Penjualan Obat Sirup Disetop Sementara, Jika Anak Batuk Pilek Gimana Mengobatinya? Ini Kata Kemenkes dan Ahli Farmasi

Sugeng rawuh Kaurama di Portal Ini!

Kaurama – Larangan sementara konsumsi sirup oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkese) karena risiko gagal ginjal akut yang misterius membuat para orang tua mempertanyakan bagaimana cara mengobati anak yang demam, batuk, dan pilek. Penjualan Obat Sirup Disetop Sementara, Jika Anak Batuk Pilek Gimana Mengobatinya? Ini Kata Kemenkes dan Ahli Farmasi

Hal ini dikarenakan obat dalam bentuk sirup merupakan obat utama, selain mudah dicerna, obat ini mempunyai rasa manis yang disukai anak-anak.

Larangan sementara ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor SR.01.05/III/3461/2022 yang menyatakan bahwa apotek untuk sementara dilarang menjual obat secara cuma-cuma dalam bentuk sirup kepada warga untuk penyakit apa pun. . Ilustrasi obat sirup (Freepik.com) Tanya Psikolog: Korban KDRT Kembali Jalani Hubungan dengan Pelaku, Murni karena Cinta?

Selain itu, dokter untuk sementara dilarang meresepkan sirup tersebut kepada semua pasien hingga Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) serta pemangku kepentingan lainnya menemukan penyebab pasti dari gangguan ginjal akut yang terjadi pada tahun tersebut. lebih dari 180 anak, puluhan di antaranya meninggal.

Gagal ginjal akut adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak mampu mengeluarkan zat beracun dan kelebihan cairan serta menyeimbangkan air dan elektrolit secara optimal. Secara umum, ginjal menyaring produk limbah tubuh dan mengeluarkannya melalui urin.

Sehingga timbul pertanyaan, bagaimana jika anak sakit, obat apa yang harus diberikan?

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril Sp.P, MPH mengatakan, selain sirup, masyarakat bisa memberikan anak ramuan obat atau bubuk yang dihaluskan lalu dilarutkan dalam air, atau diberikan obat melalui dubur.

Alternatifnya bisa menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, supositoria (supositoria anal atau rektal) atau lainnya, kata dr Syahril dalam rilis media, Rabu (19/10/2022).

Adapun penggunaan obat dalam bentuk sirup saat ini harus berdasarkan resep dan pemeriksaan dokter yang akan menilai urgensi pemberian obat kepada anak dalam bentuk sirup.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk merawat anak-anak dan tidak mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup untuk sementara waktu tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan, kata dr Syahril.

Rekomendasi lain diberikan oleh Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Zullies Ikawati mengatakan pengobatan nonfarmakologis atau bebas obat kini lebih diutamakan kecuali dalam keadaan darurat. Penjualan Obat Sirup Disetop Sementara, Jika Anak Batuk Pilek Gimana Mengobatinya? Ini Kata Kemenkes dan Ahli Farmasi

“Jika demam bisa menggunakan kompres terlebih dahulu atau menggunakan parasetamol bubuk atau bentuk lainnya,” kata dr Zullies.

Namun diakuinya, banyak anak yang menolak obat berbentuk bubuk, tablet, atau kapsul karena rasanya pahit atau sulit ditelan. Jadi tidak ada masalah dengan menambahkan pemanis alami.

“Kalau terasa pahit bisa minta ditambahkan pemanis yang aman untuk anak,” pungkas dr Zullies.