Siswa Nias Sampaikan Harapan Pendidikan dan Pentingnya Makan Bergizi Gratis kepada Presiden Prabowo

Yemisa Zebua, seorang siswa asal Nias yang sebelumnya viral karena permintaannya terkait pembangunan jembatan, kembali menarik perhatian publik setelah melakukan dialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada acara peresmian 218 jembatan di seluruh Indonesia yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, Yemisa menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menagih janji mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum menjangkau sekolahnya.

Sebagai seorang pelajar, Yemisa mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pembangunan jembatan di daerahnya. Dalam dialog itu, ia menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur bagi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Kini, ia dan teman-temannya tidak lagi perlu melepas sepatu saat menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah.

“Terima kasih atas semua bantuan yang telah bapak berikan kepada kami, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah, terima kasih Bapak Presiden,” ungkap Yemisa dengan penuh rasa hormat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan tentang perjalanan pendidikan Yemisa. Siswa berusia 17 tahun yang kini duduk di kelas 12 itu menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, meskipun ia menghadapi kendala biaya dari orang tuanya.

“Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi, tapi orangtua saya tidak mampu, Pak,” jawab Yemisa dengan jujur.

Mendengar pernyataan tersebut, Presiden Prabowo berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi Yemisa agar bisa mengikuti tes sebagai bagian dari usaha untuk membantu pendidikan siswa berbakat ini. “Kedokteran? Ya sudah nanti kamu dites,” ujar Presiden dengan nada mendukung.

Yemisa tidak hanya memperjuangkan masa depannya, tetapi juga untuk tiga temannya yang memiliki aspirasi yang sama. Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo meminta jajaran TNI setempat untuk mencatat nama-nama siswa tersebut. “Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” tegas Prabowo.

Dalam dialog yang sama, Yemisa juga menyoroti kurangnya pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya. Ia mengungkapkan bahwa banyak siswa di sekolah tersebut berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit.

“Belum sampai di sekolah kami Pak. Orangtua kami tidak mampu membiayai makan kami,” keluh Yemisa, menunjukkan realitas yang dihadapi oleh banyak siswa.

Ketika Presiden Prabowo menyebut adanya pandangan bahwa program MBG tidak diperlukan, Yemisa menanggapi dengan tegas. “Siapa bilang? Bohong itu Pak,” ujarnya, menegaskan pentingnya program tersebut bagi siswa-siswa di daerahnya.

Di samping isu MBG, Yemisa juga berharap agar pemerintah bisa membantu memperbaiki akses jalan menuju sekolah serta mendukung pembangunan fasilitas di SMK Boronadu, termasuk lapangan sekolah yang memadai untuk kegiatan belajar dan olahraga.

Mengakhiri dialog yang penuh makna tersebut, Presiden Prabowo memberikan pesan kepada Yemisa dan temannya bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Dengan perhatian yang serius, beliau berharap agar semua siswa, termasuk Yemisa dan teman-temannya, bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka.

➡️ Baca Juga: Hello world!

➡️ Baca Juga: Vidi Berjuang Melawan Penyakit, Habib Jafar Sebut Sebagai Penghapus Dosa: Studi Kasus Optimasi SEO untuk Peningkatan Peringkat Google

Exit mobile version