Arsip Tag: Pinjol

Ingin Cepat Kaya Bikin Generasi Muda Terbuai Pinjol hingga Investasi Bodong

Kaurama, Jakarta – Perencana keuangan Rista Zwestika mengabarkan banyak anak muda di Indonesia yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan penipuan investasi.

Ia mengatakan kemudahan akses digital dan kebutuhan akan lapangan kerja segera telah mendorong banyak generasi muda melakukan peminjaman dan penipuan.

Rista dari acara Jago Money Quest mengatakan, “Banyak anak muda yang ingin cepat kaya, banyak orang di media yang tergoda untuk tidak bekerja dan menjadi kaya, sehingga terpengaruh oleh kemudahan memberi,” kata Rista dari acara Jago Money Quest. Acara, bangunkan bank. , Rabu (21/2/2024).

Rista menuturkan, Generasi Z (Gen Z) telah diberikan keleluasaan, bahkan generasi muda berusia 19 tahun pun bisa mendaftar pinjaman.

“Karena caranya kebanyakan sederhana, hanya perlu KTP, asal punya KTP, bisa daftar pinjaman,” kata Rista.

Rista mengatakan, berdasarkan statistik, sudah ada 72.146 masyarakat Indonesia berusia di bawah 19 tahun yang mengambil pinjaman online, yang jika dipertahankan mencapai Rp 168 miliar. Kemudian 10.900 orang berusia 19-34 tahun telah mengambil pinjaman hingga Rp 26 triliun.

Rista menambahkan, sebagian besar kelompok usia 19-34 tahun menggunakan Pinjol untuk kebutuhan seperti belanja online, jalan-jalan, dan menonton konser.

“Tidak hanya untuk kebutuhan, pinjol juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Ini diperparah dengan adanya Covid,” kata Rista.

Oleh karena itu, ia meminta para pemuda untuk belajar mengenai strategi keuangan agar mampu merencanakan masa depan keuangannya hingga matang.

Berdasarkan data OJK dan Indef tahun 2023, terdapat 72.142 orang berusia di bawah 19 tahun yang tercatat sebagai debitur dengan utang hingga Rp 168,87 miliar.

Kemudian pada kelompok usia 19-34 tahun, jumlah peminjam di Indonesia mencapai 10.914.970 orang dengan total pinjaman mencapai Rp26,87 triliun. Pada periode 2017-2023, OJK juga mencatat ada 6.680 pinjol ilegal yang ditutup.

Sebelumnya diumumkan, Friederika Vidyasari Devi, Direktur Pelayanan Usaha, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK menjelaskan bagaimana bisnis ilegal dan Pinjol Ilegal dan Pinjaman Pribadi (Pinpari) terus tumbuh di Indonesia.

Karena kebutuhan masyarakat, sebagian orang mungkin kurang membaca tentang dasar-dasar produk/layanan keuangan, manajemen investasi, dan keuangan pribadi. Oleh karena itu, mereka tidak menyadari pentingnya memverifikasi otorisasi dari otoritas yang berwenang terkait produk/jasa keuangan sebelum berinvestasi.

Apalagi pengetahuan masyarakat terhadap keuangan digital belum cukup untuk menyikapi pinjol ilegal, khususnya mengenai informasi yang terdapat pada perangkat digital (ponsel), kata Friederika kepada OJK, Jumat (12/1/2024). Mentalitas kasino

Terkait bisnis ilegal, tumbuhnya mentalitas kasino masyarakat yang menjadi contoh keinginan menjadi kaya dengan cepat dan mudah dalam waktu singkat tanpa memikirkan bahayanya hukum.

“Orang yang mendapat janji keuntungan besar dalam waktu singkat dengan mudah kehilangan penilaian baik,” ujarnya.

Selain itu, tekanan dari lingkungan sosial (peer pressure) untuk ikut serta dalam “investasi modal” dapat mempengaruhi keputusan individu yang disebut dengan FOMO (Fear Of Missing Out) untuk menghindarinya.

Sedangkan dari sisi supply, hal utama yang membuat bisnis dan pinjaman ilegal masih marak adalah server yang digunakan pinjaman tersebut berada di luar Indonesia.

Namun upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut terus dilakukan dengan meminta bantuan dari anggota gugus tugas (Kemenkumham, Kominfo, Kementerian Luar Negeri, dan Polari).

Kemudian, mengajukan pinjaman informal menjadi lebih mudah. Dalam hal ini, satgas juga mendalami pihak pembuat aplikasi tersebut dengan menganalisis URL dan nama paket. Pencarian ini dilakukan bekerja sama dengan Cominfo dan Google serta Meta

Oleh karena itu, pengkajian terhadap sekuritas dan bisnis legal serta penegakan hukum yang efektif, tegas dan efektif terhadap bisnis ilegal dan pinjol ilegal sangat penting untuk melindungi masyarakat dari penipuan semacam ini, jelasnya.

Selebriti Kiki menambahkan, OJK dan Kementerian Kehakiman berkomitmen menindak investasi dan pinjaman ilegal, dimana layanan tersebut menimbulkan stres dan kerugian bagi masyarakat.

Lebih Baik Student Loan LPDP daripada Pinjol, Ini Penjelasan Ketua IA-ITB Jawa Barat

Kaurama, BANDUNG – Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung atau IA-ITB Jawa Barat, Jalu Pradhono Priambodo, mendukung pinjaman mahasiswa dibandingkan pinjaman online. Dikenal juga dengan sebutan Pinjol, sebagai solusi permasalahan tunggakan biaya pendidikan, menurutnya rencana penggunaan dana tetap yang dikelola LDP untuk pinjaman mahasiswa merupakan hal yang masuk akal.

“Cukup tetapkan aturan bahwa yang dijamin dengan pinjaman mahasiswa adalah uang berkelanjutan untuk kerjasama dengan perbankan,” ujarnya, Kamis, 1 Februari 2024.

Jalu mengatakan, pinjaman mahasiswa LPPP ini bisa mengatasi permasalahan tunggakan biaya pendidikan seperti yang terjadi belakangan ini di almamaternya. dari banyak lulusan atau alumni

Mereka bisa saja lulus, namun ITB tidak akan memberikan ijazah kepada mereka sebelum mereka melunasi utangnya. “Posisi ITB sulit karena bukan lembaga bank atau lembaga yang bisa mempekerjakan debt collector,” ungkapnya.

Sebagai solusi bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar SPP, Jalu mengatakan perbankan bisa mengelolanya terlebih dahulu. Setelah lulus kuliah pembayaran dilakukan di bank dengan skema pinjaman mahasiswa, yang umum seperti di negara lain. “Prinsipnya mahasiswa akan mencicil setelah lulus dalam kondisi ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.

Program pinjaman mahasiswa ini berbeda dengan pinjaman online yang dikenal dengan PINJALO yang memberikan pembayaran cicilan selama mahasiswa belajar. Sebelum diwisuda Jalu mengatakan, kondisi keuangan mahasiswa masih sama. Oleh karena itu saya khawatir para mahasiswa akan semakin terjerumus ke dalam hutang karena harus menutup hutangnya dengan pinjaman lain atau yang disebut dengan menggali lubang untuk menutup lubang tersebut.

“Gagasan ini tidak bisa diabaikan,” ujarnya sambil membandingkan, “kemungkinan setelah lulus, keadaan ekonomi bos mungkin lebih baik dibandingkan saat masih mahasiswa”.

Besaran pinjaman mahasiswa untuk mahasiswa antara lain dapat mengacu pada rata-rata gaji alumni yang dicatat oleh suatu universitas. Misalnya ITB yang punya tracer study. Jalu menyarankan agar pemerintah melihat benchmark pinjaman mahasiswa di negara-negara seperti Singapura, Australia atau Turki dan Jerman, yang membuat mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya karena dianggap sebagai investasi dalam penelitian.

“Pinjaman mahasiswa di Amerika anjlok. Sebab, perguruan tinggi didominasi oleh perusahaan swasta yang berorientasi pada keuntungan. Oleh karena itu, biaya pendidikan sangat tinggi,” kata Jalu.

Pilihan Editor: Kajian iklim 2021-2050 BRIN menyebutkan Pulau Jawa mengalami pemanasan dan IKN berada dalam kondisi sangat kering.

OJK telah memberikan sanksi administratif kepada peminjam yang tidak mematuhi ketentuan. Baca selengkapnya

ICT Institute sebelumnya meminta KPU Indonesia mengklarifikasi perbedaan penempatan data center antara domain KPU dan Sirecap.

Aplikasi Sirecap yang dianggap menjadi biang kericuhan dan kecurangan pada Pilkada 2024 pertama kali dikembangkan pada tahun 2020 oleh ITB. Baca selengkapnya.

Kebaruan Sirecap yang dikembangkan ITB antara lain kemampuan aplikasinya dalam membaca atau menerjemahkan angka. Baca selengkapnya

Top 3 berita teknologi terkini Senin pagi 19 Februari 2024 dimulai dari berita prakiraan cuaca BMKG kemarin. Baca selengkapnya.

Agung Harsoyo, Guru Besar ITB, mendukung evaluasi komprehensif dan perbaikan sistem data Sirekup karena adanya permasalahan. Baca selengkapnya

Sejauh ini, kegagalan Sirecap membaca data dari Formulir C1 belum diketahui secara pasti penyebabnya. Baca selengkapnya

Top 3 Berita Teknologi Terbaru Minggu Pagi 18 Februari 2024 Artikel Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi atau Sirecap Baca Selengkapnya

Pakar IT ITB menilai kesalahan pada sistem Syrecap tidak beralasan. Baca selengkapnya

CPU mengakui adanya perbedaan hasil antara nomor sementara di Formulir C dengan hasil yang ditunjukkan Sirekup dari ribuan TPS. Baca selengkapnya

Alumni ITB Bicara Beda Tunggakan Uang Kuliah Dulu dan Sekarang

Kaurama, Bandung – Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung atau IA-ITB Jawa Barat, Jalu Pradhono Priambodo, menyayangkan kisruhnya almamaternya terkait utang biaya pendidikan atau UKT. “Mahasiswa ada larangan mengajukan dan ada kendala pengambilan (pinjaman online),” ujarnya, Kamis, 1 Februari 2024.

Menurut Jalu, kenyataan bahwa mahasiswa tidak mampu membayar biaya pendidikan dan memiliki hutang yang belum terbayar bukanlah fenomena baru. Acara ini diadakan setiap semester. Jalu mengatakan, para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu mengetahui situasi tersebut namun tidak khawatir dengan larangan pendaftaran mahasiswa yang berhutang UKT.

“Masing-masing perdana menteri caranya berbeda-beda, setahu saya tidak ada tapi tetap ada kebijakan memegang gelar jika ada kasus,” ujarnya.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya telah membantu mahasiswa yang mengalami kendala di UKT, tambah Jalu. Caranya dengan menghimpun beasiswa melalui berbagai jalur seperti program pendidikan, Salman Filantropis dan Beasiswa Khusus.

“Yang kami sayangkan, persoalan ini sudah muncul, padahal kalau dari jurusan ini kami bisa berkomunikasi dengan himpunan mahasiswa baru atau ITB, kami tidak menyangka akan secepat ini,” kata Jalu: “Tidak perlu meledak. .

Selain siswa, ia mengakui permasalahan siswa yang sudah tamat sekolah jika masih mempunyai biaya untuk belajar. Mahasiswa pascasarjana ini bisa diwisuda namun ijazahnya tidak akan dikeluarkan oleh ITB sampai utangnya lunas. Jalu mengatakan, himpunan mahasiswa juga membantu menyelesaikan kasus mahasiswa pascasarjana yang memiliki hutang dari informasi yang mereka miliki.

Cara kompensasinya adalah alumni datang ke ITB untuk membayar dan kemudian diberikan gelar. Menurutnya, hingga saat ini belum ada cara untuk menagih utang ITB. “Misalnya seorang mahasiswa butuh ijazah, berarti dia yang melakukannya, masalahnya kalau dia tidak butuh ijazah, kemungkinan besar dia tidak akan membayar,” ujarnya.

Jalu menduga sebelumnya pembayaran SPP tidak menjadi masalah karena arus kas ITB tidak terganggu dan sebagian besar pendapatan berasal dari sumber lain seperti proyek dan kerja sama dengan kelompok. “Mungkin sekarang situasinya sedikit berbeda, UKT akan mengambil tindakan lebih tegas terhadap temuan tersebut,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pembangunan ITB, Muhamad Abduh, merahasiakan besaran beasiswa saat ini. Menurut dia, jumlah utang yang belum dibayar sangat besar.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers status pinjaman mahasiswa di ITB, Rabu, 31 Januari 2024. Persoalan tunggakan pinjaman tersebut, menurut Abduh, sudah dilaporkan ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Kementerian terkait.

Pilihan Editor: Prakiraan cuaca hari ini untuk Jakarta dan sekitarnya, waspadai kemungkinan hujan di waktu yang berbeda.

La Pianista Piano Competition merupakan kompetisi piano internasional yang diselenggarakan oleh La Pianista Music bekerja sama dengan MILKU. Baca selengkapnya

Inovasi Sirekap yang dikembangkan ITB meliputi kemampuan aplikasi membaca atau menerjemahkan angka. Baca selengkapnya

Top 3 Berita Tekno Terbaru Senin pagi ini 19 Februari 2024 diawali prakiraan cuaca BMKG kemarin. Baca selengkapnya

Lokataru mengungkap rentetan kekerasan terhadap mahasiswa saat aksi unjuk rasa di Geudng MK sehari jelang pemilu. Baca selengkapnya

Para dokter di lima rumah sakit terbesar di Korea berencana melakukan pemogokan massal sebagai bagian dari protes terhadap peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran.

Pembina ITB Agung Harsoyo menganjurkan evaluasi menyeluruh dan perbaikan Sistem Informasi Rangkuman atau Sirekap karena mempunyai kendala. Baca selengkapnya

Direktur Lokataru Delpedro Marhaen mengatakan, sejumlah orang yang diduga hooligan telah melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap pelajar.

Kesalahan Sirekap dalam membaca data pada Formulir C1 sejauh ini belum dapat disimpulkan penyebabnya. Baca selengkapnya

Top 3 Techno News, Minggu pagi 18 Februari 2024, dipimpin oleh artikel tentang Ringkasan Sistem Informasi Aplikasi atau Sirekap. Baca selengkapnya

Bantuan beasiswa KIP juga akan ditarik jika terjadi keadaan tertentu. Kelayakan calon penerima dievaluasi oleh Pusat Layanan Keuangan Pendidikan. Baca selengkapnya

Terbelit Dugaan Fraud Mantan CEO Adrian Gunadi, Aftech Dampingi Investree

Kaurama, JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengaku sudah berkoordinasi dengan pimpinan manajemen PT Investree Radhika Jaya terkait permasalahan yang mendera perusahaan tersebut. Menurut Marshall Pribadi, Wakil Ketua Umum IV Aftech, Aftech memiliki sistem internal untuk kepatuhan tata kelola (code of Conduct) dan kode etik (code ofetics) bagi pengurus dan seluruh anggota Aftech.

Pada Januari 2024, Avtec mengaku mendapat informasi terkait pemecatan Adrian Gunadi sebagai Presiden Investree. Avtec menyatakan akan menindaklanjuti dengan Investree untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Dalam konteks ini, AFTECH mendampingi Investree dalam upaya penyelesaian permasalahan perusahaan dengan memberikan saran dan masukan bagi keberlangsungan bisnis perusahaan dan industri P2P lending,” kata Marshall dalam keterangan resmi, Senin, 5 Februari 2024.

Lebih lanjut, Aftech membantah adanya keterkaitan kedua perusahaan PT Putra Radhika Investama dan PT Radhika Persada Utama dengan Investree. Menurut Avtec, tidak ada afiliasi antara kedua perusahaan tersebut dengan Investree serta tidak pernah ada persetujuan dari pemegang saham dan direksi Investree.

Sebelumnya diberitakan, Investree memecat Adrian Gonady karena mengalihkan uang Investree ke rekening pribadi. Dua perusahaan, PT Putra Radhika Investama dan PT Radhika Persada Utama diduga milik Adrian Gunadi. Pasca insiden Investree, Aftech menghimbau para pelaku industri P2P lending untuk berkolaborasi dengan penyedia fintech lain seperti Innovative Credit Scoring (ICS), perencana keuangan, dan penyedia sertifikat elektronik Indonesia untuk memperkuat tata kelola dan mengurangi risiko pemberi pinjaman. Peminjam (pihak).

Sebelumnya diberitakan, CEO Investree Adrian Gonady dipecat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Eksekutif OJK Frederica Vidyasari Devi yang membawahi pengelolaan, edukasi, dan perlindungan konsumen pelaku usaha jasa keuangan menjawab, pihaknya fokus pada perlindungan konsumen baik pemberi pinjaman maupun peminjam.

“Intinya kita lihat ada pelanggaran atau tidak,” kata Kiki, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2024.

Karena itu, dia meminta masyarakat menunggu untuk mengetahui apakah ada pelanggaran hukum. “Misalnya rugi karena risiko bisnis, lain halnya kalau bangkrut,” kata Kiki.

Seperti dilansir dari situs resmi Investree pada 2 Februari 2024, tingkat keberhasilan pembayaran Investree atau TKB90 sebesar 83,56 persen.

TKB90 adalah tingkat keberhasilan pinjaman P2P yang membantu menyelesaikan kewajiban pinjaman dalam waktu 90 hari setelah jatuh tempo.

Di sisi lain, tingkat default atau TWP90 digunakan untuk menentukan peringkat kredit buruk suatu pinjaman P2P. OJK menilai rasio kredit macet pinjaman online dalam jangka waktu 90 hari.

Jika TKB90 Investree 83,56 persen, maka TWP90-nya mencapai 16,44 persen. Angka kredit bermasalah tersebut lebih tinggi dari batasan OJK sebesar 5 persen.

Defara Dhanya | Amelia Rahema

Pilihan Editor: Rafi Ahmed dan Masalah Tuduhan Pencucian Uang: Apa Itu Pencucian Uang?

Satgas yang ditunjuk menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan pinjol ilegal atau pinpress serta tetap berhati-hati dan berhati-hati. Baca selengkapnya

Bukan hal yang aneh jika mahasiswa membayar UKT dalam jumlah besar di luar kemampuannya. Baca selengkapnya

Komisi Pengawas Persaingan Usaha Komersial atau KPPU memperluas penyelidikannya terhadap dugaan kartel pengaturan bunga pinjaman. Mengapa? Baca selengkapnya

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan setelah beberapa kasus mahasiswa membayar SPP dengan mengambil pinjaman. Baca selengkapnya

Pilihan membayar UKT dengan pinjaman sempat menuai kontroversi. Sejak tahun 2012, pemerintah gagal memberikan pinjaman mahasiswa tanpa bunga sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Pendidikan Tinggi. Baca selengkapnya

Calon Presiden Anees Baswedan mengkritik gagasan revolusi mental yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum terlaksana dengan baik. Baca selengkapnya

Berita dari ITB top Top 3 Techno terbaru. Namun headline debat capres yang membahas teknologi informasi dan kesehatan mendominasi. Baca selengkapnya

Kandidat presiden nomor urut 1 Anees Basvedan mengatakan negara harus memposisikan perguruan tinggi sebagai eskalator sosial ekonomi. Baca selengkapnya

Ganjar mengatakan perlu adanya keseimbangan preferensi terhadap siswa berbakat dan kurang mampu. Baca selengkapnya

IA-ITB Jawa Barat menyayangkan kisruhnya almamaternya terkait tunggakan biaya kuliah atau UKT. Baca selengkapnya

Pakar Ekonomi Unair Menanggapi Kontroversi Pembayaran UKT via Pinjol: Berpotensi Menjebak

Kaurama, Jakarta – Biaya Kuliah Satuan (UKT) merupakan biaya yang harus dibayar mahasiswa setiap semester di universitas. Besarannya tergantung pada kelompok UKT mahasiswa yang bersangkutan. Tidak jarang mahasiswa membayar UKT dalam jumlah besar di luar kemampuannya.

Melihat hal tersebut, salah satu perguruan tinggi di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), menawarkan alternatif pembayaran UKT melalui pinjaman online (Pinjol) dengan penyedia PT Inclusive Finance Group atau Danacita. Namun ternyata, alih-alih meredam permasalahan tersebut, justru menimbulkan kekacauan di kalangan pelajar dan masyarakat.

Suku bunga pinjaman yang fantastis

Menanggapi hal tersebut, Imron Mawardi, pakar ekonomi syariah Fakultas Ekonomi (FEB) Universitas Airlangga (Unair), mengatakan bahwa meskipun solusi jangka pendek ini membantu pada awalnya, namun berpotensi membawa mahasiswa ke dalam lingkaran setan. utang suku bunga pinjaman yang fantastis.

“Jika seorang siswa mengalami kesulitan, mereka mendapatkan pinjaman dengan bunga, sehingga mempersulit siswa tersebut. “Bagi yang mengalami kesulitan keuangan justru akan lebih sulit karena nilai pembayarannya akan lebih besar,” kata Imron dalam keterangan tertulis tertanggal Senin, 12 Februari 2024.

Ia juga mengungkapkan, suku bunga yang dikenakan Danacita sangat tinggi, sekitar 1,75 persen tetap per bulan atau setara 21 persen per tahun. Kalau suku bunga tetap diubah menjadi suku bunga efektif, misalnya suku bunga KPR, maka sebesar 42 persen. Itu tiga kali lebih tinggi dari suku bunga hipotek.

“Adanya pinjaman ini bisa membantu, namun tidak bagi mahasiswa yang sedang berjuang. Pinjaman ini lebih cocok bagi pekerja yang ingin menyelesaikan sertifikasi, kursus, dll untuk meningkatkan pendidikan karena mereka tidak memiliki sumber keuangan yang diperlukan. Sekali lagi, tidak ada apa-apa bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UCT,” kata dosen FEB itu.

Kemudahan, bukan kesulitan

Menurut Imron, perguruan tinggi harus bisa menawarkan solusi terbaik tanpa bunga, seperti memberikan pembayaran cicilan. Untuk dapat memberikan bantuan, perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan lembaga sosial.

“Dengan Unair, mahasiswa yang kesulitan membayar UKT bisa mengajukan cicilan tanpa bunga. Selain itu, Unair juga memiliki Pusat Pengelolaan Dana Sosial (Puspas) yang dibentuk untuk membantu mahasiswa dan tenaga kependidikan yang mengalami kesulitan. “Sumber dananya berasal dari sumbangan tidak mengikat alumni, orang tua dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dosen FEB ini menjelaskan alternatif lainnya adalah dengan menggunakan dana pendidikan tetap yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). LPDP saat ini mengelola dana sebesar Rp140 triliun yang terus meningkat setiap tahunnya berkat pendapatan investasi dan dana abadi pendidikan berkelanjutan yang disalurkan melalui APBN.

Sebelumnya, Naomi Haswanto, Kepala Kantor Komunikasi dan Humas Institut Teknologi Bandung (ITB), melaporkan kerja sama ITB dengan platform fintech peer-to-peer (P2P) lending atau dikenal dengan pinjaman online (Pinjol) Danacita menawarkan penawaran Tarif UKT untuk pelajar.

“ITB telah bekerja sama dengan lembaga keuangan non bank (LKBB) yaitu Danacita sebagai alternatif mahasiswa dalam membayar biaya UKT,” kata Naomi saat dihubungi Tempo, Jumat, 25 Januari 2024. Menurut Anda, kerjasama ini tentunya bermanfaat bagi mahasiswa karena biaya pendidikan dapat dibayarkan tanpa kendala.

Danacita, kata Naomi, akan memberikan pinjaman berbunga kepada peminjam mahasiswa. Dikatakannya, sistem tersebut merupakan salah satu alternatif untuk memudahkan siswa dalam memilih.

Artinya, ITB menyadari bahwa tidak semua orang bisa meminjam uang ke bank karena perlu adanya agunan dan tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk mencicil dengan kartu kredit, sehingga mereka sendiri memilih sistem lain (Financial Technology System). Pilih sesuai kemampuan,” ujarnya.

Ia menegaskan, segala opsi pembatasan terserah masing-masing siswa. “Ada berbagai pilihan dalam pembayaran BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) bagi siswa. Mau bayar pakai metode pembayaran apa pun, semua ada di tangan mahasiswa yang bersangkutan,” ujarnya.

Selalu update informasi terkini. Dengarkan berita terhangat dan unggulan dari Kaurama di saluran Telegram Update Kaurama. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.

Ketua BEM Unair belakangan menyikapi berbagai kondisi pelemahan demokrasi. Baca selengkapnya

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Mahkamah Konstitusi menentang kecurangan pemilu diintimidasi oleh sekelompok orang. Baca selengkapnya

Satgas yang ditunjuk mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada serta tidak menggunakan pinjol ilegal atau Pinpri. Baca selengkapnya

Jelang seruan Gejayan di Pertigaan Gejayan Yogyakarta, Senin, 12 Februari 2024, banyak aksi yang dilakukan anak sekolah, pelajar, dan jurnalis. Baca selengkapnya

Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya siap untuk beralih ke teknologi baru, khususnya kendaraan listrik. Baca selengkapnya

Jelang pemilu 14 Februari 2024, diputar dua film dokumenter yakni Dirty Vote dan Yang (Never) Disappeared. Baca selengkapnya

LiFePO4 (LFP) atau baterai litium besi fosfat menawarkan sejumlah keunggulan teknis yang menarik. Baca selengkapnya

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri bersama organisasi kemahasiswaan di Kediri menyelenggarakan platform gratis bertajuk “Darurat Demokrasi” pada Minggu, 11 Februari 2024. Baca teks lengkapnya

Para mahasiswa mengkritik pemerintahan Jokowi dan mempertanyakan memburuknya demokrasi. Baca selengkapnya

Para akademisi dari puluhan perguruan tinggi terus mengkritik Jokowi jelang pemilu 2024. Apa itu civitas akademika? Baca selengkapnya

Polemik Bayar Uang Kuliah Pakai Pinjol, Tim Anies-Muhaimin: Menyalahi Aturan

Kaurama, Jakarta – Juara Timnas Anies Baswedan – Muhamin Iskandar alias Timnas AMIN atau Anies-Muhaimin buka suara dalam perdebatan pembayaran SPP melalui pinjaman online alias pinjol belakangan ini.

“Tentu saja itu melanggar aturan. Aturannya tidak pakai bunga,” Totok Amin Soefijanto, anggota dewan ahli timnas AMIN, dikutip Tempo, Jumat, 2 Februari 2024.

Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 “Tentang Pendidikan Tinggi”, yaitu “UU Pendidikan Tinggi”. Pasal 76 ayat 1 aturan tersebut mengatur bahwa Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau perguruan tinggi wajib memenuhi hak mahasiswa kurang mampu secara ekonomi untuk menyelesaikan studinya sesuai dengan peraturan akademik.

Ayat berikutnya menyatakan bahwa pemenuhan hak-hak mahasiswa terjadi melalui pemberian pinjaman tanpa bunga. Pinjaman ini harus dilunasi setelah lulus dan/atau bekerja.

“Tapi sebenarnya ini soal egoisnya pengurus kampus atau pengurus universitas,” kata Totok.

Menurut Totok, pihak kampus ingin menyelesaikan permasalahan keuangan, namun mengabaikan permasalahan ekonomi mahasiswa. Itu sebabnya pihak kampus meminta mahasiswanya untuk memenuhi kewajiban keuangannya tidak peduli dari mana uang itu berasal.

“Yah, itu tidak boleh,” kata Totok.

Next: Apalagi menurut Totok, Pinjol sangat tertarik…

Apalagi, menurut Totok, pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman bank, misalnya. Jadi itu menunjukkan pihak manajemen kampus tidak peka dan tidak punya simpati terhadap mahasiswa, ujarnya.

Apalagi, Totok mengatakan pemerintah tidak pernah memberikan pinjaman tanpa bunga. Menurut penelitiannya, pinjaman tanpa jaminan bahkan membantu mahasiswa menjadi lebih produktif.

“Kalau kasih beasiswa, habislah. Kalau pinjam, setelah lulus uangnya kembali dan dibelanjakan untuk adik,” kata Totok.

Dengan begitu, kata dia, uang tersebut akan tetap dibelanjakan. Kalaupun bunga pinjaman tersebut akhirnya dilunasi pemerintah, kata Totok, nilainya tidak akan sebesar pemberian beasiswa.

Sebelumnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) bermitra dengan platform pinjaman online Danacita untuk membayar biaya kuliah mahasiswa. Foto-foto yang beredar di media sosial mengklaim pinjaman tersebut diberikan tanpa uang muka, uang muka atau jaminan apa pun. Siswa dapat memilih opsi pembayaran selama 6 bulan atau 12 bulan. Namun pinjaman ini memiliki bunga. Misalnya peminjam mengajukan pinjaman sebesar Rp 12,5 juta dengan jangka waktu 12 bulan, maka peminjam harus membayar Rp 1.291.667 per bulan.

Hal ini kemudian menimbulkan kemarahan. Salah satunya adalah tidak ditaatinya amanat Pasal 76 UU Dikti.

Pilihan Editor: Kartu Prakerja akan dibuka pada Semester 1 2024

Film Dirty Voice memaparkan kebijakan tong babi Presiden Jokowi untuk mendukung Prabowo-Gibran. Demikian jawaban Amin, Sekretaris Pers Timnas. Baca selengkapnya

Di TPS manakah Anies Basvedan, Prabowo, dan Ganjar Pranovo memilih pada Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024? Baca selengkapnya

Film “Dirty Voice” yang mengupas gejala kecurangan pemilu 2024 ini tayang selama 24 jam dan langsung mendapat reaksi beragam, termasuk Bawaslu dan Timses. Baca selengkapnya

Bukan hal yang aneh jika mahasiswa harus mengeluarkan biaya UKT yang besar, di luar kemampuan mereka. Baca selengkapnya

Tantangan Anies Baswedan muncul dalam kampanye terbaru pasangan Anies-Muhaymin “Bersatu, Berani Berubah” di JIS. Baca selengkapnya

Tom Lembong mengomentari dugaan kolusi harga pangan dan perbankan.Baca selengkapnya

Tim proyek Olppaemi mengungkapkan tantangan dalam mempersiapkan booth festival humaniora untuk acara Grand Gathering AMIN di JIS. Baca selengkapnya

Sejumlah restoran menawarkan promosi atau diskon berupa spesial atau diskon dalam rangka Imlek yang jatuh pada hari Sabtu. Bacaan penuh

Dalam pidatonya, Anies membacakan sejumlah poster yang mengisyaratkan pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Baca selengkapnya

Wakil Kapten Tom Lembong dari Timnas AMIN angkat bicara mengenai kelas menengah di Indonesia. Baca selengkapnya