Jakarta – Nyeri lutut yang mengganggu aktivitas sehari-hari sering kali menjadi tanda awal dari osteoarthritis atau pengapuran sendi. Ketika kondisi ini mencapai tahap parah dan tidak menunjukkan perbaikan melalui metode nonbedah, teknologi operasi lutut robotic menjadi solusi mutakhir yang menawarkan tingkat presisi tinggi dalam prosedur penggantian sendi lutut.
Pemahaman tentang Osteoarthritis
Dr. dr. L. Andre Pontoh, Sp.OT(K), seorang dokter spesialis ortopedi konsultan di Jakarta Knee and Shoulder Orthopedic Sports Centre, RS Pondok Indah – Pondok Indah, menjelaskan bahwa osteoarthritis adalah proses kerusakan tulang rawan sendi yang berlangsung secara bertahap. Kerusakan ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan dalam bergerak, yang pada akhirnya dapat memperburuk kualitas hidup pasien.
“Banyak orang yang beranggapan bahwa osteoarthritis adalah bagian normal dari penuaan. Padahal, kondisi ini memerlukan perhatian medis yang serius, terutama ketika nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berdiri, menaiki tangga, dan kualitas tidur,” ungkap dr. Andre dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (9/10/2026).
Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan pada ujung tulang yang membentuk sendi, membantu mengurangi gesekan selama gerakan. Ketika jaringan ini mengalami kerusakan, pergerakan lutut dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat mengganggu.
Tipe Osteoarthritis
Dari sisi medis, osteoarthritis dibedakan menjadi dua kategori: osteoarthritis primer yang disebabkan oleh proses degeneratif akibat penuaan, dan osteoarthritis sekunder yang diakibatkan oleh cedera, kerusakan sendi sebelumnya, atau aktivitas fisik yang berlebihan. Dr. Andre menambahkan bahwa osteoarthritis berbeda dari osteoporosis. Osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi, sedangkan osteoporosis merujuk pada penurunan kepadatan massa tulang yang meningkatkan risiko patah tulang.
Faktor Risiko dan Gejala Osteoarthritis
Risiko untuk mengalami osteoarthritis lutut meningkat dengan bertambahnya usia, terutama pada individu di atas 50 tahun. Wanita cenderung memiliki risiko lebih tinggi akibat perubahan hormonal pascamenopause serta perbedaan anatomis tubuh mereka.
Selain faktor usia dan jenis kelamin, kelebihan berat badan atau obesitas dapat menambah beban pada sendi lutut, mempercepat kerusakan tulang rawan. Penyimpangan bentuk kaki, seperti genu varum (kaki berbentuk huruf O) atau genu valgum (kaki berbentuk huruf X), juga dapat menyebabkan distribusi beban pada sendi lutut menjadi tidak merata. Riwayat cedera, seperti patah tulang atau kerusakan ligamen yang tidak ditangani dengan baik, juga dapat menjadi faktor penting di kemudian hari.
Gejala yang umum dialami oleh pasien meliputi nyeri saat berdiri atau berjalan, ketidaknyamanan saat menaiki tangga, pembengkakan, suara gemeretak saat lutut digerakkan, serta kekakuan sendi yang berlangsung harian.
Penanganan Osteoarthritis dan Indikasi untuk Operasi
Tujuan utama dari penanganan osteoarthritis adalah untuk mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan mempertahankan mobilitas pasien. Pada tahap awal, dokter biasanya merekomendasikan intervensi nonbedah, yang meliputi modifikasi gaya hidup, penurunan berat badan, latihan fisik berdampak rendah seperti berenang atau bersepeda, fisioterapi untuk otot-otot sekitar lutut, serta pemberian obat pereda nyeri dan anti-inflamasi.
Namun, pada tahap lanjut osteoarthritis—seperti pada Grade 4 dalam klasifikasi Kellgren-Lawrence—kerusakan tulang rawan sudah tidak dapat diperbaiki hanya dengan obat atau fisioterapi. Di sinilah prosedur total knee replacement (penggantian sendi lutut total) menjadi solusi medis yang terbukti efektif.
Keunggulan Operasi Lutut Robotic
Perkembangan teknologi medis telah membawa pendekatan berbasis robotik dalam prosedur penggantian sendi lutut. Sistem robotik ini membantu dokter bedah untuk memetakan anatomi lutut pasien secara akurat dalam format tiga dimensi (3D) sebelum dan selama operasi berlangsung.
“Teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter bedah. Dokter tetap memiliki kendali penuh atas semua tindakan medis. Sistem robotik berfungsi sebagai alat bantu presisi tinggi untuk memastikan penempatan dan ukuran implan sesuai dengan anatomi unik pasien, serta meminimalkan pemotongan jaringan tulang yang tidak perlu,” jelas dr. Andre.
Akurasi yang tinggi dalam prosedur robotic total knee replacement ini berdampak positif pada pemulihan pasien. Mereka umumnya dapat mulai berlatih berjalan dalam waktu 24 jam setelah operasi, tergantung pada evaluasi klinis masing-masing individu.
Pengalaman Pasien: Kisah Bu Tini
Pengalaman pemulihan ini diungkapkan oleh Bu Tini, salah satu pasien dr. Andre Pontoh. Menghadapi osteoarthritis parah di kedua lututnya, Bu Tini awalnya mengira nyeri yang dialaminya hanyalah keluhan biasa akibat proses penuaan. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa sakit tersebut semakin membatasi aktivitasnya, termasuk hobinya untuk bepergian.
Setelah menjalani operasi lutut robotic, Bu Tini merasakan perbedaan yang signifikan. Kini, ia bisa kembali melakukan aktivitas yang dicintainya, seperti jalan pagi dan merawat cucunya tanpa merasa sakit yang mengganggu.
Proses Pemulihan Pasca Operasi
Proses pemulihan setelah operasi lutut robotic dirancang untuk mempercepat kembalinya pasien ke aktivitas normal. Terapi fisik pascaoperasi menjadi bagian penting dari pemulihan, di mana pasien diajarkan teknik untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut dan meningkatkan rentang gerak.
- Latihan penguatan otot untuk mendukung sendi lutut.
- Latihan fleksibilitas untuk meningkatkan gerakan lutut.
- Penggunaan alat bantu berjalan jika diperlukan.
- Pengawasan medis secara rutin untuk memastikan proses pemulihan yang optimal.
- Pembelajaran tentang cara menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada lutut.
Melalui pendekatan yang tepat dan penggunaan teknologi modern seperti operasi lutut robotic, banyak pasien yang berhasil mendapatkan kembali kualitas hidup mereka. Memahami kondisi osteoarthritis dan mencari perawatan medis yang sesuai adalah langkah penting menuju pemulihan yang efektif.
➡️ Baca Juga: Purina Friskies Luncurkan Nutrisi Baru untuk Kucing dan Anjing di IIPE 2026
➡️ Baca Juga: Perempuan Ini Akan Melakukan Aksi Dekat Istana Presiden, Simak Rencana yang Diajukan
