Porsi Gerai Kuliner di Mal Mencapai 40 Persen, APPBI Identifikasi Perubahan Signifikan Pusat Belanja

Pusat perbelanjaan di Indonesia kini bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk berbelanja. Dengan meningkatnya porsi gerai kuliner di mal yang kini mencapai 40 persen, peran pusat perbelanjaan sebagai ruang interaksi sosial dan edukasi kuliner semakin terlihat jelas. Hal ini menciptakan peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai gastronomi Indonesia. Dalam konteks ini, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang memperkenalkan keberagaman kuliner nusantara melalui berbagai festival dan kegiatan edukatif.
Pergeseran Fungsi Pusat Perbelanjaan
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa fungsi pusat perbelanjaan telah mengalami perubahan yang signifikan. Dalam pembukaan Festival Kuliner Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 14 Oktober 2026, ia menyatakan bahwa mal kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai lokasi strategis untuk interaksi sosial dan edukasi masyarakat.
“Ketika kita berbicara tentang gastronomi, pusat perbelanjaan menjadi salah satu wadah yang tepat untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada masyarakat,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa mal kini berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan kuliner Indonesia.
Peningkatan Porsi Gerai Kuliner
Alphonzus mengungkapkan bahwa komposisi gerai makanan dan minuman di pusat perbelanjaan mengalami lonjakan yang signifikan. Dari sebelumnya hanya sekitar 10 persen, kini porsi gerai kuliner di mal mencapai antara 30 hingga 40 persen. Peningkatan ini mencerminkan perubahan tren konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman kuliner saat berkunjung ke pusat perbelanjaan.
Penyebab Peningkatan Porsi Gerai Kuliner
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan porsi gerai kuliner di mal antara lain:
- Perubahan perilaku konsumen yang lebih menyukai pengalaman bersosialisasi saat berbelanja.
- Fungsi mal sebagai tempat interaksi sosial yang lebih luas.
- Kenaikan ekonomi yang mendorong daya beli masyarakat.
- Adanya promosi dan festival kuliner yang menarik perhatian pengunjung.
- Komitmen pengelola mal untuk menghadirkan variasi kuliner yang lebih beragam.
Peran Pusat Perbelanjaan dalam Memasarkan Produk Lokal
Selain sebagai tempat interaksi sosial, pusat perbelanjaan juga memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan produk lokal. Alphonzus menyatakan bahwa penting bagi pusat perbelanjaan untuk memberikan ruang bagi produk domestik agar dapat bersaing dengan produk luar negeri. “Kita harus mendahulukan dan mempromosikan produk-produk lokal, tanpa mengesampingkan produk dari luar,” katanya.
Dukungan terhadap produk lokal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Festival Kuliner sebagai Sarana Edukasi
Komitmen APPBI untuk mendukung Kementerian Pariwisata dan memperkenalkan gastronomi Indonesia terlihat jelas melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026. Festival ini berlangsung dari 7 Oktober hingga 1 November 2026 di 32 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, dan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kekayaan kuliner lokal.
“Pusat perbelanjaan merupakan tempat yang strategis untuk menjangkau masyarakat dan mendekatkan mereka dengan budaya kuliner Indonesia,” tambah Alphonzus. Melalui festival ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenali dan menghargai keanekaragaman kuliner yang ada di tanah air.
Detail Festival Kuliner
Festival Kuliner Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition”. Tema ini mencerminkan harapan untuk membawa kuliner lokal ke panggung yang lebih luas, sekaligus memberikan pengakuan global terhadap kekayaan rasa dan budaya yang dimiliki Indonesia. Festival ini menjadi kelanjutan dari rangkaian WIG 2026 yang sebelumnya diadakan di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026.
Melalui festival ini, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas dari berbagai daerah, serta mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung edukasi gastronomi. Ini adalah kesempatan yang baik untuk merasakan langsung cita rasa lokal yang mungkin belum pernah dicoba sebelumnya.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya porsi gerai kuliner di mal hingga mencapai 40 persen, pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mendidik masyarakat tentang gastronomi Indonesia. Dukungan APPBI dan pelaksanaan festival kuliner menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal dan makanan khas Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan pusat perbelanjaan akan terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih beragam dan menarik bagi pengunjung.
➡️ Baca Juga: Isuzu Tawarkan Paket Umrah untuk Konsumennya: Simak Langkah Efektif untuk Mendapatkannya!
➡️ Baca Juga: Bank Raya Mendorong Pertumbuhan UMKM dengan Inklusi Keuangan Digital Melalui Kemitraan Strategis di Lala Market 2026




