Archive for the ‘Pengarang’ Category

Rudy Najoan lahir di Jakarta pada tahun 1949. Mulai menekuni bonsai sejak tahun 1973 hingga sekarang. Terlibat aktif di PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia), di antaranya menjabat sebagai Ketua Departemen Pendidikan dan Litbang Pusat dan Ketua Bidang Pembinaan di Dewan Juri Pusat.

→ lanjut baca

Iwan Rasta lahir di Bumi Majapahit, Mojokerto, pada 16 Maret 1973 dengan nama Mardiyanto Hermawan. Sejak kecil, lelaki yang gemar memakai kaos hitam ini mempunyai hobi membaca dan setelah beranjak remaja mulai menggandrungi musik-musik rock, khususnya band asal New Jersey: Bon Jovi. Hijrah ke Jakarta sejak 1991 dan menyelesaikan studinya di Akademi Bahasa Asing (ABA) Pertiwi-Indonesia, Jakarta. Sempat bekerja pada penerbit buku PT. Erlangga dan PT. Rakaditu, dan sekarang lebih memilih untuk aktif pada kegiatan-kegiatan komunitas dan event organizer. Hidupnya didedikasikan untuk putra semata wayangnya, Elang Pradista Hermawan. Penyuka sayur rebung dan FC Barcelona ini bisa dihubungi melalui email: rastamonia@yahoo.comdan akun Twitter: @rastajovi.

 

Isfandiari Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, 10 Maret 1971, dari pasangan Almarhumah Hasni Asmawi (Kapau, Bukittinggi) dan Almarhum Mahbub Djunaidi (Tanah Abang, Jakarta). Sejak kecil dia dibesarkan di Bandung bersama tiga kakak perempuannya (Fairuz, Mira, Tamara) dan kakak dan adik lelakinya (Rizal, Yuri, Verdi Heikal).

→ lanjut baca

Fitrawan Umar lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa antologi, di antaranya Merentang Pelukan, Dunia di Dalam Mata, Wasiat Cinta, Through Darkness to Light, Esai tanpa Pagar, dan Out of Ubud.

Ia pernah diundang sebagai penulis terpilih pada festival sastra internasional Ubud Writers and Readers Festival pada tahun 2013. Buku puisinya, Roman Semesta, meraih nominasi Anugerah Pembaca Indonesia 2014. Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan adalah novel debutnya.

Fitrawan mengelola blog www.fitrawanumar.com dan Twitter @fitrawanumar. Ia bisa dihubungi secara personal melalui email: fitrawan.umar@gmail.com.

 

 

Rani Rachmani Moediarta lahir di Majalengka, menghabiskan sebagian besar masa kecil dan remajanya di Pontianak dan Singkawang. Selepas SMA di Majalengka, ia kuliah di Bandung, lalu bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Pulau Galang, Riau. Selama belasan tahun kemudian ia menjadi wartawan di Jakarta sebelum akhirnya menetap di Bali hingga kini. → lanjut baca

Seno Panyadewa lahir di Indonesia pada zaman Orde Baru dan dibesarkan dalam keluarga sederhana yang gemar membaca. Takdir membawanya mempelajari agama Buddha sedari kecil. Ia mempelajari agama Buddha dari tiga aliran besar: Theravada, Mahayana Tiongkok, dan agama Buddha Tibet. Secara khusus ia juga membaca sejarah agama Buddha di berbagai tempat dan masa. Di waktu kecil ia juga tergila-gila pada cerita wayang seperti Mahabharata dan Ramayana.

→ lanjut baca

Ken Budha lahir pada tahun 1973, di bawah naungan bintang Scorpio, yang menurutnya menjadi biang keladi dari kegemarannya mengorek-ngorek segala hal yang dilabeli “misteri”. Sejak membaca karya J.R.R. Tolkien pertama kali semasa SMA, ia telah jatuh cinta dengan genre fantasi medieval. Semenjak itu, ia tak pernah melewatkan peluang untuk membaca semua buku yang di dalamnya terdapat para kesatria berkuda, para penyihir, hewan-hewan ajaib, dan senjata-senjata mustika.  → lanjut baca

I Gusti Ngurah Pindha lahir di Denpasar pada tahun 1924. Masa kanak-kanak hingga sekolah dasar dihabiskannya di Bali. Memasuki awal usia 20-an ia bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dan menjalani pendidikan militer Jepang di Singaraja selama dua tahun (1943-1945). Padamasa perjuangan melawan Belanda ia turut menjadi anggota Kesatuan Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Jabatan resminya saat itu adalah Kepala Staf Batalion I dengan pangkat letnan. Tetapi selama perjuangan ia sering berganti-ganti tugas sesuai perintah atasan dan mengikuti kebutuhan pasukan.

→ lanjut baca

Nizami Ganjavi (1141-1209) adalah pujangga terbesar dalam khazanah sastra Persia, dianggap sebagai penulis yang membawa gaya tutur realistis ke dalam kisah epik di Persia. Lahir di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijan, bagian Kesultanan Seljuk, ia menghabiskan seluruh masa hidupnya di sana. Karya-karyanya tak hanya dipengaruhi oleh sastra Arab dan Persia, baik tradisi oral maupun tulisan, melainkan juga oleh matematika, astrologi, kimia, farmasi, ilmu tafsir, teori dan hukum islam, sejarah, filsafat dan mistisisme, musik, dan seni visual. Jejak-jejak Nizami sangat terasa dalam kesusastraan Islam. Karya tulisnya mempengaruhi perkembangan sastra Persia, Arab, Turki, Kurdi, Urdu, dan Nusantara. Pengantin dari Surga (yang judul aslinya adalah Layli o Majnun) adalah karyanya yang paling tersohor. Karyanya yang lain adalah Makhzan Al-Asrar (Gudang Rahasia), Haft Peykar (Tujuh Bidadari), dan Eskandarnameh (Kitab Iskandar).

Khrisna Pabichara lahir di Borongtammatea, Jeneponto—sekitar 89 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan—pada 10 November 1975. Putra kelima dari sepasang petani, Yadli Malik Dg. Ngadele dan Shafiya Djumpa, ini adalah pencinta prosa dan puisi. Dia telah melahirkan sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan, buku seputar neurologi, dan belasan buku lainnya. Gadis Pakarena ini sebelumnya pernah terbit dan dijuduli Mengawini Ibu (Kayla Pustaka, Oktober 2010). Untuk edisi dengan judul baru ini pengarang menambahkan dua cerpen yang tidak terdapat di buku sebelumnya.

Ayah dua orang putri yang kerap disapa Daeng Marewa ini bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa lewat akun twitter-nya: @1bichara