Arsip Tag: btn

BTN Telah Menyalurkan Rp 52 Triliun ke Sektor Informal

Kaurama, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan KPR untuk proyek informal sekitar 133 ribu unit atau sekitar Rp 22 triliun.

Sejak 47 tahun terakhir, BTN telah menyalurkan KPR ke proyek informal sebanyak 410.000 unit atau senilai sekitar Rp 52 triliun.

BACA JUGA: Generasi Z dan Pengusaha Kini Bisa Miliki Rumah dengan Skema BTN Syariah

“Bisnis ilegal menjadi tujuan kami selama lima tahun terakhir. Kami menyalurkan pembiayaan perumahan secara online kepada pengendara sepeda motor, pengusaha, marbot di Masjid Istiqlal, tukang cukur Garut, tenaga ahli di wilayah Kendal dan kegiatan ilegal lainnya,” kata Presiden BTN Nixon LP Napitupulu.

Menurut Nixon, pekerja informal dinilai berpotensi menjadi bagian dari industri jasa perbankan.

BACA JUGA: BKKP Kini Adakan Layanan Haji dan Umrah serta Terapi Oksigen Hiperbarik, Berikut Harganya

Selain jumlah masyarakat yang besar, masih banyak pula yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan sehingga menyulitkan bank dalam mencari solusi bagi pekerja ilegal.

Untuk itu, pihaknya bersama pemerintah dan BP Tapera terus berupaya memenuhi kebutuhan perumahan pekerja ilegal.

BACA JUGA: BTN: Pertumbuhan penjualan rumah diperkirakan mencapai 12 persen

Dulu, pemerintah mencanangkan program KPR informal dengan produk Bantuan Pembiayaan Perumahan (BP2BT) Tabungan Bahan Bangunan (KPR).

BTN saat ini bermitra dengan BP Tapera meluncurkan produk Tabungan BTN Rumah Tapera yang menyasar pekerja informal melalui Hak Milik Rumah (HPO), serta Fasilitas Pembiayaan Likuiditas Perumahan (FLPP).

Nixon mengatakan Tabungan BTN Rumah Tapera bisa menjadi solusi bagi TKI ilegal untuk mendapatkan fasilitas FLPP.

“Kita harus mampu mengatasi persepsi bahwa perekonomian informal mempunyai risiko tinggi, sehingga sulit mendapatkan kredit,” kata Nixon.

Nixon mengatakan perumahan, khususnya perumahan terjangkau, mempunyai dampak yang signifikan.

Terdapat sekitar 185 subsektor pendukung perumahan yang berkontribusi terhadap ekosistem perumahan.

“Kemudian rumah sederhana juga menggunakan 90% produk lokal untuk pembuatan ruangannya,” jelasnya. (chi/jpnn)

Ini Dia Update Fitur Paylater BTN yang Akan Dirilis di Semester I 2024

Kaurama, JAKARTA — Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, sejauh ini pihaknya masih dalam proses pengembangan bui-latar (BNPL) atau opsi percontohan. Bank Negara mengincar posisi percontohan yang akan diumumkan pada semester I/2024.

“Masih perlu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Sementara itu, kami uji coba plafonnya di Rp 20 juta, nanti kita lihat. Tapi uji coba awal masih bisa dilakukan kepada nasabah eksisting, terutama di tempat lain, seperti pinjaman online untuk melunasi pinjaman berbunga tinggi mereka,” kata Nixon usai Performance Fair 2023 di Menara BTN Jakarta kemarin, Senin (12/2). .2024).

Saat ini, lanjut Nixon, BTN menawarkan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang menjanjikan tingkat bunga lebih rendah. Nixon menemukan bahwa CTA yang paling umum digunakan dalam perjanjian perdagangan bebas adalah pengurangan saldo kredit bersih (pinyol).

Sebelumnya, Nixon menyatakan peluncuran Pailator merupakan bagian dari upaya perseroan memberikan layanan kepada pelanggan dengan harga lebih murah. Nixon mengklaim bunganya lebih rendah dibandingkan biaya yang dikenakan lembaga lain.

Nixon mengatakan peluncuran Pailator merupakan jawaban atas permintaan pelanggan yang kuat. Menurut Nixon, banyak pembeli yang membutuhkan pinjaman untuk merenovasi rumah atau membeli furnitur.

Pada tahap awal, layanan ini akan ditawarkan kepada pengguna eksisting yang saat ini berjumlah lima juta pengguna. Terkait hal tersebut, BTN saat ini sedang dalam tahap uji coba berbayar yang diharapkan dapat melunasi pinjaman dengan cepat dalam waktu satu atau dua hari.

Nixon berharap uji coba BTN ini bisa menjadi pilihan masyarakat mengingat bunga pinjaman di lembaga keuangan lain masih relatif tinggi. Saya berharap ini bisa menjadi pilihan yang kompetitif sehingga beban bunga tidak tercekik,” kata Nixon.

Ini Jawaban BTN Perihal Akuisisi Bank Muamalat

Kaurama, JAKARTA – Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P Napitupulu kembali buka suara terkait proses merger yang dilakukan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah. Nixon mengungkapkan, sebenarnya ada dua bank swasta yang diincar BTN Syariah dan akhirnya mengerucut pada salah satu bank swasta yang diduga kuat adalah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Nixon mengungkapkan, sejak Oktober 2023, pihaknya telah mengajukan letter of interest (LOI) kepada pemegang saham Bank Muamalat yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Proses pengajuan LOI baru mendapat tanggapan pada Januari 2024. Atas tanggapan tersebut, BTN diberi kesempatan untuk melakukan fair trial. Ketekunan di bank Muamalat.

Sementara itu, BTN juga telah menunjuk sekuritas, kantor akuntan publik (KAP) dan firma hukum terbesar di Indonesia untuk melakukan uji tuntas. Proses aksi korporasi diharapkan selesai pada Oktober 2025.

“Kami berharap due diligence akan selesai pada bulan April dan keputusan akan diambil pada saat itu. Nanti kalau sudah memenuhi syarat, kita punya waktu dua tahun, November 2023 sampai Oktober 2025. Ben Syria akan menjadi Perseroan Terbatas (PT),” kata Nixon saat pemaparan kinerja. BTN Finance tahun buku 2023 di Jakarta, Senin (12-02-2024).

Lebih lanjut Nixon menjelaskan, aksi korporasi tersebut mau tidak mau harus dilakukan karena adanya persyaratan POJK Nomor 12 Tahun 2023 yang mewajibkan bank syariah jika total asetnya sudah mencapai Rp50 triliun atau 50 persen dari total aset, dan tidak selesai. paling lambat dua tahun.

“Kalau kita buat bank baru, kita hitung dalam waktu dua tahun tidak akan siap, karena kita harus membuat bank baru, produk baru, aktivitas baru. Makanya kita putuskan cari bank, kendaraan. ” Dia berkata.

“Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4 persen menjadi Rp. 37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 31,6 triliun. Peningkatan dana eksternal BTN Syariah (DPC) juga signifikan, tumbuh pesat sebesar 20,7 persen menjadi Rp 41,8 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 34,64 triliun, kata Nixon.

Kinerja cemerlang penyaluran pembiayaan dan akuisisi DPK membuat posisi aset BTN Syariah melonjak 19,79 persen menjadi Rp54,3 triliun pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45,3 triliun.

“Peningkatan aset BTN Syariah hingga di atas Rp 50 triliun membuat perseroan wajib melakukan spin off BTN Syariah dan menyiapkan bus yang akan diimplementasikan pada tahun ini,” tegasnya.