genre coming-of-age. Kekaguman ini menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa yakin bahwa proyek ini berada di tangan yang tepat. “Saya sudah lama menyukai gaya sutradara Mas Edwin. Dari karya-karyanya yang terbaru, seperti ‘Kabut Berduri’ (2024) hingga ‘Posesif’ (2017), saya rasa dia mampu memberikan cerita coming-of-age yang sangat menggigit dibandingkan dengan yang lainnya,” ujarnya.
Namun, Hindia juga menyadari bahwa industri film adalah dunia yang baru baginya. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa saat ini ia berada dalam posisi untuk belajar dan memahami proses kolaboratif dalam produksi film. “Saya pribadi masih belum tahu apakah bisa menerjemahkan semua ini dengan baik. Tentu saja ini adalah ilmu baru, dan industri film berbeda dari musik. Saya sangat menghormati semua orang yang bekerja di industri film. Saya tahu ini adalah kerja tim yang besar, dan saya di sini untuk belajar,” tutupnya.
Sinopsis Film ‘Menari Dengan Bayangan’
Film “Menari Dengan Bayangan” akan mengisahkan perjalanan Agra, seorang remaja penyendiri yang terjebak dalam kekacauan masa sekolahnya. Di tengah perjalanan tersebut, persahabatan, cinta, dan kenakalan remaja akan mengubah cara pandangnya tentang rasa memiliki dan kehilangan. Agra akan dipaksa untuk menghadapi ketidakpastian masa depan serta bayang-bayang dari masa lalunya.
Proses Produksi dan Harapan untuk Film Pertama
Dengan pengalaman yang masih minim di dunia film, Hindia berharap agar proses produksi film ini berjalan lancar. Ia percaya bahwa keberhasilan film ini tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi pada kolaborasi seluruh tim yang terlibat. “Saya berharap semua orang bisa memberikan yang terbaik dalam proyek ini. Ini adalah langkah awal saya di industri film, dan saya ingin belajar sebanyak mungkin dari pengalaman ini,” ujarnya.
Hindia juga menekankan pentingnya mendengarkan masukan dari orang-orang berpengalaman di sekitarnya. Ia percaya bahwa setiap kolaborasi akan membawa perspektif baru yang dapat memperkaya cerita yang ingin disampaikan. “Saya ingin terbuka terhadap ide-ide baru dan masukan dari semua orang dalam tim. Setiap orang di sini memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda, dan itu sangat berharga dalam proses kreatif ini,” tambahnya.
Peran Eksekutif Produser dalam Industri Film
Dalam dunia perfilman, posisi eksekutif produser memiliki tanggung jawab yang besar. Mereka bukan hanya bertanggung jawab untuk mengawasi produksi, tetapi juga harus memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan visi dan anggaran yang telah ditetapkan. Eksekutif produser berperan penting dalam pengambilan keputusan strategis dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam produksi.
Berikut adalah beberapa tugas yang biasanya menjadi tanggung jawab eksekutif produser film:
- Mengelola anggaran dan sumber daya finansial.
- Menjalin komunikasi dengan sutradara, penulis, dan pemain.
- Memastikan proyek tetap sesuai dengan jadwal produksi.
- Menangani masalah yang muncul selama proses produksi.
- Berkoordinasi dengan tim pemasaran untuk strategi rilis film.
Dengan berperan sebagai eksekutif produser, Hindia tidak hanya menjajaki jalur baru dalam kariernya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan film yang berkualitas. Ia berharap dapat membawa keunikan dari album musiknya ke dalam dunia film, sehingga penonton dapat merasakan pengalaman yang mendalam dari cerita yang diangkat.
Harapan dan Tantangan di Depan
Tentu saja, perjalanan Hindia di industri film tidak akan selalu mulus. Ia akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknis maupun kreatif. Namun, dengan semangat dan dukungan dari rekan-rekannya, ia optimis bahwa film ini akan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
Hindia memahami bahwa setiap langkah yang diambil dalam industri film adalah proses belajar. Ia siap menerima kritik dan saran agar dapat berkembang dan memberikan yang terbaik. “Saya sangat menghargai setiap masukan, baik positif maupun negatif, karena itu semua adalah bagian dari proses belajar,” tutupnya.
Dengan rencana yang matang dan tim yang solid, film “Menari Dengan Bayangan” diharapkan dapat menjadi salah satu karya yang menarik perhatian penonton, sekaligus menjadi langkah awal yang kuat bagi Hindia dalam meniti karier di dunia perfilman.
➡️ Baca Juga: Kewajiban Bayi Baru Lahir Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap dan Fakta Menariknya
➡️ Baca Juga: DPRD Jabar Ono Surono Sarankan Restrukturisasi Dinas untuk Efisiensi Layanan Publik




