PREORDER Novel KERIS SETAN KOBER

Apr 28, 2016

In:Event

PREORDER Novel KERIS SETAN KOBER bertanda tangan eksklusif sang pengarang,

S. Trisasongko Hutomo, untuk 100 pemesan pertama!

pre order buku Keris Setan Kober

———————————–

SC | 14 x 21 cm | 445 hlm.
ISBN: 978-602-6799-08-1
Harga: Rp 88.000.

———————————–
Terbit 3 Mei 2016. Dapatkan harga prorder dari penerbit, Rp 74 ribu (belum termasuk ongkir) dengan mengirim pesan melalui SMS/WhatsApp ke: 0812-8765-4445. Sertakan nama, alamat, dan nomor kontak yang bisa dihubungi dalam pemesanan.
———————————–

“Novel ini bakal menghipnosis Anda untuk menyusuri tanah Jawa masa silam, ketika kesaktian dan politik tak bisa dipisahkan, ketika kekuatan kasatmata dan kekuatan gaib saling berkelindan. Berlatar sejarah perpindahan kekuasaan Demak ke Pajang, novel Keris Setan Kober menyuguhkan kepada Anda sebuah kisah yang jarang diketahui orang, kisah tentang perang niskala di balik peristiwa-peristiwa politik besar yang terjadi di tanah Jawa!”

————
Sinopsis
————

Banjir darah melanda tanah Jawa pada tahun 1549. Berhasrat menjadi penguasa tunggal Nusantara, Kesultanan Demak mengobarkan perang di mana-mana. Kerajaan-kerajaan pecahan Majapahit satu per satu ditaklukkan. Sunan Kalijaga berupaya membendung perubahan brutal yang merundung negerinya. Dalam keprihatinannya, ia melihat sosok Ratu Adil yang diramalkan Jayabaya pada diri Adipati Pajang Hadiwijaya. Maka, tatkala Arya Penangsang membumihanguskan ibu kota Demak untuk merebut takhta, wali sepuh itu merestui Hadiwijaya memindah kekuasaan ke Pajang. Arya Penangsang kemudian tewas oleh pusakanya sendiri: Keris Setan Kober!

Tak lama berselang, Keris Setan Kober hilang dari penjagaan Sunan Kudus, sosok kuat di belakang Arya Penangsang. Hilangnya pusaka itu memicu kecemasan. Para adipati yang menolak bergabung dengan Pajang, dan menyadari daya niskala keris itu, mencoba bersekutu dengan siapa saja yang berhasil menguasainya. Untuk menandingi perbawa Keris Setan Kober, seorang empu sakti pun bertapa demi menemukan Ndaru Kala Astika, batu meteor yang jatuh ke bumi lima ratus tahun silam.

Sementara itu, putra angkat Sultan Hadiwijaya, Pangeran Loring Pasar, diam-diam juga menghendaki takhta. Untuk mewujudkan ambisinya, ia mencoba bersekutu dengan kerajaan gaib Laut Kidul. Tak ayal, Sultan Hadiwijaya dikepung banyak musuh, baik yang nyata maupun niskala. Genderang perang ditabuh di mana-mana. Banjir darah kembali membayang-bayangi tanah Jawa!

 

 

Leave a Reply