Arsip Tag: hotnonseo

7 Potret Gracia Indri dan Gisela Cindy Pulang ke Indonesia, Kumpul Keluarga Besar

Kaurama, Jakarta Gracia Indri dan Gisela Cindy baru-baru ini memposting kebersamaan mereka di Indonesia. Gracia Indri diketahui menetap di Belanda untuk menyusul suaminya, sedangkan Gisela Cindy berada di Kanada untuk menekuni karirnya.

Kini, saat Tahun Baru Imlek dirayakan, kakak beradik ini sudah kembali ke Indonesia bersama pasangannya. Gracia Indri pulang bersama suami dan putrinya, sedangkan Gisela pulang bersama kekasihnya.

Interaksi keduanya sebagian besar dilakukan secara live di media sosial Instagram yang mendapat banyak perhatian. Selain itu, acara kumpul keluarga ini sangat menyenangkan untuk menyambut keduanya yang telah kembali dari luar negeri.

Ini 7 foto Gracia Indri dan Gisela Cindy kembali ke Indonesia yang diunggah Kaurama di Instagram @graciaz14, Selasa (13/2/2024)

7 Potret Pesta Ultah Olla Ramlan ke-44, Gaya Geng Cendol Jadi Sorotan

Kaurama, Jakarta Olla Ramlan merayakan ulang tahunnya yang ke-44 kemarin, 15 Februari. Lahir pada tahun 1980, artis ini mengadakan pesta untuk rekan-rekan artisnya. Tentu saja para anggota band Cendol juga ikut bersenang-senang di antara para tamu.

Para anggota Geng Cendol yang turut hadir pun memamerkan gayanya. Penampilan memukau dan mewah grup artis papan atas ini pun langsung menyita perhatian netizen. Belum diungkap tema Olla, namun sebagian besar tamu terlihat rapi dengan kostumnya.

Nagita Slavina, Nia Ramadhani, dan Ashanti terlihat bak pejabat. Ratu acara Olla Ramlan pun mengenakan jas panjang berwarna hitam. Ibu tiga anak ini memiliki hiasan mirip berlian di kepalanya.

Penampilan memukau Olla dan tamu-tamu terkenal yang berulang tahun dihujani pujian. 7 foto pesta ulang tahun Olla Ramlang ke-44 yang dihadiri Cendol Geng pada Jumat (16/2/2024) seperti dihimpun Kaurama dari berbagai sumber di bawah ini.

Viral Penampakan TPS di Dalam Rumah Warga, Desain Jadulnya Curi Perhatian

Kaurama, Pemilihan Umum (Pemilo) Jakarta 2024 yang digelar serentak pada 14 Februari di Indonesia akhirnya tiba. Warga berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

Untuk memotivasi warga agar memilih, banyak TPS menghiasi tempat pemungutan suara dengan dekorasi mewah. Ini adalah salah satu desain paling umum untuk pesta meriah atau perayaan pernikahan. Panitia ini membangun tenda-tenda yang indah agar warga merasa nyaman saat mengantri maupun di TPS.

Namun, ada juga TPS yang tidak mau repot membongkar tenda. Mereka lebih memilih mengambil tempat di rumah warga. Seperti terlihat dalam video viral di laman TikTok yang dibagikan akun @fitrianurrr pada Selasa (13/2).

Dalam video ini, terlihat TPS berada di dalam gedung. Semua sound box dan booth tampak tertata rapi di ruang tamu. Berdasarkan komentar, lokasi TPS berada di Desa Pojok, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, Pati, Jawa Tengah.

“Kok rame banget, gak masalah nyapo, rumahku di TPS Bolo. (Bangun ada kerumunan, aku heran kenapa, ternyata rumahku kata TPS. )” tulis pemilik akun dalam Video yang dikutip Kaurama dari akun TikTok @fitrianurrr, Rabu (14/2/2024).

Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, terlihat sebuah rumah yang ruang tamunya digunakan sebagai tempat pemungutan suara. H-1 diunggah sebelum hari pemilu, di mana terlihat bilik dan kotak suara tertata rapi di atas meja. Tersedia juga meja dan kursi untuk diduduki petugas KPPS.

Pemilik akun tersebut tak hanya mengabadikan suasana rumahnya, tapi juga memperlihatkan tampilan teras dan taman luas miliknya. Menurut dia, teras tersebut digunakan sebagai tempat antrian dan taman parkir mobil warga yang datang untuk memilih.

Selain keunikan TPS, netizen juga salah kaprah dengan suasana gedung yang terlihat sejuk dan asri. Desain rumahnya yang jadul pun menarik perhatian netizen. Banyak orang yang memuji huniannya juga mulus dan bersih. Menurut pemilik akun, rumah ini sebenarnya model Joglo yang sedikit dimodifikasi.

Video kemunculan TPS di dalam rumah menjadi viral dan telah dilihat hampir 500.000 kali oleh pengguna TikTok. Netizen pun beragam pendapat dan justru salah fokus pada desain rumah yang dianggap tua dan indah.

Akun @bagusindra26 menulis: “Rumah uang tua ini jelas asli pada jamannya, bagus banget dan kokoh.

Akun @lavacakewithoutoven menulis: “Sebenarnya atapnya mengkilat sampai bersinar.”

Akun @iyainajaayaaaaa menulis: “Suka banget sama rumahnya, desain rumahnya udah luas banget.”

Akun @sariwln1609 menulis: “Sebenarnya mood g30spki kak Rumahe juga agak mirip.”

Akun @dyy.sya menuliskan, “Tengi langsung vote kami kakak-kakak.”

Uniknya Burung Rel Aldabra Bangkit dari Kepunahan, Berevolusi Dua Kali

Kaurama, Jakarta Pulau karang Atol Aldabra, di lepas pantai tenggara Afrika, berbatasan dengan Samudera Hindia, memiliki sejarah evolusi dan ketahanan yang menarik. Di antara keunikan alamnya, ada seekor burung yang mengalami evolusi luar biasa, yaitu burung kereta api Aldabra atau di Indonesia dikenal dengan keluarga burung kereta api.

Burung rel Aldabra mungkin terlihat familier dengan ukurannya yang seperti ayam dan warna abu-abu berbintik-bintik di punggungnya. Keunikan burung ini juga terletak pada ketidakmampuannya terbang, suatu sifat langka yang terdapat di dunia burung.

Menariknya, burung ini mengalami proses evolusi yang mengejutkan, yaitu lahir dari kepunahan. Ilmuwan terkemuka, Julian Hume, menjelaskan temuan penting tersebut dalam penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Zoological Journal of the Linnean Society.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa fosil burung rel yang tidak bisa terbang ditemukan di Aldabra sebelum atol tersebut tenggelam di bawah gelombang sekitar 136.000 tahun yang lalu. Kehadiran Aldabra Railbird yang tidak bisa terbang terjadi sebelum punah akibat peristiwa alam tersebut.

Berikut Kaurama rangkum keunikannya, dilansir Livescience dan IFL Science, Senin (2/12/2024).

Kemampuan burung rel Aldabra untuk pulih dari kepunahan merupakan hal yang unik. Ketika Atol Aldabra muncul kembali, burung berleher putih yang mampu terbang mulai menjajah pulau itu.

Namun seiring berjalannya waktu, burung ini mengalami evolusi yang luar biasa, kehilangan kemampuannya untuk terbang. Para peneliti menemukan bahwa fosil kaki burung rel Aldabra tua memiliki struktur yang lebih berat dan kuat, yang menunjukkan adaptasi terhadap kehidupan yang tidak dapat terbang.

Dr. Julian Hume dari Natural History Museum di London menyebut ketidakmampuan terbang ini sebagai keuntungan bagi lingkungan pulau. Burung-burung ini bertelur di tanah dan memiliki kaki yang kuat, sehingga mereka dapat berlari dan bertahan hidup dengan lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa evolusi burung rel Aldabra adalah contoh langka dari fenomena evolusi yang berulang, di mana spesies yang terancam punah dapat dihidupkan kembali melalui perubahan genetik yang menguntungkan.

Fenomena burung kereta Aldabra tidak hanya tentang keunikan alam dan evolusi yang menakjubkan, tetapi juga menjadi pengingat akan ketahanan alam dalam menghadapi perubahan dan kepunahan. Melalui penelitian lebih lanjut, para ilmuwan berharap dapat memahami lebih banyak tentang proses evolusi unik ini dan bagaimana hal ini dapat menginspirasi konservasi satwa liar di masa depan.

“Hanya di Aldabra, yang memiliki catatan paleontologis tertua dibandingkan pulau samudera mana pun di kawasan Samudera Hindia, terdapat bukti fosil yang menunjukkan dampak perubahan permukaan laut terhadap peristiwa kepunahan dan rekolonisasi,” jelas Profesor David Martill dari Universitas Portsmouth di sebuah pernyataan. Diterbitkan oleh IFL Science.

Dalam sebuah pernyataan, Hume menambahkan bahwa tidak ada kasus lain yang tercatat yang ia temukan di mana spesies burung yang sama dua kali lebih tidak bisa terbang dibandingkan burung penggerek rel. Ia menjelaskan, bukan dua spesies berbeda yang berada dalam satu koloni dan tidak bisa terbang, melainkan satu nenek moyang burung.