Arsip Tag: fitur AI

Samsung Galaxy S24 Series Hadir dengan Fitur AI, Bikin Konten Tanpa Ribet

Kaurama, Jakarta – Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan smartphone andalannya, seri Galaxy S24, di Indonesia.

Mulai dari Rp 13 jutaan, ponsel ini mengadopsi sejumlah fitur kecerdasan buatan (AI) sehingga memudahkan pengguna dalam membuat konten yang lebih modern.

Baca Juga: Jelang Peluncuran Publik, Detail Samsung Galaxy S24, Bocoran Fitur Eksklusif

Pasalnya, fungsi AI tidak hanya berfungsi saat konten dibuat. Namun, pengguna dapat menggunakannya saat mengedit konten sehingga lebih mudah dan cepat.

“Kami menyematkan Galaxy AI yang menjadi solusi kendala bahasa, pencarian informasi dan membantu menerjemahkan percakapan sehingga dapat membuat ringkasan rapat dalam berbagai bahasa,” kata Veri Octavianos, senior manager MX Product Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Baca Juga: Siap-siap, Samsung Galaxy S24 series bakal meluncur, berikut bocorannya detailnya

Berikut 5 fitur Galaxy AI di seri Galaxy S24 yang memudahkan pengguna dalam membuat konten. 1. Kemampuan AI yang mengesankan di perangkat

Seri Galaxy S24 memiliki fitur terjemahan langsung di handsetnya yang membuat panggilan antar bahasa menjadi lebih mudah

Baca Juga: Samsung Mulai Garap Galaxy S24 Ultra, Berikut Bocoran Spesifikasinya

Dengan fungsi terjemahan langsung, membuat reservasi hotel, restoran, dan bahkan berkonsultasi rencana perjalanan Anda dengan teman-teman Korea, bahasa tidak lagi menjadi hambatan.

Kehebatan AI tool pada fitur ini membuat percakapan kita menjadi lebih privat dan aman karena proses AI hanya terjadi di smartphone.

Saat Anda melakukan panggilan, percakapan apa pun yang menggunakan dua bahasa ini akan langsung diterjemahkan.

Mengaktifkan fitur ini cukup menekan tombol ‘Call Assist’ yang otomatis muncul saat ponsel dihidupkan.

Galaxy AI bertindak sebagai penerjemah real-time saat Anda sedang menelepon.

Fitur ini dapat digunakan saat melakukan panggilan meskipun tidak terhubung ke Internet atau Wi-Fi.2. Edit foto dan konten tanpa usaha apa pun

Saat traveling, mengabadikan setiap momen tanpa melewatkan satu hal pun merupakan aktivitas yang wajib dilakukan. Namun, terkadang gambar dan video tersebut perlu dipoles lebih lanjut agar terlihat lebih estetis.

Apalagi saat Anda jalan-jalan ke luar negeri, foto yang Anda ambil mungkin tidak selalu sempurna, jika ada photobomb atau cahaya yang menghalangi foto tersebut.

Kini Anda tidak perlu repot mengedit foto.

Baik pengurangan objek yang tidak diinginkan maupun penghapusan pantulan atau bayangan yang muncul pada foto bisa praktis dilakukan dengan seri Galaxy S24.

Menawarkan pengalaman mengedit foto yang berbeda, pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk merasakan kecanggihan Galaxy AI untuk memoles foto agar lebih sempurna.

Ponsel cerdas ini didesain memiliki AI canggih di galeri ponsel Anda, yang menawarkan fitur saran edit yang dapat langsung menghilangkan foto atau bayangan. Jadikan foto secara instan lebih cepat dan modern berkat kamera AI

Tidak hanya itu ia menawarkan pengalaman AI yang mengesankan. Seri Galaxy S24 juga menggunakan teknologi AI untuk mengolah data di smartphone agar lebih efisien.

Salah satunya dibuktikan dengan hadirnya Pro Visual Engine terbaru yang dibenamkan pada kamera smartphone ini.

Kemampuan ini mendukung pengguna untuk menangkap gambar dengan kualitas lebih baik. 4. Transkripsikan audio untuk meringkas artikel tanpa menggeser ke aplikasi

Galaxy AI pada seri Galaxy S24 sangat berbeda dan lebih mengesankan. Kini Anda tidak perlu repot menyalin audio yang Anda rekam di perekam ponsel Anda untuk mentransfernya ke website atau aplikasi AI yang dapat menyediakan transkripsinya.

Aplikasi Perekam Suara di seri Galaxy S24 memiliki kemampuan menyediakan transkrip audio instan dengan fitur Transcript Assist.

Hanya dengan mengklik tombol ‘transkripsikan’ di aplikasi bawaan smartphone, AI akan langsung mengubah audio menjadi teks.

Fitur ini sangat berguna saat Anda berada di dalam kota. Ketika seorang pemandu wisata menjelaskan beberapa fakta spesifik tentang suatu negara, misalnya Korea, Anda dapat mencatat semua detailnya dan menuliskannya dalam teks bahasa Inggris.

Tak hanya itu, jika ingin melengkapi cerita dari sumber artikel lain, Galaxy AI bisa mendukungnya dengan cepat.

Biasanya, untuk ringkasan yang panjang dan dibaca, pengguna perlu menyalin dan menempelkan artikel ke situs web vendor AI target.

Dengan Galaxy AI di seri Galaxy S24, Anda tidak perlu berpindah dari artikel yang sedang dibuka, cukup sorot artikel yang ingin Anda rangkum, maka akan muncul ikon Galaxy AI dan tombol ‘Ringkasan’.

Setelah itu, semua postingan akan diringkas secara otomatis. Fitur ini juga bisa digunakan untuk menerjemahkan teks lho. 5. Menjadikan perjalanan lebih praktis

Terinspirasi menontonnya setelah menonton drama Korea atau video lainnya di media sosial? Biasanya sebelum melakukan perjalanan, tahap perencanaan merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Kini segala sesuatu yang ditampilkan di layar ponsel cerdas Anda dapat dengan mudah ditemukan melalui lingkaran pencarian dengan fungsi Google.

Galaxy S24 Ultra dibanderol dengan harga Rp 21.999.000 (12/256GB), Rp 23.999.000 (12/512GB) dan Rp 27.999.000 (12/1TB). Kemudian Galaxy S24+ hadir dengan harga Rp16.999.000 (12/256GB) dan Rp18.999.000 (12/512GB).

Kemudian Galaxy S24 tersedia dengan harga Rp 13.999.000 (8/256GB) dan Rp 15.999.000 (8/512GB). (ddy/jpnn)

Baca artikel lainnya… Samsung Galaxy A25 5G Diklaim Andalkan Kamera Anti Kabut, Ini Harganya

Google One Raih 100 Juta Pelanggan, Hadirkan Paket AI Premium Rp 309 Ribu!

Kaurama, Jakarta – Google One merupakan salah satu layanan penyimpanan Google, tempat pengguna dapat menyimpan file, foto, dan video.

Google One berbeda dengan Google Drive yang hanya menawarkan penyimpanan data di penyimpanan cloud.

Saat ini, 5 tahun setelah peluncurannya, sudah ada 100 juta pengguna Google One di berbagai negara di dunia.

Informasi tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Google Sundar Pichai melalui akun media sosial pribadinya (medsos) X.

Dalam tweetnya, Sundar menyinggung fitur AI Gemini Advanced dan integrasi Gemini AI yang akan datang di Jimeni, Docs, dan banyak lagi.

“Kami baru saja mencapai 100 juta pelanggan di Google One! Kami menantikan untuk melanjutkan momentum tersebut dengan paket AI Premium kami yang baru (diluncurkan kemarin), seperti Gemini Advanced, dan Gemini di Gmail, Dokumen + lainnya segera hadir. Menawarkan fitur AI, ditulis dengan indah.

Informasinya, langganan layanan premium Google One AI dipatok Rp 309 ribu per bulan. Pelanggan mendapatkan kapasitas penyimpanan hingga 2TB, Gemini Advanced, Gemini di Gmail, Dokumen, dan banyak lagi.

Sedangkan layanan Basic dan Premium dibanderol Rp26.900 dan Rp135 ribu per bulan. Di Basic, pengguna mendapatkan kapasitas penyimpanan hingga 100 GB.

Tak hanya itu, pelanggan dapat mengakses Google Expo, berbagi akun hingga 5 orang lainnya, fitur edit di Google Foto, dan yang terpenting, fitur notifikasi ketika data pengguna bocor ke dark web.

Lalu bagaimana dengan pengguna layanan premium? Tak jauh berbeda, pengguna akan mendapatkan kapasitas penyimpanan hingga 2TB.

Perlu diketahui bahwa harga, fitur, dan ketersediaan layanan Google One ini akan berbeda-beda bergantung pada wilayah pengguna.

Google baru saja secara resmi mengganti nama chatbot Bird AI menjadi Gemini. Apa alasan perubahan nama ini?

Sam Bird merupakan chatbot AI yang dirilis Google pada tahun 2023 yang berkemampuan kecerdasan buatan (AI) generatif.

Artinya, chatbot AI ini dapat menghasilkan teks yang koheren, relevan, dan menarik berdasarkan masukan pengguna, baik berupa kata kunci, pertanyaan, atau topik.

Google Bard juga dapat menyesuaikan gaya bahasa, nada, dan konteks agar sesuai dengan tujuan pengguna dan audiens.

Namun raksasa mesin pencari itu memutuskan mengganti nama Bird menjadi Gemini pada 8 Februari 2024 waktu setempat.

Dikembangkan oleh peneliti AI Google, DeepMind dan Google Research, Gemini saat ini dianggap sebagai model AI terbesar dan paling fleksibel.

Lalu kenapa Google mengganti nama Bird menjadi Gemini? Mengutip ZDNet, Jumat (9/2/2024), perubahan Bird menjadi Gemini dimaksudkan untuk mempermudah.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Google Sundar Pichai dalam postingan di blog perusahaan. “Bird telah menjadi cara terbaik bagi manusia untuk merasakan langsung model AI kami yang paling mumpuni. Untuk mencerminkan teknologi canggih pada intinya, Bird sekarang akan disebut Gemini,” tulis Sunder.

Model Gemini AI didukung oleh Gemini Pro 1.0 dan tersedia di lebih dari 230 negara dalam 40 bahasa. Model ini diklaim lebih presisi, responsif, dan natural dalam berinteraksi dengan pengguna.

Selain mengakses melalui browser di PC atau laptop, pengguna juga dapat menggunakan Google Gemini di perangkat selulernya, khususnya iOS dan Android.

Google juga berencana menawarkan layanan berbayar bernama Gemini Advanced dengan dukungan model AI Gemini Ultra 1.0. Model ini diklaim kuat, mendalam, dan lebih kreatif dalam menjalankan berbagai tugas.

Google menjelaskan Gemini Advanced akan didukung model Gemini Ultra 1.0, tersedia di lebih dari 150 negara, dan dapat digunakan gratis selama 2 bulan.

Setelah masa gratis berakhir, pengguna akan dikenakan biaya sebesar $20 atau sekitar Rp 313.000 untuk paket Google One AI Premium.

Dijelaskan bahwa paket ini akan mencakup penyimpanan sebesar 2TB dan Anda juga bisa mendapatkan fitur premium Google One lainnya.

Perusahaan mengatakan akan segera mengaktifkan Jimeni, Google Docs, dan layanan lainnya.

Dengan mengganti nama Bird menjadi Gemini, Google sepertinya ingin memperjelas niatnya untuk menantang popularitas ChatGPT OpenAI.

Apa beritamu Apakah Anda tertarik mencoba Gemini atau masih setia dengan Bird atau ChatGPT?