Listrik 24 Jam PLN Hadir di Patialo, Wujudkan Impian Anak Desa Mandailing

Di balik bukit yang terletak 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Desa Patialo menyimpan harapan yang telah lama dinanti: kehadiran listrik 24 jam PLN. Sebelum listrik menyala, kehidupan 108 kepala keluarga di desa ini tampak redup saat malam tiba. Anak-anak terpaksa belajar dalam gelap, mengandalkan lampu teplok dan sumber daya listrik swadaya yang tidak stabil. Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah Asmaul Husna, seorang putri asli Patialo yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ketika mempersiapkan diri untuk kuliah, Husna menghadapi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring akibat pasokan energi dan koneksi internet yang tidak konsisten. “Sebelum ada listrik dari kincir air (PLTMH), kami belajar dengan lampu teplok. Setelah listrik masuk, kami bisa menggunakan Wi-Fi, tetapi sering kali jaringannya terputus, terutama saat saya harus mengikuti kelas Zoom,” jelas Husna pada Selasa, 29 September 2026.

Perjuangan Tanpa Listrik

Kondisi sulit ini juga dialami Nurlina Lubis, seorang guru mengaji di desa tersebut. Sebelum adanya listrik, Nurlina harus mengandalkan lampu pelita untuk mengajar anak-anak mengaji. Ketika persediaan minyak tanah habis, kegiatan belajar terpaksa terhenti, membuat anak-anak merasa kecewa. “Sebelum ada listrik, kami harus menggunakan lampu teplok untuk mengaji. Jika terjadi pemadaman atau minyak habis, anak-anak tidak bisa melanjutkan pelajaran,” ungkap Nurlina dengan nada sedih.

Harapan Baru dengan Kehadiran Listrik

Namun, masa-masa sulit itu kini telah berakhir. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Desa Patialo akhirnya menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam penuh. M. Jamil Lubis, seorang pekebun kayu manis lokal, menyatakan rasa syukurnya atas perubahan ini. “Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu sehingga listrik PLN bisa mengalir ke desa kami,” kata Jamil dengan penuh kebahagiaan.

Dukungan Pemerintah untuk Pembangunan Energi

Kehadiran listrik ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menekankan bahwa pasokan energi yang stabil adalah fondasi vital bagi masyarakat desa untuk merencanakan peningkatan kesejahteraan dan pengembangan potensi lokal. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menginstruksikan Kementerian ESDM untuk memastikan listrik dapat dinikmati di seluruh Indonesia. Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah,” ungkap Saipullah.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga menegaskan pentingnya akses listrik sebagai fondasi untuk mendorong kemajuan masyarakat. Menurutnya, listrik bukan hanya sekadar penerangan, melainkan juga kunci untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di berbagai pelosok negeri. “Kami percaya bahwa hadirnya listrik dapat membuka akses pendidikan yang lebih baik, memperkuat layanan kesehatan, dan menggerakkan perekonomian lokal,” ujar Darmawan.

Komitmen PLN untuk Wilayah Terpencil

Di sisi lain, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk mengatasi berbagai tantangan geografis demi menghadirkan listrik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “Pembangunan jaringan distribusi di daerah seperti Desa Patialo adalah wujud nyata komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat. Medan berbukit dan akses jalan yang sulit tidak menjadi penghalang bagi kami,” ujar Arsyadany.

Perluasan Jangkauan Listrik di Seluruh Indonesia

Lebih lanjut, Arsyadany menjelaskan bahwa PLN akan terus memperluas jangkauan jaringan distribusi ke desa-desa yang belum menikmati akses listrik secara penuh. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan pemerataan akses energi nasional. “Kehadiran listrik di Desa Patialo bukan hanya menerangi rumah warga, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkarya,” pungkasnya.

Dengan adanya listrik 24 jam PLN, Desa Patialo tidak hanya menikmati cahaya, tetapi juga harapan baru untuk pendidikan yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat, dan kualitas hidup yang lebih tinggi. Kehadiran listrik ini telah mengubah wajah desa dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengejar cita-cita mereka, menjadikan Patialo sebagai contoh nyata dari bagaimana infrastruktur yang tepat dapat mengubah kehidupan masyarakat.

Dari kisah Desa Patialo, kita dapat melihat betapa pentingnya akses energi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen PLN, desa-desa lain di seluruh Indonesia juga diharapkan dapat merasakan manfaat yang sama, menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.

➡️ Baca Juga: Penangkapan Komplotan Pencuri Barang Pura di Denpasar oleh Tim Kepolisian

➡️ Baca Juga: Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Exit mobile version