happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
bandungBeritamiladPolitiknik Al Islamstudi

Politeknik Al Islam Bandung Luncurkan Program Studi D-4 TRP dalam Merayakan Milad ke-25

Memasuki usia yang ke-25, Politeknik Al Islam Bandung merayakan momen bersejarah dengan meluncurkan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Radiologi Pencitraan (D-4 TRP) pada hari Sabtu, 26 September 2026. Acara tersebut diadakan di kampus Politeknik Al Islam Bandung yang terletak di Kota Bandung, menandai langkah baru dalam pengembangan pendidikan vokasi di bidang teknologi kesehatan.

Peluncuran Program Studi D-4 TRP Sebagai Kado Istimewa

Direktur Politeknik Al Islam Bandung, dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE, menyatakan bahwa peluncuran program studi baru ini merupakan sebuah kado istimewa sebagai bagian dari peringatan Milad ke-25 lembaga pendidikan tersebut. Inisiatif ini bukan hanya sekadar merayakan pencapaian, tetapi juga komitmen untuk terus berkontribusi terhadap dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Proses Perizinan dan Alasan Pendirian

Dr. Shiane menambahkan bahwa izin untuk membuka program studi D-4 TRP baru diperoleh pada tanggal 4 Agustus 2026. “Program ini masih sangat baru. Pendirian program studi D-4 ini merupakan amanah dari Yayasan Rumah Sakit Islam KSW Jabar, yang mengharuskan kami untuk mendirikan program studi baru sebelum tahun 2027 berakhir,” ujarnya. Hal ini menunjukkan keseriusan Politeknik Al Islam Bandung dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Kebutuhan Pasar dan Permintaan Tenaga Radiografer

Peluncuran program studi ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar akan tenaga radiografer yang berkualitas, khususnya lulusan D-4. Dr. Shiane menjelaskan, “Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, saat ini pemenuhan tenaga radiografer hanya mencapai 62 persen, dengan masih ada kekurangan sekitar 4.000 tenaga radiografer jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.”

Kontribusi Program SIHREN

Dengan adanya program dari pemerintah seperti SIHREN, yang bertujuan untuk melengkapi rumah sakit dengan teknologi pencitraan canggih, Politeknik Al Islam Bandung berkomitmen untuk mendukung upaya tersebut. “Kami melihat bahwa pertumbuhan rumah sakit di Jawa Barat dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 13 persen. Oleh karena itu, kami berusaha untuk mendapatkan perizinan untuk program studi Sarjana Terapan TRP ini,” ungkapnya.

Keunikan Program Studi D-4 TRP di Bandung

Program studi ini menjadi satu-satunya yang ada di Kota Bandung, menjadikannya pilihan penting bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di bidang radiologi. Dr. Shiane menekankan bahwa program ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga untuk meningkatkan standar pendidikan dalam bidang kesehatan. “Kami berupaya agar lulusan kami dapat bersaing dan memenuhi ekspektasi industri kesehatan,” tambahnya.

Target Awal Jumlah Mahasiswa

Terkait dengan target jumlah mahasiswa yang akan diterima di tahun pertama, Politeknik Al Islam Bandung mematok angka konservatif. Shiane mengatakan, “Kami menargetkan untuk menerima 15 mahasiswa di tahun pertama. Ini adalah langkah awal yang kami rasa realistis sekaligus sebagai upaya untuk memastikan kualitas pendidikan yang kami tawarkan.”

Pentingnya Pendidikan Vokasi di Era Modern

Pendidikan vokasi, terutama yang berkaitan dengan teknologi kesehatan, semakin penting di era modern ini. Dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan, lulusan dari program studi D-4 TRP diharapkan mampu memenuhi tantangan dan permintaan yang ada. “Kami percaya bahwa pendidikan yang baik akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai,” ujar Dr. Shiane.

Peran Politeknik Al Islam Bandung di Dunia Pendidikan

Politeknik Al Islam Bandung memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Dengan peluncuran program studi D-4 TRP, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga radiografer di Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan,” jelas Dr. Shiane.

Menjaga Kualitas Pendidikan dan Layanan

Untuk memastikan bahwa program studi D-4 TRP dapat berjalan dengan baik, Politeknik Al Islam Bandung akan fokus pada kualitas pendidikan yang diberikan. Ini meliputi kurikulum yang relevan, pengajaran oleh tenaga pengajar yang berpengalaman, serta fasilitas yang memadai. “Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi mahasiswa kami,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan adanya program studi D-4 TRP, Politeknik Al Islam Bandung berharap dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang berkualitas di masa depan. “Kami sangat optimis bahwa lulusan kami akan mampu bersaing di industri kesehatan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Dr. Shiane dengan penuh keyakinan.

Kesempatan Belajar dan Berkembang

Calon mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dengan program studi D-4 TRP memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang di bidang yang sangat dibutuhkan. Dengan pengajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, mahasiswa akan dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang nyata. “Kami ingin setiap mahasiswa merasa siap dan percaya diri saat memasuki dunia kerja,” pungkas Dr. Shiane.

Komitmen Terus Menerus dalam Pendidikan

Politeknik Al Islam Bandung berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman. Dengan peluncuran program studi D-4 TRP, lembaga ini menunjukkan tekadnya untuk menjadi institusi pendidikan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan kami,” tutup Dr. Shiane.

➡️ Baca Juga: Panduan Bansos ATENSI YAPI 2026: Syarat dan Cara Cek Penerima Secara Efektif

➡️ Baca Juga: Indrak SEO: Mantan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Ditunjuk Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp 50 Miliar

Related Articles

Back to top button