Leonardo Rimba

Jan 4, 2016

In:Pengarang

leonardo rimbaLeonardo Rimba lahir di Jakarta, menamatkan pendidikan Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan Administrasi Niaga di Pennsylvania State University. Buku pertamanya, Psikologi Tarot (ditulis bersama Audifax), menjadi panduan utama bagi ribuan pewacana tarot di seluruh Indonesia. Tarot cuma sebagian kecil dari spiritualitasnya, karena setelah itu ia merambah ke mana-mana, menggunakan berbagai macam tradisi spiritual. Dari Islam, ia mendalami Al-Hikmah. Dari Kristen, ia mengikuti kursus Alkitab, yang sebenarnya bisa membuatnya menjadi seorang penginjil, tapi ia tidak mau. Dari Hindu, ia memakai Mantra Gayatri, yang didapatnya begitu saja ketika berada dalam perjalanan untuk bersembahyang di Pura Besakih, Bali. Ia bermeditasi di segala tempat: wihara, gereja, pura, Srandil, Parangkusumo, dan Besakih. Semua tempat tiada beda baginya.

Leo kerap memberikan konseling kepada mereka yang meminta, juga attunement frekuensi Mata Ketiga. Dulu dilakukannya secara online melalui Yahoo Messenger. Tetapi sekarang lebih sering dilakukan ketika bertemu muka dengan anggota komunitas Spiritual Indonesia, yang didirikannya tahun 2004 di Jakarta dan berkembang pesat dengan berbagai program kopi darat (sarasehan) dari ujung barat pulau Jawa sampai Bali.

 

Leo adalah sebuah kontroversi. Namun, baginya, kontroversi merupakan sisi-sisi yang wajar dan manusiawi dari manusia normal. Terlepas dari kewaskitaannya, ia lebih berani mengungkap dan membeberkan sisi manusiawi itu kepada orang-orang yang bertanya kepadanya di saat mayoritas orang terbelenggu oleh berbagai dogma. Ia adalah sosok yang terus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang terbiasa berpikir normatif untuk mencoba melihat segala hal dari banyak sisi.

Leo menyuarakan apa yang selama ini menjadi unek-unek masyarakat. Kalau menulis cepat sekali dan jarang salah. Sifatnya pemalu sekaligus bicara dengan percaya diri, sopan, dan tidak egoistis. Suara dan gerakan tangannya seperti saling melengkapi. Suaranya mengalir cepat, suara yang maskulin tapi bernada feminin. Gerakan tangannya feminin, kecepatan gerakan tangannya maskulin. Selera makannya sederhana, minumannya kopi pahit, rokoknya keretek. Pakaiannya sederhana, pun gaya hidupnya. Singkat kata, Leo adalah apa yang Anda pikirkan sekaligus bukan apa yang Anda pikirkan.

 

Bersama sejumlah tokoh spiritual negeri ini, Leo mengasuh grup Spiritual Indonesia (SI), sebuah ajang untuk berbagi pengetahuan (knowledge) dan wawasan (insight) tentang spiritualitas dan mistisisme, khususnya warisan leluhur Nusantara. Grup Spiritual Indonesia (SI) ini beranggotakan puluhan ribu orang dari berbagai latar belakang. Grup ini mulanya berkiprah di dunia maya (Yahoogroups dan Facebook), yang kemudian secara rutin menggelar pertemuan darat di berbagai tempat di Nusantara. Anda bisa bergabung dengan grup Spiritual Indonesia (SI) di Facebook untuk mengikuti pemikiran dan wawasannya yang beyond the mainstream. Ia bisa dihubungi secara personal melalui email: leonardo_rimba@yahoo.com.

Leave a Reply