WEHA Raih Pendapatan Bersih Rp317 Miliar Selama 2025: Laporan Keuangan

Tahun buku 2025 menjadi momen penting bagi PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) atau dikenal dengan White Horse Group. Penyedia jasa transportasi ini sukses menghasilkan performa keuangan yang impresif selama setahun. Meski laba bersih mengalami sedikit penurunan, namun pertumbuhan pendapatan bersihnya berhasil meningkat. Menurut data laporan keuangan terbaru, WEHA mencatatkan pendapatan bersih senilai Rp317,71 miliar pada 2025, angka ini naik sebesar 4,2% dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp304,37 miliar.
Kontributor Pendapatan WEHA
Jasa angkutan antar kota menjadi penyumbang utama dari total pendapatan WEHA. Pada tahun 2025, sektor ini sukses meraih Rp185,08 miliar, angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp164,47 miliar. Sayangnya, pendapatan dari sektor angkutan penumpang mengalami penurunan. Sektor ini hanya mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,19 miliar pada 2025, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp129,85 miliar.
WEHA juga memperoleh pendapatan dari jasa paket wisata. Pada tahun 2025, sektor ini berhasil meraih Rp8,42 miliar, sedikit naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,57 miliar. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan pendapatan dari kategori lain-lain senilai Rp284,1 juta pada 2024, namun pada tahun 2025, kategori ini tidak tercatat secara signifikan dalam laporan keuangan.
Pendapatan Mendorong Laba Bruto
Keuntungan yang diperoleh dari peningkatan pendapatan tersebut berhasil mendorong laba bruto WEHA sebesar Rp112,55 miliar, stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp112,51 miliar. Namun, peningkatan biaya operasional membuat profitabilitas perusahaan sedikit terganggu. Total beban usaha tercatat sebesar Rp78,25 miliar, naik dari Rp69,04 miliar pada 2024. Akibatnya, laba usaha WEHA turun menjadi Rp34,29 miliar dari Rp43,47 miliar pada tahun sebelumnya.
Pendapatan dan Beban Lain
Di luar aktivitas operasional utama, WEHA mencatat beberapa pos pendapatan dan beban lain. Perusahaan mendapatkan keuntungan dari penjualan aset tetap sebesar Rp5,26 miliar dan pendapatan bunga sebesar Rp406,57 juta. Namun, beban bunga melonjak menjadi Rp9,59 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp967 juta. Secara keseluruhan, pendapatan (beban) lain-lain bersih tercatat minus Rp4,56 miliar.
Setelah mempertimbangkan beban pajak sebesar Rp7,54 miliar, yang terdiri dari pajak kini Rp5,31 miliar dan pajak tangguhan Rp2,22 miliar, WEHA akhirnya membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp22,19 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai Rp28,27 miliar.
Posisi Aset WEHA
Dari sisi neraca, total aset WEHA hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp414,46 miliar. Nilai ini meningkat 20,41% dibandingkan posisi aset pada akhir 2024 yang sebesar Rp344,20 miliar. Komposisi aset WEHA masih didominasi oleh aset tetap berupa armada kendaraan dengan nilai mencapai Rp283,48 miliar atau sekitar 68,4% dari total aset grup.
Ekuitas dan Liabilitas
Berdasarkan laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025, total liabilitas WEHA tercatat sebesar Rp154,45 miliar, meningkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp130,66 miliar. Kenaikan tersebut terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp55,88 miliar, naik dari Rp42,69 miliar pada tahun sebelumnya.
- Utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp16,79 miliar
- Utang pajak Rp3,50 miliar
- Liabilitas imbalan kerja jangka pendek sebesar Rp24,03 miliar
- Pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp1,13 miliar
- Utang lain-lain Rp12,56 miliar dan utang pajak Rp2,06 miliar
Sementara itu, liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp98,60 miliar, meningkat dari Rp87,97 miliar pada 2024. Pos ini didominasi oleh pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp31,66 miliar serta liabilitas sewa jangka panjang Rp24,40 miliar.
Di sisi permodalan, total ekuitas WEHA mencapai Rp260,02 miliar, naik dari Rp247,22 miliar pada tahun sebelumnya. Ekuitas tersebut terdiri dari modal saham sebesar Rp146,06 miliar, tambahan modal disetor Rp58,30 miliar, serta saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp49,46 miliar.
Secara keseluruhan, total liabilitas dan ekuitas WEHA pada 2025 mencapai Rp414,48 miliar, meningkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp377,88 miliar.
➡️ Baca Juga: Polda Metro Jaya Selenggarakan Night Run untuk Cegah Aktivitas Remaja Negatif Selama Ramadan
➡️ Baca Juga: Mengungkap Penyalahgunaan Program Makan Bergizi Gratis: Fenomena ‘Ternak Yayasan’ dan Kecenderungan Bisnis yang Memprihatinkan




