Sale!

SABDA PALON 4: Pudarnya Surya Majapahit

Rp85.000 Rp68.000

Pada tahun 1454 Masehi, seorang saudagar Tionghoa mempersembahkan putrinya nan jelita, Siu Ban Ci, kepada Bhre Kêrtabumi, putra mahkota Majapahit. Penguasa yang menggandrungi wanita-wanita cantik itu langsung tergoda dan menyelirnya, tanpa mengindahkan nasihat Sabda Palon, punakawannya yang sakti dan setia. Melalui mata batinnya, Sabda Palon melihat bahwa lantaran Putri Cina itulah kehancuran Majapahit kelak bakal terjadi. Karena api cemburu Putri Champa Dewi Amarawati, Siu Ban Ci dibuang ke Palembang saat sudah hamil tiga bulan.

Enam bulan kemudian, seperti sebuah pertanda dari semesta, hujan badai melanda Palembang dan Majapahit tatkala janin Siu Ban Ci lahir ke dunia. Sungai Musi dan Brantas meluap seketika. Banjir besar terjadi di Sumatra dan Jawa pada saat yang sama. Malam berikutnya, ketika air bah belum juga surut, di angkasa bulan tampak lebih besar dari biasanya. Sebutir bintang bersinar terang tepat di dekat rembulan. Pada hari berikutnya, matahari tampak redup. Tiada mendung di angkasa, namun matahari seolah kehilangan dayanya. Para pandhita Siwa Buddha melihat sebuah tengara zaman baru: Surya Majapahit bakal pudar, berganti Bulan dan Bintang. Ajaran lama bakal sirna, berganti ajaran baru dari tanah Arabia.

————————–—————–
Pengarang: Damar Shashangka
SC | 14 x 21 cm | 453 hlm.
ISBN: 978-602-6799-01-2
Harga: Rp 85.000  Rp68.000
————————–—————–

Dapatkan di Gramedia terdekat. Dapatkan harga khusus dari penerbit, Rp 72 ribu (belum termasuk ongkir), dengan mengirim pesan melalui SMS/WhatsApp: 0812-8765-4445, PIN BB: 575853B2, email: ptkaurama@gmail.com

In stock

SKU: 978-602-6799-01-2. Category: .

love it, share it

pinterest google

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SABDA PALON 4: Pudarnya Surya Majapahit”