KJP Dua Siswa Terlibat Tawuran di Pasar Rebo Dicabut, Disdik: Kemungkinan Bertambah

Sugeng rawuh Kaurama di Situs Kami!

Kaurama, JAKARTA – Dinas Pendidikan Daerah (Disdik) DKI Jakarta membatalkan bantuan sosial biaya pendidikan KJP Plus bagi dua siswa yang terlibat tawuran di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. KJP Plus dibatalkan setelah Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menerima surat rekomendasi dari pihak sekolah. KJP Dua Siswa Terlibat Tawuran di Pasar Rebo Dicabut, Disdik: Kemungkinan Bertambah

Terkait pengembalian dan pengembalian dana KJP Plus, isi surat yang dikirimkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kepada pimpinan PT Bank DKI pada 5 Februari 2024 dinyatakan tidak sah. Surat yang ditandatangani Direktur Pendidikan Provinsi DKI Jakarta itu memuat permintaan ke Pusat Layanan Sumber Daya Manusia dan Dana Operasional Valuyo Hadi. Membatalkan dan memblokir penerima KJP Plus dan mengembalikan dana dari kedua rekening pelajar. Kisah Guru MAN Pamekasan Dimutasi Gegara Protes Toilet Sekolah Bayar

Kedua siswa yang dimaksud adalah SMA Teldan 1 Jakarta dan SMP Negeri 102. Keduanya dikabarkan terlibat baku hantam di Lapangan Terbang Pasar Levo pada Minggu (28 Januari 2024).

“Hal itu diatur dalam Pasal 23 sampai dengan Pasal 26 Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2021,” kata Waluyo saat dikonfirmasi Kaurama, Rabu (2 Juli 2024).

Pasal 23f Pergub melarang memperjuangkan peserta didik penerima bantuan sosial untuk biaya pendidikannya. Sedangkan Pasal 26 Ayat 1 mengatur sanksi terhadap pelanggar berupa skorsing dan penghentian sementara bantuan pendidikan. Namun Pasal 26 ayat (2) menyatakan persetujuan dilakukan berdasarkan rekomendasi lembaga pendidikan.

Valuyo mengatakan, selain kedua pelajar tersebut, masih ada kemungkinan pembatalan KJP Plus bagi pelajar lainnya. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan proses pendalaman bukti partisipasi mahasiswa. Termasuk tawuran yang baru-baru ini terungkap oleh polisi.

“Ada (potensi pertumbuhan). Proses pembuktian investasinya belum mendalam,” kata Valuyo.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya akan mengambil sikap tegas dalam menghadapi bentrokan yang terjadi belakangan ini. Polisi mengatakan mereka berencana mengambil tindakan jika ada mahasiswa yang kedapatan berkelahi di lokasi. KJP Dua Siswa Terlibat Tawuran di Pasar Rebo Dicabut, Disdik: Kemungkinan Bertambah

“Pertama, jika melanggar aturan, polisi setempat akan mendisiplinkan Anda,” katanya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu.

Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan menindak jika ada mahasiswa yang ikut terlibat tawuran. Apalagi jika siswa tersebut merupakan penerima bantuan sosial biaya pendidikan KJP Plus. “Kalau mahasiswa, kalau KJP, saya setuju mundur,” kata Heru.