DP3AP2KB Cimahi Identifikasi Beragam Tantangan dalam Penerapan KLA yang Efektif

Upaya untuk menjadikan Kota Cimahi sebagai Kota Layak Anak (KLA) masih menghadapi berbagai tantangan yang krusial. Meskipun berbagai langkah telah dilakukan, masalah-masalah mendasar tetap mengemuka, yang memerlukan perhatian dan solusi bersama dari berbagai pihak.

Pentingnya Penguatan Kelembagaan dalam Penerapan KLA

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cimahi menekankan bahwa penguatan kelembagaan dan kelengkapan dokumen merupakan syarat esensial dalam penilaian KLA. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Neneng Mastoah, saat menghadiri acara Pembinaan Forum Anak di tingkat kecamatan dan kelurahan yang berlangsung di Aula Gedung C Pemkot Cimahi.

Menurut Neneng, pembentukan Forum Anak di tingkat kewilayahan menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan. Ini akan memastikan bahwa suara dan aspirasi anak-anak dapat didengar dan diperhatikan secara seksama.

Pentingnya Forum Anak di Tingkat Kewilayahan

“Oleh karena itu, sangat penting untuk membentuk forum anak di setiap kelurahan. Kita perlu mengawalinya dari tingkat bawah agar keberadaan forum ini dapat lebih bermanfaat,” jelas Neneng. Untuk mendukung pembentukan forum ini, diperlukan Surat Keputusan (SK) dari Lurah dan Camat, yang akan memperkuat legitimasi dan dukungan bagi inisiatif ini.

Di samping itu, Neneng menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mewujudkan KLA tidak hanya terletak pada aspek administratif, tetapi juga pada upaya menyatukan persepsi semua pihak bahwa KLA adalah tanggung jawab bersama. Ini menjadi penting agar semua elemen masyarakat, termasuk stakeholder, terlibat aktif dalam mendukung program KLA.

Tantangan dalam Penyatuan Persepsi

“Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menyatukan persepsi bahwa mewujudkan KLA ini bukan hanya tugas DP3AP2KB saja, tetapi memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ungkap Neneng. Dia menekankan bahwa keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan program ini.

Peran Akademisi dalam KLA

Peran akademisi juga dinilai sangat penting. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Akademisi seharusnya turut berintervensi untuk memberikan sumbangsih melalui penelitian yang relevan dengan pengabdian masyarakat,” tambah Neneng.

Melalui penelitian yang dilakukan, akademisi dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat dalam pengembangan kebijakan yang lebih baik bagi anak-anak di Cimahi.

Keterlibatan Dunia Usaha dalam KLA

Selain itu, keterlibatan dunia usaha dalam mendukung KLA masih dianggap kurang optimal. Hingga saat ini, Kota Cimahi belum memiliki Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI), yang merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian KLA.

“Kita sedang mendorong pembentukan APSAI, karena ini juga merupakan indikator penilaian KLA. Namun, fokus utama kita bukan hanya mengejar nilai, tetapi memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” tegas Neneng.

Peran APSAI dalam Pemenuhan Hak Anak

Keberadaan APSAI diharapkan dapat berperan aktif dalam memantau dan memberikan dukungan kepada pelaku usaha dalam pemenuhan hak dan perkembangan anak. Dengan adanya asosiasi ini, diharapkan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dapat terjalin dengan baik, sehingga tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi anak-anak di Cimahi.

Rencana Tindakan untuk Mengatasi Tantangan KLA

Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penerapan KLA, DP3AP2KB Cimahi telah merencanakan beberapa langkah strategis. Langkah-langkah ini melibatkan peningkatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Kota Cimahi dapat lebih maju dalam mewujudkan KLA yang efektif. Keberhasilan program ini tidak hanya akan berdampak positif bagi anak-anak, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dalam perjalanan menuju Kota Layak Anak, Cimahi dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks. Namun, dengan sinergi dari semua elemen—pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha—diharapkan semua tantangan tersebut dapat diatasi. KLA bukan hanya sekedar label, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

➡️ Baca Juga: Bank Raya Mendorong Pertumbuhan UMKM dengan Inklusi Keuangan Digital Melalui Kemitraan Strategis di Lala Market 2026

➡️ Baca Juga: Peluang Perpanjangan One Way Nasional Saat Arus Balik Lebaran 2026 yang Meningkat

Exit mobile version