Gubernur Khofifah Tegaskan BSPS Efektif Turunkan Kemiskinan dan Perkuat Ekonomi Daerah

SURABAYA – Dalam upaya menanggulangi kemiskinan dan memperkuat perekonomian masyarakat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah terbukti efektif. Melalui program ini, hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah disediakan di berbagai daerah di Jawa Timur, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.
Strategi Pembangunan Perumahan yang Efektif
Khofifah menegaskan bahwa BSPS merupakan langkah strategis karena langsung memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yaitu tempat tinggal yang memadai. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, tetapi juga berperan penting dalam penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut. “Dampak dari program ini sangat signifikan, karena hunian yang layak dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya dalam keterangannya di Surabaya, pada Senin (04/5).
Peningkatan Renovasi Rumah
Data menunjukkan bahwa jumlah rumah yang direnovasi melalui program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan yang membanggakan. Dari hanya sekitar 2.914 unit pada tahun 2025, angka tersebut melonjak menjadi 33.000 unit pada tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang lebih baik bagi masyarakat.
- 2025: 2.914 unit rumah direnovasi
- 2026: 33.000 unit rumah direnovasi
- Peningkatan signifikan dalam program perumahan
- Kontribusi terhadap penurunan kemiskinan
- Meningkatkan taraf hidup masyarakat
Dampak Positif terhadap Kesejahteraan
Khofifah menjelaskan bahwa rumah yang layak huni merupakan indikator krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hunian yang baik berdampak langsung pada aspek kesehatan, pendidikan, dan produktivitas keluarga. “Ketika masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, kualitas hidup mereka akan meningkat,” tambahnya.
Dengan hunian yang layak, beban ekonomi keluarga dapat berkurang, kesehatan anggota keluarga pun dapat meningkat, serta daya tahan sosial masyarakat akan semakin kuat. Hal ini menunjukkan bahwa program BSPS bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga investasi dalam kualitas hidup masyarakat.
Integrasi Program Perumahan dan Ekonomi
Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya integrasi antara program perumahan dengan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, pendekatan ini merupakan model pembangunan yang komprehensif untuk menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan. “Tujuannya adalah membangun bukan hanya rumah, tetapi juga kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Program ini tidak hanya berfokus pada intervensi hunian, tetapi juga pada penguatan ekonomi keluarga. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah yang layak, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Kolaborasi dengan Sektor Keuangan
Lebih lanjut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menambahkan bahwa program BSPS di Jawa Timur terintegrasi dengan berbagai inisiatif keuangan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan pembiayaan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar yang dikhususkan untuk perempuan pelaku usaha. “Kami ingin memastikan bahwa keluarga penerima tidak hanya mendapatkan hunian yang layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi,” ujarnya.
Peluang Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi
Maruarar juga menyampaikan bahwa pembangunan 33.000 unit rumah diperkirakan akan menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor, termasuk konstruksi, transportasi, dan industri bahan bangunan. “Ekosistem perumahan ini tidak hanya menguntungkan sektor perumahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan di berbagai sektor lainnya,” katanya.
- Menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja
- Sektor yang terlibat: konstruksi, transportasi, bahan bangunan
- Memberdayakan UMKM
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
- Keberlanjutan pembangunan daerah
Partisipasi Masyarakat dalam Program
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Haryo Soekartono, mengatakan bahwa sekitar 1.252 kepala keluarga di Surabaya telah menjadi penerima manfaat dari program BSPS. Hingga awal Mei 2026, sekitar 600 penerima sudah terverifikasi, menunjukkan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Bambang juga mengapresiasi inisiatif pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai langkah untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan hunian yang layak.
Kesimpulan
Program BSPS yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah menunjukkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Dengan menyediakan hunian yang layak dan terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi, program ini bukan hanya berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan bagi masyarakat Jawa Timur.
➡️ Baca Juga: Waspadai Lonjakan Harga, DPR Mendorong Pemerintah Tingkatkan Ketersediaan Pasar Murah
➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Mengelola Usaha Tanpa Jam Operasional Tetap Setiap Hari




