Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, peran perempuan sebagai penggerak ekonomi semakin penting. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program pendampingan dan pengembangan UMKM di berbagai wilayah. Dengan membangun ekosistem pembinaan yang terintegrasi, termasuk Rumah BUMN Telkom, perusahaan ini berusaha meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya perempuan, agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dan memperluas akses pasar baik secara lokal maupun internasional.
Pentingnya Pemberdayaan Perempuan dalam Ekonomi Nasional
UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional, berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Tingginya keterlibatan perempuan dalam sektor ini menjadikan pemberdayaan mereka sebagai elemen krusial dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif. Dengan memberikan dukungan kepada perempuan penggerak UMKM, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu tetapi juga memperkuat basis ekonomi secara keseluruhan.
Visi Telkom untuk Ekonomi Inklusif
PT Telkom Indonesia berkomitmen tidak hanya pada penguatan konektivitas dan transformasi teknologi, tetapi juga berupaya menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, menekankan bahwa melalui pendampingan yang diberikan, harapannya adalah agar setiap solusi yang dihasilkan oleh perempuan penggerak UMKM memiliki model keberlanjutan yang kuat. Keterlibatan perempuan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan alam dan memperkuat ekonomi lokal untuk masa depan yang lebih baik.
Contoh Nyata Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
Salah satu contoh sukses dari program pendampingan Telkom adalah Dini Windu Asih, pendiri usaha kuliner Mbrebes Milli. Dini bergabung dengan UMKM binaan Telkom pada Januari 2025, dan usahanya lahir dari kerinduan akan masakan ibu. Nama Mbrebes Milli, yang berasal dari bahasa Jawa yang menggambarkan momen emosional saat memotong bawang merah, kini telah menjadi simbol perjuangan dan kemandirian kelompok perempuan di tingkat kelurahan.
Peran Dini dalam Komunitas
Sebagai ketua komunitas, Dini sangat aktif dalam mengajak anggota lainnya untuk bergabung dalam ekosistem Rumah BUMN Telkom. Melalui program pendampingan yang sistematis, para pelaku usaha perempuan mendapatkan pelatihan bisnis yang mencakup berbagai aspek, mulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan usaha, tetapi juga membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM perempuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan saluran digital.
Inisiatif Pemberdayaan Berkelanjutan
Semangat kemandirian perempuan juga tercermin dalam inisiatif Tano Puan yang dimiliki oleh Siska Elvi Yunita. Usahanya terpilih sebagai salah satu program terbaik dalam Bumi Berseru Fest 2025, sebuah kompetisi aksi lingkungan yang diselenggarakan oleh Telkom. Nama Tano Puan, yang berasal dari bahasa Batak, menggambarkan tanah dan peran perempuan dalam menjaga serta mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Pengalaman Siska sebagai Agen Perubahan
Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai korban konflik lahan gambut, Siska berupaya mengembangkan pendekatan kewirausahaan berkelanjutan yang memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan. Melalui kelompok Srikandi Purun Jaya, perempuan-perempuan ini mengolah tanaman purun menjadi produk kerajinan ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sambil berkontribusi pada pelestarian ekosistem lahan gambut.
Keselarasan dengan Prinsip ESG
Inisiatif pemberdayaan perempuan yang dilakukan Telkom sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia. Program ini berfokus pada pilar sosial, Empower our People, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui solusi berbasis digital.
Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan kelima mengenai Kesetaraan Gender. Dengan memperkuat peran perempuan dalam pengembangan UMKM, Telkom berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif serta menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Strategi Pendampingan untuk Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan perempuan penggerak UMKM melalui pendampingan yang efektif sangat penting untuk menciptakan dampak yang signifikan. Beberapa strategi yang diterapkan dalam program ini meliputi:
- Pembekalan kurikulum bisnis yang komprehensif.
- Pelatihan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing.
- Pemberian akses ke pasar yang lebih luas.
- Pengembangan jaringan kolaborasi antar pelaku UMKM.
- Penyediaan platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Manfaat Jangka Panjang dari Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan perempuan penggerak UMKM bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan usaha mereka, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang yang lebih luas, antara lain:
- Meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas.
- Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan perempuan.
- Memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
- Mendorong keberagaman dalam dunia bisnis.
- Menjaga keberlanjutan lingkungan melalui praktik usaha yang ramah lingkungan.
Kesimpulan
Dengan komitmen yang kuat untuk memberdayakan perempuan penggerak UMKM, Telkom tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui program-program yang dirancang dengan baik, diharapkan perempuan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam ekonomi, sehingga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Upaya ini merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih baik bagi semua.
➡️ Baca Juga: Jelang Mudik, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP
➡️ Baca Juga: Mengungkap Penyalahgunaan Program Makan Bergizi Gratis: Fenomena ‘Ternak Yayasan’ dan Kecenderungan Bisnis yang Memprihatinkan
