Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Wecome Kaurama di Website Kami!

Kaurama – Sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa hair removal meningkatkan risiko kanker rahim dan bahkan lebih berbahaya bagi perempuan kulit hitam. Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Cegah Petugas KPPS Alami Masalah Kesehatan Saat Pemilu 2024, Pemkot Surabaya Siagakan Puskesmas 24 Jam

National Institutes of Health melakukan penelitian terhadap 33.000 wanita berusia antara 35 dan 74 tahun untuk mengetahui risiko kanker payudara dan penyakit lainnya.

Penelitian ini mengikuti riwayat gaya hidup para wanita tersebut selama 11 tahun, dan sebagai hasilnya, para peneliti menemukan tingginya tingkat penggunaan rambut pada 378 orang penderita kanker rahim.

Risiko ini meningkat sebesar 4 persen dibandingkan wanita yang tidak menggunakan hair extension, yaitu 1,64 persen. Gambar Kanker (pixabay)

Kanker rahim adalah jenis kanker langka dan sulit diobati yang terjadi di dalam rahim. Faktanya, kematian akibat kanker serviks di Amerika Serikat sedang meningkat, terutama di kalangan perempuan kulit hitam, menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh National Cancer Institute.

Kanker rahim berkembang pada lapisan rahim atau dinding rahim, yang ditandai dengan tumbuhnya tumor ganas. Secara umum, kanker rahim terbagi menjadi dua kategori, yaitu kanker endometrium dan sarkoma rahim.

Terlepas dari bahan kimia yang terkandung dalam produk penghilang rambut, ada risiko yang terkait dengan produk penghilang rambut. Meski hairspray diyakini mengandung formaldehida, sejenis karsinogen penyebab kanker. Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Penelitian ini juga merupakan penelitian observasional, artinya peneliti masih mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah bahan kimia pada produk pelurus rambut menyebabkan kanker secara langsung atau hanya bersifat karsinogenik.