Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Selamat datang Kaurama di Situs Kami!

Kaurama, Jakarta – Risiko konflik antara gajah dan manusia diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim dan faktor lingkungan antropogenik lainnya. Tren yang meresahkan ini terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Ini adalah studi pertama yang meneliti dampak peningkatan suhu terhadap interaksi manusia-gajah. “Konflik manusia-satwa liar dapat berdampak buruk pada manusia dan satwa liar serta dapat menghambat upaya konservasi,” kata penulis studi tersebut, menurut earth.com.

Studi ini mengkaji bagaimana kemungkinan dampak perubahan iklim, pergeseran jejak pertanian, dan perubahan kepadatan populasi dapat mempengaruhi prevalensi dan intensitas konflik dengan dua spesies besar yang terancam dan berkonflik: gajah Asia dan Afrika.

“Memahami bagaimana risiko konflik dapat berubah akibat perubahan iklim dapat membantu para pegiat konservasi dan pengelola satwa liar mengalokasikan sumber daya mitigasi dan konservasi ke spesies dan wilayah yang rawan konflik,” kata penulis studi tersebut. AS: Kapal Induk Kami Tak Takut Rudal China

Para peneliti memetakan risiko konflik manusia-gajah di berbagai habitat gajah. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika suhu meningkat dan perambahan manusia terhadap habitat gajah meningkat, kemungkinan terjadinya konflik akan meningkat. Situasi ini menghadirkan tantangan besar dalam mengelola interaksi manusia-satwa liar, yang berdampak pada kelangsungan hidup dan kesejahteraan kedua spesies.

Mia Guarnieri, ahli biologi dan peneliti satwa liar, mengatakan kepada ABC News bahwa konflik manusia-gajah mempunyai konsekuensi negatif bagi kedua belah pihak. Ada contoh penjarahan tanaman dimana gajah memakan hasil panen, yang mengakibatkan gajah dibunuh sebagai hukuman bagi para petani.

Pertanian, khususnya penanaman jagung, salah satu tanaman favorit gajah, banyak menimbulkan konflik serupa. Menurut Guarnier, dampak samping dari penjarahan tanaman termasuk kematian gajah, yang juga berdampak signifikan terhadap penghidupan para petani.

Konflik manusia-gajah tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, namun juga melemahkan upaya lokal. Upaya-upaya ini sangat penting bagi spesies yang mengalami penurunan populasi dalam beberapa dekade terakhir akibat hilangnya habitat dan perdagangan gading. Baca Juga: Pertemuan Manusia-Gajah di Kawasan Konsesi Jambi

Menyusul laporan adanya harimau dan gajah yang melintasi jalan, pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sedang mempertimbangkan untuk memasang kandang perangkap. Baca artikel

Laporan PBB tersebut memuat hiu bambu dan tiga hewan liar lainnya yang hidup di Indonesia. Ribuan spesies yang bermigrasi berada dalam kondisi kritis. Baca artikel

Jumlah karbon organik yang tersimpan di dalam tanah 10 kali lebih besar dibandingkan seluruh karbon di atmosfer. Mengurangi dampak perubahan iklim. Baca artikel

Negara-negara yang mengalami kekeringan pada tahun lalu, termasuk Indonesia, bisa saja terkena La Nina. Suhu dingin La Nina ditandai dengan Baca selengkapnya

Ketua UNFCCC, Dvikorita Karnavati, mengatakan perubahan iklim yang mengancam hampir seluruh dunia berkembang dengan sangat cepat. Baca artikel

Meski fenomena El Nino sudah melemah, namun kenaikan suhu permukaan laut global masih tinggi dan melampaui rekor global. Baca artikel Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Selain nasib masyarakat adat dan penerimaan mahasiswa baru Unair, perubahan iklim juga berdampak pada konflik manusia-gajah. Baca artikel

Satgas ini menggalang dukungan untuk mengusut tuntas kematian Rahman, seekor gajah patroli taman nasional yang diracun di Riau. Baca artikel

Asian Development Bank menyetujui pinjaman sebesar Rp 6,62 miliar untuk meningkatkan sanitasi di Mataram, Pontianak dan Semarang Baca selengkapnya

Anies Baswedan mewawancarai Emil Salim saat masih duduk di bangku SMA. Kini mereka bertemu lagi untuk berdiskusi. Ganjari juga bertemu Emil sehari sebelumnya. Baca artikel