Pemkab Parigi Moutong Alokasikan 35.157 Ha Lahan untuk Pengembangan Peternakan Sapi Perah

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yang terletak di Sulawesi Tengah, telah mengambil langkah signifikan dalam mendorong pertumbuhan sektor peternakan dengan menyiapkan lahan seluas 35.157 hektare. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengembangan peternakan sapi perah yang terintegrasi, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat menarik minat investasi dan memperkuat perekonomian lokal.
Rencana Strategis Pemkab Parigi Moutong
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Parigi Moutong, I Wayan Gede Purna, menjelaskan bahwa alokasi lahan yang luas ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi para investor untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan sapi perah. “Langkah ini diambil untuk menarik investasi di bidang peternakan sapi perah ke daerah kita,” ungkapnya saat dihubungi dari Palu.
Lahan seluas 35.157 hektare tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Parigi Selatan, Torue, Balinggi, dan Sausu. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat pengembangan usaha peternakan sapi perah yang terintegrasi, mencakup seluruh tahapan dari hulu hingga hilir.
Forum Investment Project to Offer (IPRO)
Penyiapan lahan ini telah dipresentasikan dalam forum Investment Project to Offer (IPRO), yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian terkait, dan Bank Indonesia. IPRO sendiri merupakan dokumen yang menyusun kajian proyek investasi yang komprehensif dan siap untuk ditawarkan kepada calon investor.
I Wayan menjelaskan bahwa dalam forum IPRO yang berlangsung pada 9 Oktober, pemerintah daerah telah memaparkan kesiapan perencanaan proyek pengembangan peternakan sapi perah. “Proyek ini berhasil masuk dalam enam besar yang lolos tahap kurasi, yang membuka peluang bagi kami untuk menyajikan potensi investasi kepada calon investor,” tambahnya.
Pengembangan Awal dan Kolaborasi
Pada tahap awal, Pemkab Parimo berencana melakukan pengembangan peternakan percontohan di lahan seluas 4 hektare. Ini bertujuan untuk mendukung upaya pengembangan usaha peternakan sapi perah berskala besar. Selain itu, pemerintah daerah juga terus menjalin kerja sama dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk menarik perhatian investor.
Aspek Kelayakan Lahan dan Persyaratan Teknis
I Wayan menegaskan bahwa perencanaan proyek peternakan sapi perah ini mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk kelayakan lahan dan persyaratan teknis yang diperlukan. “Kami juga telah menyediakan lahan alternatif seluas 16.000 hektare yang terletak di Kecamatan Lambunu. Opsi ini diambil sebagai langkah antisipasi, untuk memastikan pengembangan investasi tetap dapat berlanjut jika lokasi awal tidak sesuai dengan kebutuhan proyek,” jelasnya.
Peluang Pasar dan Kesehatan Gizi
Selain mempersiapkan infrastruktur fisik, Pemkab Parimo juga mempertimbangkan peluang pasar susu sebagai faktor penting dalam mendukung pengembangan investasi ini. “Kami menyasar segmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis. Di wilayah kami, terdapat sekitar 18 SPPG yang berperan dalam menyelenggarakan pelayanan MBG,” tambah I Wayan.
Keberlanjutan Proyek Pengembangan
Dengan semua langkah yang telah diambil, Pemkab Parimo optimis bahwa pengembangan peternakan sapi perah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Kegiatan ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas sektor peternakan, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan gizi yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
- Penyediaan lahan utama seluas 35.157 hektare untuk pengembangan peternakan sapi perah.
- Pengembangan peternakan percontohan di lahan seluas 4 hektare.
- Kerja sama dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk menarik investor.
- Penyediaan lahan alternatif seluas 16.000 hektare di Kecamatan Lambunu.
- Peluang pasar susu sebagai bagian dari dukungan gizi masyarakat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Pemkab Parimo untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan strategi yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan peternakan sapi perah di daerah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan, baik dari segi ekonomi maupun sosial.
➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Memanfaatkan Event Virtual untuk Meningkatkan Penjualan dan Memperluas Pasar Online
➡️ Baca Juga: Berita Terbaru E-Sports VR Racing: Prestasi Atlet Indonesia di Turnamen Internasional




