Pria Mengaku TNI Tipu Pedagang Telur di Pamulihan, Dandim 0610/Sumedang Tegaskan TNI Gadungan

Kasus penipuan semakin marak terjadi di berbagai daerah, dan baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada aksi seorang pria yang mengenakan seragam TNI di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pria tersebut diduga melakukan penipuan terhadap pedagang telur dengan mengaku sebagai anggota resmi TNI, namun pihak berwenang menegaskan bahwa ia adalah seorang TNI gadungan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai modus-modus penipuan yang dapat merugikan mereka.
Pernyataan Resmi Dandim 0610/Sumedang
Letkol Arh Kusuma Ardianto, Komandan Distrik Militer 0610/Sumedang, memberikan klarifikasi terkait kejadian penipuan ini. Ia menyatakan bahwa pria berseragam TNI yang terlibat dalam penipuan tersebut bukanlah anggota resmi, melainkan hanya berpura-pura menjadi anggota TNI untuk melancarkan aksinya.
“Kejadian penipuan ini berlangsung pada tanggal 14 April 2026, di siang hari, di wilayah Kecamatan Pamulihan,” ungkapnya saat ditemui oleh media di Kodim 0610/Sumedang pada hari Senin, 20 April 2026.
Modus Operandi Pelaku
Letkol Arh Kusuma menjelaskan bahwa pelaku penipuan ini mengenakan seragam TNI dan mengklaim dirinya adalah anggota Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Kodam III/SLW). Dengan menggunakan identitas palsu ini, pelaku berusaha meyakinkan korbannya agar mau memberikan barang dagangannya.
“Pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI gadungan ini telah menipu seorang pedagang telur di Pamulihan,” jelasnya. Dalam aksinya, pelaku berhasil meraup keuntungan dengan cara yang sangat licik.
Kerugian yang Dialami Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami kerugian yang cukup signifikan, mencapai Rp7,29 juta, akibat hilangnya sekitar 250 kilogram telur. Kejadian ini menyoroti betapa rentannya masyarakat terhadap tindakan penipuan yang menggunakan kedok institusi resmi.
“Modus ini sangat merugikan, dan kami akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan pelaku diadili,” kata Letkol Arh Kusuma. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan dari masyarakat untuk mengenali tanda-tanda penipuan yang serupa.
Kronologi Kejadian Penipuan
Informasi mengenai kejadian ini mulai viral setelah diunggah oleh akun media sosial yang menceritakan kronologi aksi penipuan oleh pria berseragam TNI tersebut. Dalam unggahan tersebut, diceritakan bahwa pelaku datang dengan niat membeli telur dalam jumlah besar dan berjanji akan melakukan pembayaran setelah barang diterima di Kecamatan Pamulihan.
Setelah barang dikirimkan sesuai kesepakatan, pelaku justru memindahkan telur ke dalam mobil pribadi, yaitu sebuah Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi yang diduga tidak valid. Tindakan ini menunjukkan betapa cerdiknya pelaku dalam menjalankan modusnya.
Pengelabuan yang Dilakukan Pelaku
Pelaku juga melakukan pengelabuan terhadap pegawai kecamatan dengan alasan akan mengadakan bazar sembako. Korban kemudian diminta untuk pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung untuk menemui seseorang yang dikatakan sebagai istri pelaku. Tindakan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku telah merencanakan aksi penipuan ini dengan sangat matang.
Dukungan dari Pihak TNI
Letkol Arh Kusuma mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap tindakan penipuan yang mengatasnamakan TNI. “Kami ingin menegaskan bahwa tindakan ini tidak mencerminkan institusi TNI yang sesungguhnya. Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota TNI tanpa menunjukkan identitas resmi,” tegasnya.
Ia juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menghadapi berbagai kemungkinan penipuan yang terus berkembang.
Langkah-Langkah Preventif untuk Masyarakat
Untuk mengurangi risiko penipuan, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh masyarakat:
- Selalu meminta identitas resmi jika ada seseorang yang mengaku sebagai anggota TNI.
- Verifikasi informasi melalui saluran resmi sebelum melakukan transaksi.
- Berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan.
- Jangan ragu untuk melapor kepada pihak berwenang jika mencurigai adanya penipuan.
- Menjaga komunikasi dengan sesama pedagang untuk saling berbagi informasi tentang potensi penipuan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang modus-modus penipuan, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.
Penutup
Kasus penipuan yang melibatkan orang yang mengaku sebagai anggota TNI gadungan ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Penting untuk selalu waspada dan teliti dalam bertransaksi, apalagi jika melibatkan jumlah uang yang besar. Pihak TNI juga berkomitmen untuk menindak tegas pelaku yang merusak citra institusi militer. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Memanfaatkan Fitur Terjemahan Instan di Ponsel Android dan iPhone
➡️ Baca Juga: Harga Plastik Naik Drastis! Temukan 5 Alternatif Pengganti yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan




