Sale!

TAMBORA (Ketika Bumi Meledak 1815)

Rp65.000 Rp52.000

Penemuan tengkorak kepala manusia dan kopiah emas menyeret langkah Lesly dan Jeff menuju Indonesia. Dua artefak tersebut dibawa Profesor Thomas, ayah Lesly, ke Amerika setelah ia menemukannya pada ekspedisi penggalian tanah di sekitar Tambora, gunung suci di Pulau Sumbawa yang meledak tahun 1815 dan mengubur tiga kesultanan di sana. Ketika Lesly memasang kopiahemas pada tengkorak tersebut, sosok misterius muncul di tengah cahaya kemilau dan berpesan kepadanya agar benda-benda itu dipulangkan ke tempat asalnya.

Dalam perjalanan menuju Tambora, ditemani Uma dan Wayan, mobil yang membawa mereka dari Bali mogok dan hujan lebat datang tiba-tiba. Sosok misterius itu muncul lagi, memandu mereka membelusuk lorong waktu menuju tahun 1815. Tanah Sumbawa membuka pintunya dan mengizinkan empat orang itu menjadi saksi meletusnya Tambora dan rahasia-rahasia yang menyelimutinya. Penderitaan rakyat Sumbawa di tengah kebun kopi yang subur, kekejaman Penjajah Belanda, dan perang saudara, terpampang nyata di hadapan mereka.

Novel ini mencoba menyatukan keping-keping kisah di seputar meletusnya Tambora yang mengguncang dunia dua ratus tahun silam, sebuah peristiwa alam mahadahsyat yang menggegerkan dunia.

“Memadu fakta dan mitos! Mencekam namun romantis! Beruntunglah Anda yang membaca karya Agus Sumbogo, si petualang spiritual ini.”
—Ahmad Tohari, pengarang Ronggeng Dukuh Paruk

love it, share it!

google pinterest

Judul: Tambora (Ketika Dunia Meledak 1815)

Pengarang: Agus Sumbogo

ISBN: 978-602-72024-8-1
Terbit: Juni 2015

Spek: SC | Bookpaper | 13,5 x 20 cm | 347 hlm.

Harga: Rp 65.000. Rp52.000

 

 

Beli di Kaurama

Diskon 15%

Rp  55.000.

 

Dapatkan di Gramedia terdekat. Dapatkan harga khusus dari penerbit, Rp 55.000 (plus ongkir), dengan mengirim pesan melalui SMS/WhatsApp: 0812-8765-4445, PIN BB: 575853B2, email: ptkaurama@gmail.com.

In stock

SKU: 978-602-72024-8-1. Category: .

love it, share it

pinterest google

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “TAMBORA (Ketika Bumi Meledak 1815)”