Kewajiban Bayi Baru Lahir Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap dan Fakta Menariknya

Saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, setiap Muslim diharapkan untuk melunasi zakat fitrah mereka. Zakat fitrah bukan hanya berfungsi untuk mensucikan diri bagi yang berpuasa, tetapi juga sebagai upaya untuk membantu mereka yang kurang mampu merayakan hari raya dengan lebih layak. Namun, bagaimana dengan bayi yang baru lahir? Apakah orang tua mereka harus membayar zakat fitrah atas nama bayi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami lebih dalam mengenai hukum dan ketentuan zakat fitrah.
Zakat Fitrah: Wajib bagi Setiap Muslim
Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang masih hidup saat matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan. Ini berarti, kewajiban ini tidak dipengaruhi oleh usia atau kemampuan untuk berpuasa. Yang penting adalah status individu tersebut sebagai seorang Muslim yang masih hidup pada waktu tersebut. Dengan demikian, anak-anak dan bayi yang lahir sebelum waktu Maghrib di akhir Ramadan juga termasuk dalam perhitungan zakat fitrah.
Anak dan Bayi: Zakat Fitrah Dibayarkan oleh Orangtua atau Wali
Karena anak-anak dan bayi belum memiliki kemampuan finansial, kewajiban membayar zakat fitrah tidak langsung ditanggung oleh mereka. Orangtua atau wali yang bertanggung jawab atas kehidupan mereka lah yang harus membayar zakat fitrah atas nama anak-anak dan bayi tersebut. Biasanya, kepala keluarga akan menghitung jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya dan membayar zakat untuk semuanya sekaligus.
Takaran Zakat Fitrah: Sama untuk Semua
Takaran zakat fitrah untuk anak dan bayi sama dengan orang dewasa, yaitu sekitar 2,5 kilogram makanan pokok seperti beras per orang, atau nilai uang setara sesuai dengan ketentuan di daerah masing-masing. Tidak ada pengurangan jumlah hanya karena usia masih bayi. Ketentuannya tetap satu jiwa, satu takaran zakat.
Bayi Baru Lahir dan Zakat Fitrah: Waktu Kelahiran Menentukan
Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan, maka wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Namun, jika bayi lahir setelah matahari terbenam (sudah masuk malam Idulfitri), maka bayi tersebut tidak wajib membayar zakat fitrah untuk tahun tersebut. Waktu kelahiran ini menjadi batas penting dalam menentukan kewajiban zakat fitrah.
Zakat Fitrah: Lebih dari Sekedar Kewajiban Ibadah
Zakat fitrah tidak hanya berfungsi untuk mensucikan diri, tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting. Meski bayi belum memiliki kewajiban ibadah seperti orang dewasa, namun zakat fitrah adalah kewajiban kolektif keluarga yang dihitung per jiwa. Dengan membayarkan zakat untuk anak dan bayi, keluarga telah menunaikan kewajiban mereka secara menyeluruh.
Jadi, bayi yang lahir sebelum malam Idulfitri wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orangtua atau wali yang menanggung nafkahnya. Besaran zakatnya sama seperti orang dewasa. Dengan demikian, bayi baru lahir juga termasuk dalam perhitungan zakat fitrah, sebagai bagian dari kewajiban kolektif keluarga.
➡️ Baca Juga: Bagaimana Kanker Ginjal Vidi Aldiano Bisa Menyebar Meski Sudah Dioperasi?
➡️ Baca Juga: Roku Meluncurkan Permainan Trivia Baru Bernama Roklue untuk Penggemar Game dan Hiburan