Kasus DBD Meningkat Saat Musim Hujan, Dokter Ungkap Sebabnya: Banyak Genangan Air Tempat Nyamuk Bertelur

Wecome Kaurama di Website Kami!

Kaurama – Memasuki musim hujan, masyarakat di Indonesia harus mewaspadai peningkatan kasus penyakit demam berdarah atau dikenal dengan demam berdarah dengue. Menurut dokter, salah satu penyebabnya adalah penumpukan air dalam jumlah besar di pemukiman warga. Kasus DBD Meningkat Saat Musim Hujan, Dokter Ungkap Sebabnya: Banyak Genangan Air Tempat Nyamuk Bertelur

Dokter Spesialis Anak FKUI-RSCM, Prof.Dr.Hindra Erawan Satari, Sp.A(K). Aedes aegypti bertelur di air jernih yang tidak terkena sinar matahari atau bersentuhan dengan tanah. Dinkes DKI Siapkan Layanan Khusus Tangani Caleg Gagal yang Kena Gangguan Mental

Nyamuk ini hidup di daerah tropis, yang kelembabannya tinggi, airnya tergenang, tidak terkena sinar matahari, tidak ada hubungannya dengan tanah. Saat musim hujan, airnya lebih jernih, dingin, dan lebih waspada terhadap penyebaran penyakit DBD. Demam saat musim hujan.” Hal itu ia jelaskan dalam diskusi media TEDA bertajuk “. Contoh Addes Mesir (Pixabay)

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada minggu ke-36 September 2022, jumlah kasus terkonfirmasi demam berdarah di Indonesia sebanyak 87.501 kasus dan tercatat jumlah kematian akibat demam berdarah. Jumlah korban meninggal akibat demam mencapai 816 orang.

Di tahun Pada kuartal terakhir tahun 2022, prevalensi gigitan Aedes aegypti diperkirakan mencapai puncaknya ketika curah hujan mulai meningkat sekitar bulan Oktober-November.

Dokter rumah sakit yang merupakan dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, jumlah penderita DBD meningkat saat musim hujan. Menurut dr Sipto Mangungkusumo, SPD, K-PTI, dr Ernie Juita Nelwan, penyakit ini bisa menyebar sepanjang tahun.

Dr. Ernie Juita berkata, “Wabah demam berdarah menjadi kurang bersiklus selama dekade terakhir karena perubahan iklim, karena curah hujan meningkat dan menurun secara teratur.”

Selain itu, selama musim panas, nyamuk bertelur yang kebal terhadap kerusakan dan perubahan lingkungan, katanya. Saat musim hujan tiba, telur-telur tersebut bermigrasi menjadi dewasa dan jumlahnya bisa meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, hal ini tidak dapat diperkirakan. Karena pada dasarnya penyakit ini sangat berbahaya bagi semua orang, tanpa memandang usia, tempat tinggal, dan gaya hidup.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, kasus DBD di Indonesia umumnya terjadi pada kelompok usia 14-44 tahun (39,96%) dan usia 5-14 tahun (35,61%). Kasus DBD Meningkat Saat Musim Hujan, Dokter Ungkap Sebabnya: Banyak Genangan Air Tempat Nyamuk Bertelur

“Gejala infeksi DBD adalah demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba disertai sakit kepala, nyeri otot dan tulang. Jika penyebabnya tidak segera diketahui, bisa menimbulkan komplikasi seperti syok dan pendarahan. Bisa berakibat fatal,” kata dokter Ernie. .

Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk melindungi diri dari penyakit demam berdarah dengan 3M plus atau bahkan vaksin demam berdarah, lanjutnya.