BPOM Terima Hibah 10 Hektare di Sulsel untuk Membangun Politeknik Pengawasan SDM

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerima hibah lahan seluas 10 hektare dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan yang terletak di Kawasan Pucak, Kabupaten Maros ini akan digunakan untuk mendirikan Politeknik Pengawasan Sumber Daya Manusia (SDM), yang diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dalam pengawasan obat dan makanan.

Sinergi untuk Meningkatkan Kualitas SDM

Hibah ini merupakan langkah konkret dari kolaborasi antara BPOM dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di bidang pengawasan obat dan makanan. Melalui pendidikan yang tepat, diharapkan tenaga-tenaga profesional dapat dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan di sektor kesehatan masyarakat.

Penerimaan Sertifikat Hak Pakai

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, secara resmi menerima sertifikat Hak Pakai lahan. Sertifikat ini diserahkan oleh Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar dan menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum kepada aset negara, serta mendukung proses pembangunan kampus.

Langkah Awal Penyediaan Lahan

Proses penyediaan lahan dimulai sejak Januari 2025, ketika Kepala BPOM melakukan kunjungan ke lokasi bersama Bupati Maros dan anggota DPRD Maros. Kunjungan ini menjadi titik awal untuk merencanakan pembangunan pusat pendidikan yang fokus pada pengawasan obat dan makanan.

Dokumentasi dan Proses Hibah

Setelah penandatanganan dokumen hibah, tahapan selanjutnya adalah melakukan pengukuran dan penetapan batas tanah, serta memenuhi berbagai persyaratan teknis dan administrasi agar lahan dapat dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Serah Terima Aset

Proses hibah ini juga diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekretaris Utama BPOM. Dengan penandatanganan ini, pengelolaan, pemeliharaan, dan pengamanan aset berpindah ke BPOM sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Tujuan Pembangunan Politeknik Pengawasan SDM

Pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM) diharapkan dapat memperkuat kapasitas BPOM dalam menyiapkan tenaga profesional. Politeknik ini akan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengawasan demi melindungi kesehatan masyarakat melalui pengawasan yang lebih sistematis dan berkualitas.

Harapan untuk Calon Pengawas

“Politeknik ini nantinya akan menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon pengawas obat dan makanan yang kompeten,” ungkap Taruna. Harapan ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki integritas dalam menjalankan tugas pengawasan.

Kerja Sama dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi

Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada hibah lahan, tetapi juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi. Dalam Nota Kesepakatan, Pemerintah Provinsi Sulsel memiliki kesempatan untuk merekomendasikan calon peserta didik berprestasi dari sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, dengan kuota minimal 10% dari total penerimaan mahasiswa baru.

Peluang bagi Putra-Putri Daerah

Inisiatif ini membuka peluang bagi generasi muda di daerah untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Selain itu, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM lokal dan memperluas kontribusi tenaga profesional dalam pengawasan di seluruh Indonesia.

Dukungan Pemprov Sulsel untuk Pendidikan Kedinasan

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi aset berharga bagi BPOM dalam mengembangkan pendidikan kedinasan yang berorientasi pada kebutuhan pengawasan. Dengan adanya politeknik ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan SDM di bidang kesehatan.

Pernyataan dari Kepala BPOM

“Saya menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Sulsel. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan SDM yang kompeten dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat serta makanan yang beredar di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” kata Taruna. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap dampak positif dari kolaborasi ini bagi kesehatan masyarakat.

Membangun Masa Depan Pengawasan Obat dan Makanan

Pembangunan Politeknik Pengawasan SDM di Sulawesi Selatan merupakan langkah strategis dalam upaya memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Dengan adanya lembaga pendidikan yang fokus pada bidang ini, diharapkan akan tercipta tenaga-tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan di lapangan.

Peran Politeknik dalam Masyarakat

Politeknik ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Dengan fasilitas yang memadai dan kurikulum yang relevan, Poltek POM akan berkontribusi dalam menciptakan inovasi dan solusi untuk permasalahan di sektor kesehatan.

Kesimpulan Akhir

Dengan dukungan yang kuat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, BPOM berkomitmen untuk membangun Politeknik Pengawasan SDM yang berkualitas. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pengawasan obat dan makanan di Indonesia dapat dilakukan dengan lebih efektif dan profesional. Keberadaan politeknik ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan SDM yang mampu menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan keamanan serta mutu produk yang beredar.

➡️ Baca Juga: Apple Luncurkan Mac Mini dan Mac Studio Terbaru, AI Semakin Maju dan Canggih

➡️ Baca Juga: Kinerja Bapenda Kabupaten Bandung 2025 Mencapai Realisasi Pendapatan 94,02 Persen

Exit mobile version