Evaluasi Kinerja 1.500 Penyapu Jalan, Wali Kota Bandung Implementasikan Sistem Digital dan Tambah Personel

Pemerintah Kota Bandung sedang menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan efektivitas kinerja penyapu jalan di kota tersebut. Setelah menerima kritik terkait kebersihan kota, langkah cepat diambil oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk mengevaluasi dan memperbaiki situasi ini. Dengan sekitar 1.500 penyapu jalan yang ada, hasil yang diperoleh selama ini dinilai belum memuaskan.
Evaluasi Kinerja Penyapu Jalan
Dalam sebuah pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Farhan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan kebersihan di Kota Bandung. Pengakuan ini menjadi momen penting untuk memulai evaluasi berbasis data yang lebih mendalam. Farhan menegaskan pentingnya memiliki bukti konkret sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Inisiatif ‘Anu Sasapu Bandung’
Sebagai langkah konkret, pada 19 April 2026, Pemkot Bandung meluncurkan program percobaan bernama ‘Anu Sasapu Bandung’. Program ini melibatkan seluruh camat dan lurah untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka melakukan pemantauan di 46 titik strategis di berbagai wilayah kota, guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi kebersihan.
Hasil dari pengamatan lapangan menunjukkan adanya beberapa masalah mendasar. Salah satu isu utama yang ditemukan adalah kedisiplinan kerja petugas penyapu jalan. Banyak di antara mereka yang tidak hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yang berdampak langsung pada lambatnya proses pembersihan.
Masalah Kedisiplinan Kerja
Farhan menyoroti bahwa banyak penyapu jalan yang datang terlambat, meskipun mereka diharuskan hadir pukul 04.00 pagi. Dalam kenyataannya, banyak titik masih belum teratasi hingga pukul 06.00, waktu yang seharusnya sudah bersih. Hal ini mencerminkan rendahnya efektivitas kerja mereka.
Langkah Perbaikan oleh Pemkot Bandung
Menanggapi masalah ini, Pemkot Bandung telah menyiapkan beberapa langkah perbaikan. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menambah jumlah personel penyapu jalan melalui kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja penyapu jalan secara keseluruhan.
Penambahan Personel dan Pembagian Shift
Rencana ini mencakup pembagian sistem kerja ke dalam tiga shift, sehingga cakupan pembersihan dapat lebih optimal sepanjang hari. Dengan adanya pembagian shift yang jelas, diharapkan setiap area kota akan mendapatkan perhatian yang memadai dalam hal kebersihan.
Sistem Pengawasan Modern
Selain penambahan personel, Farhan juga menegaskan bahwa sistem pengawasan akan mengalami perubahan yang signifikan. Sebelumnya, pendataan dan kontrol dilakukan secara manual. Namun, ke depan, seluruh aktivitas penyapu jalan akan dipantau melalui aplikasi digital khusus.
Implementasi Digitalisasi
Digitalisasi ini bertujuan untuk melacak kinerja penyapu jalan secara lebih efisien. Dengan sistem ini, evaluasi kinerja dapat dilakukan secara real-time, yang memungkinkan Pemkot Bandung untuk segera mengambil tindakan bila terdapat masalah.
- Peningkatan disiplin kerja penyapu jalan
- Pengawasan berbasis digital
- Penambahan jumlah personel
- Pembagian kerja dalam tiga shift
- Evaluasi kinerja yang lebih akurat
Dengan kombinasi langkah-langkah ini, Pemkot Bandung berkomitmen untuk memperbaiki pengelolaan kebersihan kota. Di harapkan, dalam waktu dekat, perubahan signifikan dapat dirasakan oleh warga kota. Dengan demikian, kinerja penyapu jalan yang lebih baik dapat tercapai, dan Kota Bandung dapat menjadi lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.
➡️ Baca Juga: Jadwal Liga Italia: Upaya Inter Milan Menuju Gelar Scudetto 2023
➡️ Baca Juga: Palembang Tingkatkan Infrastruktur Wisata untuk Menarik Lebih Banyak Pengunjung




